~* BEBERAPA FOTO JADUL TENTANG PERANG DI GAYO *~


AMAN DIMOT,PAHLAWAN GAYO (Tanda X)


PEMBANTAIAN DI TANAH GAYO (perang aceh)

 

Tandu untuk mengangkut korban luka perang di tanah Gayo
 


Di bagian dalam benteng dibuat lobang-lobang perlindungan, lubang pengintaian lubang penembak di bagian dinding-dinding benteng. Selain itu dibuat pula lubang perlindungan untuk wanita dan anak-anak di dalam benteng tersebut. Dengan cara ini, benteng pertahanan rakyat Gayo berusaha menahan serangan pasukan Belanda yang jauh lebih kuat dan modern.

Salah satu bukti tentang pertempuran benteng yang dahsyat, yaitu benteng Gemuyang, setelah berhari-hari bertempur, akhirnya baru jatuh setelah rakyat Gayo sebanyak 308 orang tewas : antaranya 168 orang laki--laki, 92 orang wanita dan 48 orang anak-anak. Sedangkan korban dari pihak pasukan Belanda hanya dua orang tewas dan 15 orang luka-luka berat.

Pertempuran di benteng Reket Goib antara pasukan penyerbu dengan pasukan rakyat Gayo lebih berimbang, sehingga korban yang jatuh di kedua belah pihak cukup banyak. Di pihak rakyat Gayo telah meninggal dunia sebanyak 148 orang: antaranya 143 orang pria, 41 orang wanita dan anak-anak. Korban di pihak pasukan Belanda: 7 orang mati, diantaranya 2 orang perwira dan 42 orang luka-luka berat, diantaranya 15 orang perwira. 


Pertempuran dari benteng ke benteng yang tersebar di daerah-daerat Gayo tidak kurang dari sepuluh buah banyaknya, dengan korban ribuan rakyat Gayo yang mati terbunuh. Hanya dengan cara itu pasukan Belanda dapat menaklukkan Gayo.

Setelah daerah Gayo berhasil ditundukkan, maka pada tanggal 13 Juni 1904 pasukan Belanda melanjutkan serangan ke daerah Alas, dengan sasaran utamanya desa Batu Mbulen dimana tinggal seorang ulama besar bernama Teungku Haji Telege Makar dengan pondok pesantrennya. Mendengar kedatangan pasukan Belanda mau menyerbu kaum muslimin, dengan pimpinan para ulama mereka mengosongkan desa tersebut dan semuanya berkumpul di
benteng Kute Reh yang telah disiapkan jauh sebelum pasukan musuh datang.

Pertempuran dahsyat dan bermandikan darah berlangsung berhari-hari antara pasukan musuh dengan pasukan kaum muslimin di benteng Kute Reh tersebut. Benteng Kute Reh jatuh ke tangan pasukan Belanda, setelah 561 orang pasukan yang mempertahankan benteng itu tewas, diantaranya 313 orang pria, 189 orang wanita, dan 59 orang anak-anak. Sedangkan di pihak musuh hanya dua orang mati dan 17 orang luka-luka berat.

Pada tanggal 20 Juni 1904 pasukan Belanda dibawah pimpinan Van Daalen sendiri melanjutkan penyerbuannya ke benteng Likat. Pertempuran sengit bermandikan darah berlangsung dahsyat dan ngeri. Sebab pasukan Belanda main bantai tanpa pandang bulu, sehingga 432 orang mati terbunuh, diantaranya 220 pria, 124 wanita, dan 88 orang anak-anak. Dipihak pasukan musuh yang mati hanya seorang dan 18 orang tentara luka-luka, termasuk Letnan Kolonel Van Daalen dan Kapten Watrin.
Daerah Alas dapat dikuasai pasukan Belanda setelah jatuhnya benteng Lengat Baru pada tanggal 24 Juli 1904, dengan korban yang sangat besar di pihak rakyat Alas, di mana 654 orang tewas, diantaranya 338 orang pria dan 186 wanita serta anak-anak 130 orang.Di pihak musuh hanya 4 orang mati.


Keganasan Pasukan Marsose dari yang tergabung prajurit Belanda, Jawa, Menado dan Ambon Yang dipimpin oleh Van Daalen.

Sebagaimana telah terjadi di daerah-daerah lainnya di Aceh, jika pertempuran terbuka telah tidak mungkin dilakukan, karena kekuatan yang tak seimbang dengan pasukan musuh, maka 'perang gerilya' merupakan satu-satunya jawaban untuk melumpuhkan pasukan Belanda. Di Gayo dan Alas pun berlaku hal yang sama. Apalagi daerah Gayo dan Alas adalah daerah
bergunung-gunung dan berhutan lebat, sehingga 'perang gerilya' yang dilakukan rakyat Gayo dan Alas sangat menguntungkan. Dan sebaliknya pasukan Belanda tidak pernah bisa tinggal tenteram di daerah-daerah yang didudukinya.

Pada bulan Maret 1904 sebuah kolonne yang terdiri dari enam brigade marsose, yaitu kira-kira 160 orang tentara, masuk ke dalam jebakan pasukan gerilya muslimin yang berkekuatan sebanyak 300 orang gerilyawan. Dengan gerak cepat dan ketangkasan yang luar bi asa, pasukan gerilyawan muslimin Aceh ini menyerang dengan kelewang dan rencong terhadap pasukan marsoseyang terjebak itu. 
Seluruh pasukan Belanda sebanyak 160 orang tentara mati terbunuh, ter-masuk Kapten Campion yang mati karena luka-luka berat.

Pasukan gerilyawan muslimin Aceh masih terus efektif melakukan serangan-serangan terhadap pasukan Belanda di daerah-daerah seperti Lhong, dimana pada tahun 1925 dan tahun 1926 dan kemudian pada tahun 1953 telah berkembang menjadi 'perang terbuka'. Untuk mengatasi kekuatan gerilyawan muslimin Aceh ini, pemerintah kolonial Belanda mengumpulkan kembali bekas-bekas pasukan marsose dari seluruh Hindia Belanda. Operasi-operasi pasukan marsose di sungai atau di darat seringkali terjebak oleh pasukangerilya-wan muslimin, sehingga dapat dihancurkan secara total. Bahkan bivak-bivak rahasia pasukan marsose sering diserang dan dibakar oleh pasukan gerilyawan.

Pada bulan Desember 1909, Letnan B.J. Schmidt mendapat perintah untuk menyerang pasukan gerilyawan muslimin Tiro di daerah Tangse. Menurut taksiran, kekuatan pasukan gerilyawan muslimin Tiro ini berjumlah 250 orang. Dengan menggunakan dua brigade pasukan marsose, Schmidt secara sistimatis me-nyerang dan menangkap pasukan gerilyawan muslimin Tiro, di mana pada tahun 1909 dan 1911 dapat dikatakan hampir seluruhnya tertangkap.

Keberhasilan pasukan Belanda dalam menumpas pasukan gerilyawan muslimin Tiro ini karena pengkhianatan orang-orang Aceh sendiri, yaitu para kaum bangsawan yang menjadi kolaborator Belanda.

Pada bulan Desember 1911, perwira Marsose dengan pasukannya bernama Nussy menyerang tempat persembunyian gerilyawan muslimin Tiro yang terakhir, yang tinggal tiga orang saja lagi. Dalam serangan ini, dua orang dari tiga gerilyawan muslimin Tiro ini tewas menjadi syuhada, dan ternyata yang seorang itu bernama Cit Ma'az (Ma'at), adalah keturunan terakhir dari Syeikh Saman, tokoh utama perang Aceh. Dengan wafatnya Cit Ma'az, yang
baru berusia lima belas tahun, maka berarti tiga generasi Teuku di Tiro di abadikan di dalam Perang Aceh.

Perang Aceh tidaklah berakhir pada tahun 1913 atau 1914. Dari tahun 1914 terentang benang merah sampai tahun 1942, alur perlawanan di bawah tanah. Perang gerilya, yang pada tahun 1925, tahun 1926, sampai tahun 1933 berkembang menjadi perlawanan terbuka lagi.

Dengan demikian perang Aceh berlangsung mulai sejak tahun 1873, terus sambung-menyambung sampai tahun 1942, dimana Belanda angkat kaki untuk selama-lamanya, adalah perang terlama di dalam sejarah perang kolonial Belanda di Indonesia.

Pasukan Gerilyawan Aceh.
 

PEJUANG GAYO

PEJUANG WANITA GAYO


Prajurit Belanda di atas mayat para pejuang Aceh :'(


Prajurit Belanda





~* DI UJUNG GARIS RINDU *~

DIARY SOBEK

Bagaimana mungkin benih cinta yang tertanam akan tumbuh berbunga, 
Jika harus kusiraminya dengan air mata.

Petiklah satu kalimat dari dalam puisiku, tanamlah di taman hatimu. 
Kelak, ia akan tumbuh; tempatmu berteduh.

Sepertinya Tuhan sedang menatap senyummu. 
Lihatlah, senja begitu indah.

Lalu, arah manakah yang harus kutuju? 
Di setiap penjuru hanya rindu dan rindu.

Jarum jam menoreh perih pada dinding kamar, 
Menatap lukisan gambar yang begitu kukenali. 
Ah, senyummu lagi dan lagi.

Di keningmu yang langit, kekasih. 
Sebuah kecupan purnama pernah ku semai di sana, 
Masihkah kau mengabadikan bekasnya? 

Sepasang matamu; mawar kembar yang tertanam pada hamparan ladang rinduku.

Aku, kamu; sebentuk bintang kembar yang terjaga menikmati cahaya, 
Sampai fajar menyibak tirai langit malam.

Menggelaplah semesta hati dalam sunyi, 
Biarkan kelamnya malam menelan segala keraguan.

Tak seperti biasanya kau terlelap lebih awal, 
Menjelajahi semesta mimpi, 
Meninggalkan rindu yang merengek memanja pada waktu.

Masihkah kau mengenali sepi yang sempat kita akrabi, 
Bercengkrama tentang rindu yang sesekali kau minta kecupku di keningmu.

Berjelagalah ke langit malamku. 
Nyalakanlah bintang bintang dengan api sajakku yang kau timbun di dalam kedua matamu.

Berjelagalah ke dalam puisiku, 
Sesungguhnya seduhan katanya dari dan untukmu. 
Selamat menikmati malam, kamu.

Demi cinta yang mengalir di hati, demi rasa yang meraung di dada. 
Datanglah walau hanya seucap kata.

Dan aku terbaring di tepi telaga terjaring kesepian dan kesunyian dalam sebutir air mata.
  
Aku lebih suka diam diantara riak telaga yang terdiam; 
Setelah lepas sauh dan lalu merapuh, 
Kadang jiwa ini rindu dermaga.

Engkaukah itu; kuncup harapan, 
Bunga impinan yang mekar bersama rindu di dalam hening kalbuku.

Merindukanmu, 
Sebagai kuntum waktu yang selalu ingin kutanam di dalam pot jiwa.

Merindukanmu kekasih, 
Yang membagi cahaya saat lentera tak lagi kurasa perisai angin bagi pagi yang dingin.

Semilir melati merebak pagi ini, 
Kelak harumnya akan mengiasi sanggulmu. 
Selamat pagi, pengantin hatiku.

Aku mencintai kekuranganku yang ada pada diri kamu dan kekuranganmu yang ada pada diri aku.

 **********
  LARA

Aku kembali pada hening, 
Saat suara hujan tercurah bagi malam. 
Aku menjauh dan jatuh dari seribu kengerian. 
Lalu aku ingin bertanya lagi.

 Tentang langit yang dalam, 
Tentang warna kabut yang membisu. 
Dan kini aku tersungkur dalam puisi tak bernyawa.

Lalu aku ingin bertanya lagi. 

Tentang kehendak waktu yang tertahan di ruang lain. 
Tentang mawar yang berhamburan.

Pada tanah airmu yang wangi, 
Tentang jarum jam yang berbisik mengintai mimpi.
Saat engkau mengerat lengan sepi, 
Saat aku kembali tengadah.

Bagi wujud musim dingin yang diam. 
Engkau seperti napas hari ini. 
Nyanyian esok dalam cahaya.

Tapi aku ingin bertanya lagi .

Tentang diriku yang terlambat datang 
Saat kau khusyuk menyusun peta ruang-ruang hitam dan putih. 
Aku terperangkap dalam sebuah bayangan.

Bayangan kota yang tercabik...

Setelah menempuh kutukan sepanjang malam, 
Sepanjang gerimis dalam kenangan.

**********
 DEAR DIARY


Semua tertuang dalam sebuah Diary yang aku simpan dalam hatiku, aku bukan manusia yang kuat memendam rasa yang aku simpan sejak pertemuan itu…Aku hanya ingin mengungkapkan semuanya..mengangkat sedikit beban yang ada…

Diary…
Tidak mudah untukku membuang jauh bayang dirinya…aku selalu berharap untuk dapat melupakannya..menghempaskannya..melemparnya jauh ke planet yang lain.Aku ingin aku bisa melakukannya….tapi aku tak pernah mampu.

Diary…
Aku merindukannya hari ini..maaf aku tidak dapat membendungnya, dirinya terlalu kuat mengikat
hati  ku…kapan aku bisa melepaskannya?

Diary…
Aku meningalkan pesan untuknya..aku tidak begitu berharap reply-nya…tau ga diary??dia membalasnya, pembicaraan lewat pesan terasa begitu ringan..Sungguh, aku tidak dapat menahan gejolak hatiku sendiri..pernahkah dia tau rasaku terlalu kuat untuknya…Aku Menyayanginya.

Diary…
Aku tidak pernah tau pasti bagaimana rasanya untukku tapi aku yakin ada setitik harapan yang tidak akan menjadi nyata di dunia yang aku pijak saat ini…cukup bagiku menyayanginya dari jarak yang jauh.

Diary…
Aku merindukan suaranya…dan dia menelpon ku, aku suka suaranya..membuatku teduh seandainya dia dihadapanku aku ingin sekali memeluknya tak ingin aku melepaskannya..tapi aku tak memiliki kuasa untuk menggapainya..aku ingin memendam rasa ini ..aku tidak perduli ketika suatu saat dia mengetahui semua isi hatiku..cukup lega mungkin ketika dia tau semuanya.



Diary…
Aku suka ketika dia bertanya “Kenapa??”..Membuatku terlena.. aku yakin dia tau saat itu aku ingin bergelayut manja di peluknya..aku ga bisa berbuat banyak saat itu aku hanya menarik nafas dalam..
”Seandainya kau milikku..".

Aku tidak bisa berkata banyak diary…
”Kangen..”hanya itu yang bisa aku ucapkan dari gagang telponku…
Aku gemetar saat itu aku benar-benar tidak dapat menahan kata-kata ku..aku hanya bisa terpaku
Di kursi kerjaku..aku hanya bisa menatap gambarnya…..
Aku Sayang Kamu…

Diary…
Dia terlalu mempesona untukku…
Dia terlalu membuat aku makin dan makin menginginkannya…
Dia Manis…
Dia Lucu…
Dia Jahil…

Diary…
Kau tau ….kenapa aku suka dia..
Aku suka karakternya kendati terkadang aku harus memiliki sedikit kesabaran menghadapinya.

Diary…
Dia ingin aku disampingnya sehari saja…seandainya memungkinkan aku ingin terbang kesana membawa sejuta rasa rindu untuknya…tapi aku takut…takut jika akhirnya aku benar-benar tidak bisa melepaskannya.

Diary…
Hari ini aku kangen lagi…aku ingin mendengar suaranya lagi…
Tapi mungkin ini jalannya…sepertinya ada yang aneh darinya..sensitif kah aku??

Diary…kadang aku ingin diperhatikan tapi aku tau semua tidak harus sesuai harapanku..

Diary…
Aku hanya ingin menikmatinya…menikmati sedikit kasih yang ada..menikmati sedikit acuh yang singgah di hariku..aku ingin tenang menjalani semuanya…tanpa beban kendati suatu hari semuanya akan hilang begitu saja…tapi satu yang akan tersimpan…dia takkan terhapus dihati disaat aku bahagia dan tersiksa.

Diary…
Temani aku melaluinya….biarkan aku bahagia sesaat…biarkan aku selalu bermimpi walau aku tau mimpi itu tidak akan nyata untukku.

Takengon,22 Februari 2014.
Ainiya Faida Azmi.

( Amna Yunda )




~* KISAH KASIH KU DI SEKOLAH SMK NEG 4 LHOKSEUMAWE *~


Tahun 1997,awal aku memasuki sekolah SMK NEG 4 LHOKSEUMAWE.Atau yang lebih dikenal dengan nama SMIK LHOKSEUMAWE.Waktu itu,aku mengikuti tes di beberapa sekolah SMK,antara lain SMKK Lhokseumawe,dan di SMIK.Kedua sekolah itu menerimaku dengan hasil yang baik,akhirnya aku lebih condong memilih ke SMIK.Karena Smik adalah sekolah yang baru dibangun saat itu.Dan juga,karena aku ingin bisa membuka lapangan kerja,bila nanti telah tamat.
Aku adalah salah satu murid alumni angkatan pertama.

Berbagai macam tes telah kulalui,bersama sahabat2 baruku.Akhirnya akupun lulus,dan bisa menduduki di kelas I A2.Waktu itu,yang menjadi kelasku adalah Ibu Rastiani,Spd.Dan yang menjabat sebagai Kepala Sekolah adalah Bapak Drs.Rusdi Aries.

Suka duka kulalui bersama para sahabatku.Antara lain:Novendi (Pipin),Abdoel Rokhim,Raju Gindo (Rumput Dan Kerikil),Agus Anwar,Iwan Novika,Asmaul Husna,M Yanis,Ainul Mardhiah,Iwan Novika,Usman,Ismadi,Maryanti,Dwi Kurniasih,Teti Setiawati,Novita Sari,Fitri Purni Miliarti,   Cut Risma Ayunita,Meliza,dll.
Aku tak ingat lagi,siapa2 saja sahabatku.Maafkan saya,sahabat,amna lupa. :'(

Disini...Saya hanya bercerita sedikit tentang memori masa lalu,walaupun itu sudah lama terjadi.Namun bagiku,itu adalah moment terindah dalam hidupku.

"Abdoel Rokhim"
,aku dan teman2 memanggilnya "Bedol".dia teman sekelasku.Anaknya pendiam,pintar,dan supel.Dari kelas 1,aku mengenalnya dengan dekat,sampai sampai guru2 kami mengira bahwa kami berpacaran.Namun getar getar asmara itu hanya kami pendam dalam hati.Jujur saja,aku tak pernah mengenal yang namanya pacaran,karena orang tuaku melarang keras,karena harus fokus sekolah.Dan juga,aku telah diajarkan dari kecil,bahwa pacaran itu adalah Haram.Keluargaku memegang prinsip agama sangat kuat sekali.Alhamdulillah,aku sangat bersyukur akan hal itu.

Aku juga tau dia menyukaiku.Dari sifat,perhatian yang dia berikan untukku.Setiap kali ada pelajaran yang sulit,kami selalu berdiskusi berdua,hingga kami mengikuti Cerdas Cermat di sekolah.Dia di bagian tengah,sedang aku selalu berada di sisi kanannya.Katanya,dia tak sanggup untuk menjawab soal pada waktu cerdas cermat,karena terpana oleh senyum manisku.
"Biar saja kita kalah cerdas cermat na,biar saya bisa seterusnya dekat kamu,amna".

Duh...kata katanya,selalu membuatku ingin selalu berada di sisinya.
Perhatiannya yang selalu berlebihan untukku,membuatku merasa sangat nyaman dan ingin seterusnya melihat tertawanya,senyumannya,bicaranya.Ah....dia begitu sempurna,pikirku.

Walaupun kami berdua sangat akrab dan terkesan seperti orang berpacaran,namun dia tak pernah menyentuh kulitku sedikitpun.Itulah hal yang sangat kukagumi dari dirinya.Dia sopan,enerjik,pintar melukis.Dan yang paling utama,Agamis.

Suatu hari,aku jatuh sakit.Panas demam tinggi di sekolah.Tubuhku lemas tak berdaya,namun aku tak ingin ketinggalan pelajaran.Maka aku mengikuti juga pelajaran tentang seni lukis.Dengan tangan lemah,gemetar karena demam,kucoba melukis diatas kertas gambar A4.Akupun membuat lukisan abstrak semampuku.
Alhamdulillah selesai pekerjaanku,pikirku.Walaupun tidak sempurna.Yang pada akhirnya,lukisanku di pajang di ruang pameran sekolah.

Hingga akupun lunglai.Kepalaku terbentur di atas meja.Lalu Abdoel Rokhim membawaku ke UKS.Dia menungguku selama hampir 1 jam.Aku diobatinya dengan sabar.Dia menungguku sambil membaca buku pelajaran.Dia menyuapiku obat.Dan mengompres kepalaku.Aku ingin dibawanya ke Rumah Sakit,namun aku menolaknya.Karena,kukatakan kasihan orang tuaku,orang tuaku tak tahu bahwa aku sedang sakit.Aku tak mau menyusahkan mereka.Diapun menyanggupi.Dan menungguku hingga waktu pelajaran habis.
Perhatiannya waktu itu,sungguh terbayang2 di pelupuk mataku hingga sekarang.Betapa resahnya dia melihat keadaanku waktu itu.

Akupun diantar pulang sekolah olehnya,sampai ke terminal.Dia ingin mengantarku hingga ke rumah,namun kucegah,karena arah rumah kami berlawanan.Walaupun aku sakit,dia mengiringi langkahku,disamping ku.Tanganku ingin dipegang olehnya,namun aku tak mau.Karena kami bukan mahram.

Aku absen sekolah 1 hari karena sakit.Waktu itu,aku menderita sakit ginjal dan magh.Sakitnya tak tertahankan.

Esoknya,kupaksakan masuk sekolah.Karena aku tak ingin ketinggalan pelajaran.Orang tuaku adalah orang susah,aku tak ingin menambah kesusahan mereka.

Tiba di sekolah,abdoel menjumpaiku.Dia melihat wajahku yang masih pucat,dan jalanku yang masih lunglai.
"Na,kamu masih sakit ya,na? kenapa sekolah? nanti kamu jatuh lagi,na.Saya tak mau kamu kenapa napa" sahutnya.

"Amna gak kenapa napa,dul.Cuma sakit perut sedikit,dan pusing."kataku.

"Na..nanti,jangan dipaksakan ya,sewaktu belajarnya.Kalau enggak sanggup,biar saya yang temani kamu di UKS".

"Iya dul...makasi banyak ya sob"ujarku sambil tersenyum.

"Iya na,sama-sama".

Alhamdulillaah,akupun bisa melalui hari itu dengan selamat.Walaupun aku tidak 100 % bisa berkonsentrasi.

***

Kami sama sama menyukai musik dan nyanyian.Hingga mengaji.Entahlah,itu adalah salah satu hobiku.Setiap hari,kami berdendang bersama,dikala waktu istirahat tiba.Keseringan kami bernyanyi lantunan lagu2 dari negeri jiran Malaysia.

Suatu hari,sewaktu istirahat,kami bernyanyi berdua,.Kami duduk-duduk berdua di samping lapangan basket sekolah.Sambil memetik gitar,dia menyanyikan lagu ini untukku.


http://www.youtube.com/watch?v=RHnYcKBnHG4&noredirect=1

Katanya "Na,lagu ini untukmu.Ingatlah aku sampai kapanpun.Karena lagu ini,kupersembahkan untukmu.Inilah perasaan hatiku untukmu,amna"sambil meletakkan gitarnya.

"Iya,dul.Makasi banyak ya dul,atas perhatianmu untukku"ujarku sambil tersenyum.

Lalu tak terasa air mataku menetes di pipi.Dan ia menghapus air mataku dengan saputangannya warna biru.

"Na,jangan kau menangis ya.Aku gak sanggup melihat mu menangis.Aku ingin membahagiakan kamu na.Aku ingin menjadi pendamping hidupmu.Ijinkan aku ya na".sambil memegang tanganku.Aku melapisi tanganku dengan jilbabku,sewaktu berjabat tangan dengannya.

Akupun tersenyum dan cuma bisa mengangguk kecil.Lalu dia pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih.Lalu diapun mengulangi lagi nyanyiannya.
Lagu dari "FENOMENA,yang judulnya Tiada Yang Lain".Dia terus mengulang dan mengulangnya lagi.Kami bernyanyi hingga lupa waktu.Tak terasa bahwa waktu istirahat telah lama habis,dan hampir setengah jam pelajaran dimulai.

Hingga tiba-tiba,kepala sekolah kami,bersama Ibu Sumarni (Ibu guru yang mengajar PPKN),telah tepat berdiri tegak di belakang aku dan abdoel.Astaghfirullah....wajah kami asli seperti kepiting rebus.Merah merona.Dan kami berdua kena hukuman bersama,kena jeweran dari pak Kepsek.hihiihiy.....

"Iniii..yang dua...kenapa belum masuk,nak? kok asik nyanyi nyanyi dari tadi.Sampai-sampai,gurunya di belakang pun gak dilihatnya lagi"kata pak Kepsek.

Ibu Sumarni tersenyum ke arah kami.
"Ehem eheem.........duuh..yang dua ini..Gak di kelas,gak di kantin,gak waktu pulang.Berduaaaa ajaa,kayak perangko"kata Bu Sumarni sambil tertawa kecil.

Aku dan Abdoel tak berani menjawab,dan sama sama menunduk.

"Ibu...Bapak..maafkan kami ya pak,bu...kami janji gak akan ulangi lagi hal ini.Maaf pak,bu.Kami keasikan menyanyi dari tadi.Sampai-sampai tak tahu bunyi bel."kata Abdoel dengan gentlemen nya.

"Iya...Bapak Ibu memaafkan kalian.Bapak bangga sama kalian,nak.Kalian berpacaran bukan untuk maksiat,tapi untuk saling menguatkan agar belajar lebih giat lagi selama kalian sekolah."kata Pak Rusdi sambil tersenyum.Lalu pak Kepsek menjewer kecil kuping kami berdua.Duh,saya malunya minta ampun.Seumur umur,selama sekolah,baru kali itu kena jewer.

"Udah...masuk kelas terus ya."seru pak Kepsek sambil berjalan meninggalkan kami.

"Iya,pak"jawab kami serentak.

Lalu aku dan abdoel pun berpisah.Sambil tersenyum,dia berujar
 "Na,hati hati yaa...Belajar yang tekun.Miss you".

"Iya...insya Allah ya dul.baay...assalamu'alaikum"sahutku sambil membelok ke arah kelasku.

Duh....rupanya,teman temanku telah belajar dari tadi.
Dan alhamdulillah,aku tak jadi dimarahi guruku.
hiihihiy...:D


Dan akupun belajar dengan tenang.Hingga waktu pulang.
Dan ketika pulang,kami bersama-sama lagi.


***

Tak terasa,kami pun berpisah di kelas Dua.Aku memilih di Jurusan Textile Craft Departmen (Tekstil) dan Abdoel Rokhim memilih jurusan Kayu.Waktu bergulir lagi,hingga kami duduk di bangku kelas Tiga.

Masa masa indah tetap kami jalani,hingga pada suatu hari,adanya percecokan pada kami.Bukan cekcok kenapa.Namun,sahabatku sendiri yang bernama Fitri Purni Miliarti,sangat menyukai,dan katanya mencintai Abdoel.Fitri adalah sahabatku dari kelas 1 SMIK.Dia anak Uteun Bayi,Lhokseumawe.Aku merasa sedih bukan kepalang.Aku berniat mundur,karena tak ingin merusak persahabatanku dengan Fitri.Akupun mendukung mereka berdua.

Namun kata Abdul,dia tak pernah menyukai dan menyayangi Fitri,seperti dia menyayangiku,memberi perhatian untukku.Kukatakan tidak apa apa.Yang penting,kita menjalani hari hari sebagai sahabat.Ujarku sambil tersenyum.Aku tak ingin sekolah kita hancur. :)

Dan,saat saat PKL (Praktek Kerja Lapangan),kamipun berpisah lagi.Aku ditempatkan di daerah Binjai,Sumatera Utara.Dan Abdoel di Sabang,Aceh.Dua bulan kami berpisah,huuft...begitu lama waktu berjalan.Rasanya ingin mendengar lagi suaranya,tertawanya,candanya,senyumannya.

Waktu itu,alat komunikasi juga masih seputar telepon umum.Dan surat menyurat.
Kamipun putus komunikasi selama itu.
Karena aku tak tau harus menghubungi kemana.  :(

Jadwal PKL yang seharusnya 3 bulan,tak habis kami lewatkan.Karena waktu itu sedang konflik DOM.Dan ada salah satu penghuni di komplek tempat kami PKL itu,yang menjadi korban,mereka salah satu suku yang berasal dari Pulau Jawa.Sudahlah...aku tak ingin mengungkit masalah itu lagi.Yang pasti,alhamdulillaah aku bersama teman2 dari sekolah,sebanyak 15 orang,bisa selamat dari kejadian yang tak dikehendaki.Kami diselamatkan oleh Bapak Camat dari Binjai Timur,dan juga pimpinan dari Christine Conveksi,
Ibu Christin Panjaitan (Kalau tidak salah,yang berada di Cengkeh Turi,Binjai..Dan kamipun selamat sampai di Lhokseumawe ).Dan suami nya Ibu adalah bapak Gottam Simanjuntak.










Terima kasih atas jasa kalian semuanya pada kami,Ibu dan Bapak Gottam. :)

***

Tahun 2000,orang tua ku,yakni Bapakku,M Yunus Bin Abdul Rahman ,wafat.Tepat ketika aku duduk di kelas III,menjelang menghadapi EBTA-EBTANAS.Aku sedih bukan kepalang,sampai-sampai,aku tak semangat lagi bersekolah.Aku setiap hari hanya menangis dan menangis di sekolah.Namun Abdoel dan sahabat2 ku,terus menerus menyemangatiku.

Inilah nama para sahabat terdekatku,Seperti Syahrul Rozi (Bojek),M Yanis (The Mask),Novendi (Pipin),Maulinar,Khairul Bariati,Ainul Mardhiah,Hazriyani,Linda Wati,Cut Risma Ayunita,juga salah satu abang angkatku.Bang Richie Hidayat .











( Bang Richie Hidayat...Dia anak Pusong Lama.Hingga sekarang aku tak tau gimana kabar tentangnya.Aku rindu kamu,bang.Terima kasih banyak atas bimbingan,dan abang telah mengajariku bersikap lebih dewasa dalam menghadapi guncangan hidup.
Do'aku selalu menyertaimu dan sekeluarga,bang ichie_dari dek Amna*red).


Akhirnya,perlahan lahan akupun kembali bangkit,dari semangat belajar yang tak ada lagi.Menjadi sosok yang penuh percaya diri.Dari Aku yang mulai ogah-ogahan ke sekolah,dan muka selalu kusut.Sampai aku yang kembali ke semula,berkat dorongan para sahabatku.

Hampir setiap hari,sepulang sekolah,kami sahabat satu parte,selalu menyempatkan singgah ke pantai
Ujong Blang Lhokseumawe .































Kami duduk-duduk di pondok bambu,sambil menunggu kedatangan angkot atau bus sekolah.Kami duduk sekedar menikmati laut lepas.Sambil bercanda-canda.Biasanya,kami mangkal di Mawar Biru.
Ya,kenangan sama mereka semua sangat indah kurasakan.Mungkin hal itu tak akan terulang lagi selamanya.

Ketika aku sedang asik duduk sendirian di bangku di bawah pondok,Abdul datang menghampiriku.
Katanya:

"Na...kita kan mau tamat sekolah kan.Gimana,kalau kita masing masing,membuat kerajinan tangan.Kamu bikin apa untuk saya.Nanti,saya akan bikin sesuatu yang spesial untuk kamu".

"Oya,boleh kalo begitu"sahutku ( merasa tertantang).

"Ya deh...nanti,waktu perpisahan sekolah...kita saling bertukar benda kenan- kenangan nya ya na".

"Iya dul,Insya Allah".sahutku sambil tersenyum.

Dan kamipun bangkit lalu pulang bersama.

***
    Tak terasa,waktu ujian EBTA dan EBTANAS telah kami lalui,dan tibalah saat saat yang dinantikan.
Kami menunggu saat perpisahan tiba.Berbagai macam kegiatan dilakukan di aula sekolah.Dan tiba-tiba,namaku "Amna Yunda" dipanggil oleh ibu guru yang menjadi MC acara perpisahan,diumumkan bahwa aku mendapat predikat nilai yang "TERBAIK"  pada uji kompetensi se kabupaten Aceh Utara,
saat itu.
Dari kelompok pria,diraih oleh Mulyadi (kami memanggilnya Mulyadi saja).Dia teman sekelasku sewaktu di kelas satu.

   Aku sempat terkejut dan tak percaya,bahwa namaku dipanggil.Karena,aku merasa diriku biasa-biasa saja.Tidaklah terlalu pintar.Karena,di kelasku,sahabatku yang bernama Tutiq Nurhasanah,dia yang paling pintar di sekolah.Walaupun dia sedikit sombong.

   Akupun maju ke altar,dan oleh bapak Bupati Aceh Utara,Bapak Tarmizi A. Karim .Beliau menyerahkan piagam penghargaan untukku.Dan kulihat ibuku sempat menangis terharu.Karena,aku yang tak ingin lagi bersekolah,semenjak wafatnya bapakku..tak menyangka bakalan begini akhirnya.

    Akupun sempat berpose dengan pak Bupati,beserta staf nya.Dan juga namaku dimuat di koran Serambi Indonesia,waktu itu.Alhamdulillaah,aku bersyukur.Dan aku juga mendapat beasiswa di 4 Universitas terkenal di Indonesia.Waktu itu,aku pengiriman ke Universitas di Bali,Yogyakarta,Padang dan Medan.

   Walau akhirnya aku tak jadi kuliah,dikarenakan ibuku adalah orang yang tak mampu.Aku tak ingin membuat berat beban ibuku.Walau akhirnya,cita-cita ku menjadi guru seni rupa,harus kandas di tengah jalan.
Aku bersyukur,karena sempat menamatkan bangku SMK.

       Tak lama setelah acara perpisahan,Abdoel Rokhim memanggilku,kami berjanji akan saling tukar menukar benda kenang-kenangan.Dia mengajakku lagi ke Pantai Ujong Blang.Yang tak jauh dari lokasi rumah sekolahku.

Setelah kami sampai disana,diapun memesan makanan dan minuman.Kami ke pantai beramai-ramai dengan sahabat-sahabatku yang lain.Aku dan Abdul,satu meja berdua.Kami melihat teman2 mulai mandi-mandi di tepi pantai.


  Kami tertawa tawa melihat aksi teman-teman yang lucu-lucu.Hingga akhirnya,Abdoel mulai berbicara padaku.

"Na....kamu bikin apa untuk saya?"

"Amna bikinin kamu tas makrame,dul.Warna nya merah hati.Ini dia tas nya"sahutku sambil mengeluarkan tas buatanku.Dan kuletakkan di atas meja.

"Cantik banget ya na.Kayak yang buat"katanya.Akupun tersipu malu.

"Enggak juga lah...Semoga kamu suka dengan tas hasil karya amna sendiri ini ya dul" kataku sambil tersenyum.

"Tentu aku sangat dan sangat suka,na.Karna ini adalah buah tangan dari orang yang aku sayang.Makasi banyak ya na".

"Iya dul....sama-sama"..sahutku.Lalu tanyaku..

"Dul...untuk na...kamu bikin apa ya? "

"Coba tebak...kira-kira saya bikin apa?"

"Hmmm.....na gak tau dul.Kan,kamu tak pernah mau bilang sama na.Kamu bikin apa" ujarku sambil merengut.

"Jangan ngambek lah na..sini...senyumlah untukku.Lihat,dul bikin apa untuk kamu".katanya sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.

Begitu kubuka....akupun sempat terperanjat.
Rupanya,dia membuatkanku sebuah bingkai berukuran 12 inchi,berwarna biru muda,bertuliskan kaligrafi asma Allah "BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM",yang dilapisi kaca,lengkap dengan ukiran namaku,tempat tanggal lahirku,dibawah tulisan kaligrafi.Dan,ada sedikit ruang untuk tempat fotoku disana.Rupanya,fotoku telah ada disitu.
Di sudut bawah bingkai,tertulis tulisan indah: 
"Friendship never die" dan "I Love You".

"Dul....cantiknya bikinan kamu dul.Ini untuk na,ya?"

"Iya na.Itu spesial untukmu"katanya sambil tersenyum.

Akupun menangis.Antara senang dan sedih.Senang,karena aku bisa berjumpa untuk yang terakhir kalinya.Dan karena hadiah yang dia janjikan untukku.Sedih,karena itulah kali terakhir aku bercanda dengannya.Duduk berdua dengannya.

Ketika kedua benda telah kami terima masing masing,Abdul menghapus air mataku dengan tisu.

"Na,kamu mau kan,menunggu ku? aku ingin menikah dengan kamu,na.Aku ingin menjadi suami untukmu.Kamu mau kan.Menungguku hingga aku berhasil ? Aku meminta waktu selama 2-3 tahun.
Tunggu aku ya na.Aku pasti akan datang,datang menjemputmu.Datang menjumpai orang tuamu,biadadariku".

Aku semakin menangis terharu mendengar pengakuannya.

"Selama ini...kenapa kamu gak pernah bilang suka atau sayang sama aku,dul ? Selama ini,kamu selalu cuekin aku.Kamu dekat dan selalu jalan bersama fitri,sahabatku sendiri.Aku lebih baik mengalah dul.Demi kalian berdua".ujarku.

"Na,aku tak pernah menyukai fitri.Aku cuma sayang sama kamu.Kamu tau,betapa sakit dan tersiksanya batin ku.Apalagi,sewaktu kulihat wajah kamu yang sedih,melihat kami duduk berdua.Na....aku gak sanggup jauh dari kamu.Aku gak sanggup menyakiti kamu.Jujur,,aku gak sanggup pisah sama kamu.Aku tau...inilah cinta sejati kita na.Walau aku tak pernah mengungkapkan rasa sayangku,tapi aku curahkan lewat perhatianku ke kamu,na".katanya sambil memandang wajahku.

Dan aku semakin menangis......Aku larut dalam kesedihan.Mataku tertuju ke arah laut lepas.

"Terus......bila amna menunggumu selama 2 sampai 3 tahun dul....Apakah kamu benar-benar akan menjemputku,walau dimanapun aku.Walau bagaimanapun aku?"

"Iya na...tolong kabari aku terus.Tolong surati aku na.Aku ingin kita tidak putus komunikasi walaupun kita berpisah".

"Dul...na takut...na takut kamu lupain na.Na takut kehilanganmu".ujarku sambil menangis.

Abdul makin mengusap air mataku.Dan,tiba-tiba dia memelukku erat.Sambil menangis,dia berucap.

"Na....abdul janji..Abdul janji akan melamarmu bidadariku."sambil melepaskan rangkulannya.

"Iya...amna akan menunggumu dul..Na akan tunggu,demi kisah kasih kita berdua.Berjanjilah dul.Kamu akan setia untukku.Dan na juga akan setia menunggu kamu.Oya dul,mungkin....na sekeluarga akan pindah ke Takengon.Walaupun tak tahu,kapan akan berangkat.Semenjak bapak wafat,keluargaku,saudara saudaraku yang berada di Takengon,meminta kami agar berkumpul disana" kataku sambil  menyeka air mataku.

Sakit banget rasanya....perpisahan waktu itu.:'(

"Dimanapun kamu berada na.Tunggulah abdul ya.Tetap berkabar,dimana alamat rumah na".

"Iya dul...na janji untuk kamu".

Kamipun lalu pulang beramai ramai.Aku dan abdul terdiam seribu bahasa.
Tak ada satu patah katapun yang terucap.

Itulah kali terakhir aku melihat kasihku,Abdoel Rokhim.
Kami saling menangis,untuk perjumpaan yang terakhir kalinya.

:'(

 ***
Semenjak tamat SMK.Sepucuk suratpun tak pernah kuterima.Telah 4 x kukirim surat ke alamat yang pernah ditulis Abdoel di diaryku.Sedikitpun tak ada jawaban.Aku menunggu segala janji-janji yang pernah ia ucapkan sewaktu di pantai itu.

Bulan demi bulan kulalui,tak terasa,akhirnya akupun sekeluarga pindah ke kota dingin Takengon.Sebelum aku pindah,aku telah mengirim surat untuk yang terakhir kalinya buat dia.Kutuliskan beserta alamat ku ketika berada di Takengon nanti.

Namun harapan tinggal harapan.Aku bagaikan pungguk yang merindukan bulan.Setiap pria yang hadir dalam hidupku,selalu kutolak.Aku tak ingin mengecewakan Abdul.

Tak terasa,2 tahun sudah aku menanti nya.Menanti sepucuk surat darinya.Namun semuanya nihil.Semuanya kandas.Semuanya hanya omong kosong nya belaka.Oh Tuhan....beginikah kisah cintaku ?

Ternyata benar kata pepatah:

" CINTA TAK HARUS MEMILIKI "

Oh Tuhan...
Betapa menyakitkannya akhir sebuah penantianku yang tiada akhir.

Dari Aku Yang Terluka.

:'(
*****************

Note:
Kisah ini kutuliskan untukmu,sahabatku..Orang yang pernah menyayangimu.
Dan aku,adalah orang yang pernah engkau sayangi dulu.

Abdoel Rokhim.
Jujur ku akui,aku tak pernah bisa melupakanmu.

Seperti syair lagu yang selalu kau nyanyikan untukku.

"Semilirnya...angin malam ini.
Membuaiku....larut dalam lamunan.
Hayal tentang keindahan...dunia fana ini.
Bila kita bersama....selamanya.

Kasih semu...yang pernah kau curahkan.
Kubawa di...perjalanan hidup ini.
Tapi resah dan gelisah...selalu menghantui.
Karna...sikapmu yang tak pasti.

Kucoba melupakan dirimu.
Karna kutau pasti sifatmu.
Agar aku tak slalu rindu padamu...kasih.

Semakin aku lupakan...
Semakin aku sadari.
Cintaku hanya untukmu...
Seorang.

Tiada yang lain ".

By:
FENOMENA.

Abdoel,bila engkau telah berumah tangga,Kukan selalu mendo'akan semoga engkau bahagia,di dunia hingga akhirat.
Bila engkau telah tiada,kudo'akan agar kau berada di Jannatul 'Ain bersama syuhada.

Aku selalu berharap...dan berharap.
Akulah bidadari syurga_mu.
Seperti yang sering kau ucapkan dulu.

Di setiap shalatku.
Do'aku selalu untukmu.


Abdoel...
Bila suatu saat amna telah tiada..
Dan bila suatu saat kau telah menjumpai catatan kecil ini.
Amna harap kamu mau memaafkan segala khilafku.
Maafkan aku,yang tak pernah bisa melumpuhkan ingatanku tentangmu.

Sebelum aku tak ingat apa-apa lagi,
Dan sebelum aku tak bisa apa-apa lagi.
Kutuangkan curahan isi hatiku  yang terpendam,disini.
Perasaan itu kupendam hingga belasan tahun lamanya.

Karena memang...

Semakin aku lupakan...
Semakin aku sadari.
Cintaku hanya untukmu...seorang.

Tiada yang lain.

( Kutulis catatan ini,
Tepat 14 tahun sudah setelah kita berpisah,
Sejak saat itu,abdoel )

Takengon,21 Februari 2014.

20.03 PM.
In my sweet home.

Wassalam.




Just for you:
Abdoel Rokhim...Lahir:Cot Girek,6 Agustus 1982

( Hanya foto ini yang masih tersimpan sama saya,doel.
wajahmu,kenangan mu,semuanya masih tersimpan di hatiku)



***
From me:
  Amna Yunda...Lahir:Takengon,01 Mei 1982 



***