Aku adalah salah satu murid alumni angkatan pertama.
Berbagai macam tes telah kulalui,bersama sahabat2 baruku.Akhirnya akupun lulus,dan bisa menduduki di kelas I A2.Waktu itu,yang menjadi kelasku adalah Ibu Rastiani,Spd.Dan yang menjabat sebagai Kepala Sekolah adalah Bapak Drs.Rusdi Aries.
Suka duka kulalui bersama para sahabatku.Antara lain:Novendi (Pipin),Abdoel Rokhim,Raju Gindo (Rumput Dan Kerikil),Agus Anwar,Iwan Novika,Asmaul Husna,M Yanis,Ainul Mardhiah,Iwan Novika,Usman,Ismadi,Maryanti,Dwi Kurniasih,Teti Setiawati,Novita Sari,Fitri Purni Miliarti, Cut Risma Ayunita,Meliza,dll.
Aku tak ingat lagi,siapa2 saja sahabatku.Maafkan saya,sahabat,amna lupa. :'(
Disini...Saya hanya bercerita sedikit tentang memori masa lalu,walaupun itu sudah lama terjadi.Namun bagiku,itu adalah moment terindah dalam hidupku.
"Abdoel Rokhim",aku dan teman2 memanggilnya "Bedol".dia teman sekelasku.Anaknya pendiam,pintar,dan supel.Dari kelas 1,aku mengenalnya dengan dekat,sampai sampai guru2 kami mengira bahwa kami berpacaran.Namun getar getar asmara itu hanya kami pendam dalam hati.Jujur saja,aku tak pernah mengenal yang namanya pacaran,karena orang tuaku melarang keras,karena harus fokus sekolah.Dan juga,aku telah diajarkan dari kecil,bahwa pacaran itu adalah Haram.Keluargaku memegang prinsip agama sangat kuat sekali.Alhamdulillah,aku sangat bersyukur akan hal itu.
Aku juga tau dia menyukaiku.Dari sifat,perhatian yang dia berikan untukku.Setiap kali ada pelajaran yang sulit,kami selalu berdiskusi berdua,hingga kami mengikuti Cerdas Cermat di sekolah.Dia di bagian tengah,sedang aku selalu berada di sisi kanannya.Katanya,dia tak sanggup untuk menjawab soal pada waktu cerdas cermat,karena terpana oleh senyum manisku.
"Biar saja kita kalah cerdas cermat na,biar saya bisa seterusnya dekat kamu,amna".
Duh...kata katanya,selalu membuatku ingin selalu berada di sisinya.
Perhatiannya yang selalu berlebihan untukku,membuatku merasa sangat nyaman dan ingin seterusnya melihat tertawanya,senyumannya,bicaranya.Ah....dia begitu sempurna,pikirku.
Walaupun kami berdua sangat akrab dan terkesan seperti orang berpacaran,namun dia tak pernah menyentuh kulitku sedikitpun.Itulah hal yang sangat kukagumi dari dirinya.Dia sopan,enerjik,pintar melukis.Dan yang paling utama,Agamis.
Suatu hari,aku jatuh sakit.Panas demam tinggi di sekolah.Tubuhku lemas tak berdaya,namun aku tak ingin ketinggalan pelajaran.Maka aku mengikuti juga pelajaran tentang seni lukis.Dengan tangan lemah,gemetar karena demam,kucoba melukis diatas kertas gambar A4.Akupun membuat lukisan abstrak semampuku.
Alhamdulillah selesai pekerjaanku,pikirku.Walaupun tidak sempurna.Yang pada akhirnya,lukisanku di pajang di ruang pameran sekolah.
Hingga akupun lunglai.Kepalaku terbentur di atas meja.Lalu Abdoel Rokhim membawaku ke UKS.Dia menungguku selama hampir 1 jam.Aku diobatinya dengan sabar.Dia menungguku sambil membaca buku pelajaran.Dia menyuapiku obat.Dan mengompres kepalaku.Aku ingin dibawanya ke Rumah Sakit,namun aku menolaknya.Karena,kukatakan kasihan orang tuaku,orang tuaku tak tahu bahwa aku sedang sakit.Aku tak mau menyusahkan mereka.Diapun menyanggupi.Dan menungguku hingga waktu pelajaran habis.
Perhatiannya waktu itu,sungguh terbayang2 di pelupuk mataku hingga sekarang.Betapa resahnya dia melihat keadaanku waktu itu.
Akupun diantar pulang sekolah olehnya,sampai ke terminal.Dia ingin mengantarku hingga ke rumah,namun kucegah,karena arah rumah kami berlawanan.Walaupun aku sakit,dia mengiringi langkahku,disamping ku.Tanganku ingin dipegang olehnya,namun aku tak mau.Karena kami bukan mahram.
Aku absen sekolah 1 hari karena sakit.Waktu itu,aku menderita sakit ginjal dan magh.Sakitnya tak tertahankan.
Esoknya,kupaksakan masuk sekolah.Karena aku tak ingin ketinggalan pelajaran.Orang tuaku adalah orang susah,aku tak ingin menambah kesusahan mereka.
Tiba di sekolah,abdoel menjumpaiku.Dia melihat wajahku yang masih pucat,dan jalanku yang masih lunglai.
"Na,kamu masih sakit ya,na? kenapa sekolah? nanti kamu jatuh lagi,na.Saya tak mau kamu kenapa napa" sahutnya.
"Amna gak kenapa napa,dul.Cuma sakit perut sedikit,dan pusing."kataku.
"Na..nanti,jangan dipaksakan ya,sewaktu belajarnya.Kalau enggak sanggup,biar saya yang temani kamu di UKS".
"Iya dul...makasi banyak ya sob"ujarku sambil tersenyum.
"Iya na,sama-sama".
Alhamdulillaah,akupun bisa melalui hari itu dengan selamat.Walaupun aku tidak 100 % bisa berkonsentrasi.
***
Kami sama sama menyukai musik dan nyanyian.Hingga mengaji.Entahlah,itu adalah salah satu hobiku.Setiap hari,kami berdendang bersama,dikala waktu istirahat tiba.Keseringan kami bernyanyi lantunan lagu2 dari negeri jiran Malaysia.
Suatu hari,sewaktu istirahat,kami bernyanyi berdua,.Kami duduk-duduk berdua di samping lapangan basket sekolah.Sambil memetik gitar,dia menyanyikan lagu ini untukku.
http://www.youtube.com/watch?v=RHnYcKBnHG4&noredirect=1
Katanya "Na,lagu ini untukmu.Ingatlah aku sampai kapanpun.Karena lagu ini,kupersembahkan untukmu.Inilah perasaan hatiku untukmu,amna"sambil meletakkan gitarnya.
"Iya,dul.Makasi banyak ya dul,atas perhatianmu untukku"ujarku sambil tersenyum.
Lalu tak terasa air mataku menetes di pipi.Dan ia menghapus air mataku dengan saputangannya warna biru.
"Na,jangan kau menangis ya.Aku gak sanggup melihat mu menangis.Aku ingin membahagiakan kamu na.Aku ingin menjadi pendamping hidupmu.Ijinkan aku ya na".sambil memegang tanganku.Aku melapisi tanganku dengan jilbabku,sewaktu berjabat tangan dengannya.
Akupun tersenyum dan cuma bisa mengangguk kecil.Lalu dia pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih.Lalu diapun mengulangi lagi nyanyiannya.
Lagu dari "FENOMENA,yang judulnya Tiada Yang Lain".Dia terus mengulang dan mengulangnya lagi.Kami bernyanyi hingga lupa waktu.Tak terasa bahwa waktu istirahat telah lama habis,dan hampir setengah jam pelajaran dimulai.
Hingga tiba-tiba,kepala sekolah kami,bersama Ibu Sumarni (Ibu guru yang mengajar PPKN),telah tepat berdiri tegak di belakang aku dan abdoel.Astaghfirullah....wajah kami asli seperti kepiting rebus.Merah merona.Dan kami berdua kena hukuman bersama,kena jeweran dari pak Kepsek.hihiihiy.....
"Iniii..yang dua...kenapa belum masuk,nak? kok asik nyanyi nyanyi dari tadi.Sampai-sampai,gurunya di belakang pun gak dilihatnya lagi"kata pak Kepsek.
Ibu Sumarni tersenyum ke arah kami.
"Ehem eheem.........duuh..yang dua ini..Gak di kelas,gak di kantin,gak waktu pulang.Berduaaaa ajaa,kayak perangko"kata Bu Sumarni sambil tertawa kecil.
Aku dan Abdoel tak berani menjawab,dan sama sama menunduk.
"Ibu...Bapak..maafkan kami ya pak,bu...kami janji gak akan ulangi lagi hal ini.Maaf pak,bu.Kami keasikan menyanyi dari tadi.Sampai-sampai tak tahu bunyi bel."kata Abdoel dengan gentlemen nya.
"Iya...Bapak Ibu memaafkan kalian.Bapak bangga sama kalian,nak.Kalian berpacaran bukan untuk maksiat,tapi untuk saling menguatkan agar belajar lebih giat lagi selama kalian sekolah."kata Pak Rusdi sambil tersenyum.Lalu pak Kepsek menjewer kecil kuping kami berdua.Duh,saya malunya minta ampun.Seumur umur,selama sekolah,baru kali itu kena jewer.
"Udah...masuk kelas terus ya."seru pak Kepsek sambil berjalan meninggalkan kami.
"Iya,pak"jawab kami serentak.
Lalu aku dan abdoel pun berpisah.Sambil tersenyum,dia berujar
"Na,hati hati yaa...Belajar yang tekun.Miss you".
"Iya...insya Allah ya dul.baay...assalamu'alaikum"sahutku sambil membelok ke arah kelasku.
Duh....rupanya,teman temanku telah belajar dari tadi.
Dan alhamdulillah,aku tak jadi dimarahi guruku.
hiihihiy...:D
Dan akupun belajar dengan tenang.Hingga waktu pulang.
Dan ketika pulang,kami bersama-sama lagi.
***
Tak terasa,kami pun berpisah di kelas Dua.Aku memilih di Jurusan Textile Craft Departmen (Tekstil) dan Abdoel Rokhim memilih jurusan Kayu.Waktu bergulir lagi,hingga kami duduk di bangku kelas Tiga.
Masa masa indah tetap kami jalani,hingga pada suatu hari,adanya percecokan pada kami.Bukan cekcok kenapa.Namun,sahabatku sendiri yang bernama Fitri Purni Miliarti,sangat menyukai,dan katanya mencintai Abdoel.Fitri adalah sahabatku dari kelas 1 SMIK.Dia anak Uteun Bayi,Lhokseumawe.Aku merasa sedih bukan kepalang.Aku berniat mundur,karena tak ingin merusak persahabatanku dengan Fitri.Akupun mendukung mereka berdua.
Namun kata Abdul,dia tak pernah menyukai dan menyayangi Fitri,seperti dia menyayangiku,memberi perhatian untukku.Kukatakan tidak apa apa.Yang penting,kita menjalani hari hari sebagai sahabat.Ujarku sambil tersenyum.Aku tak ingin sekolah kita hancur. :)
Dan,saat saat PKL (Praktek Kerja Lapangan),kamipun berpisah lagi.Aku ditempatkan di daerah Binjai,Sumatera Utara.Dan Abdoel di Sabang,Aceh.Dua bulan kami berpisah,huuft...begitu lama waktu berjalan.Rasanya ingin mendengar lagi suaranya,tertawanya,candanya,senyumannya.
Dan,saat saat PKL (Praktek Kerja Lapangan),kamipun berpisah lagi.Aku ditempatkan di daerah Binjai,Sumatera Utara.Dan Abdoel di Sabang,Aceh.Dua bulan kami berpisah,huuft...begitu lama waktu berjalan.Rasanya ingin mendengar lagi suaranya,tertawanya,candanya,senyumannya.
Waktu itu,alat komunikasi juga masih seputar telepon umum.Dan surat menyurat.
Kamipun putus komunikasi selama itu.
Kamipun putus komunikasi selama itu.
Karena aku tak tau harus menghubungi kemana. :(
Jadwal PKL yang seharusnya 3 bulan,tak habis kami lewatkan.Karena waktu itu sedang konflik DOM.Dan ada salah satu penghuni di komplek tempat kami PKL itu,yang menjadi korban,mereka salah satu suku yang berasal dari Pulau Jawa.Sudahlah...aku tak ingin mengungkit masalah itu lagi.Yang pasti,alhamdulillaah aku bersama teman2 dari sekolah,sebanyak 15 orang,bisa selamat dari kejadian yang tak dikehendaki.Kami diselamatkan oleh Bapak Camat dari Binjai Timur,dan juga pimpinan dari Christine Conveksi,
Ibu Christin Panjaitan (Kalau tidak salah,yang berada di Cengkeh Turi,Binjai..Dan kamipun selamat sampai di Lhokseumawe ).Dan suami nya Ibu adalah bapak Gottam Simanjuntak.
Ibu Christin Panjaitan (Kalau tidak salah,yang berada di Cengkeh Turi,Binjai..Dan kamipun selamat sampai di Lhokseumawe ).Dan suami nya Ibu adalah bapak Gottam Simanjuntak.
Terima kasih atas jasa kalian semuanya pada kami,Ibu dan Bapak Gottam. :)
***
Tahun 2000,orang tua ku,yakni Bapakku,M Yunus Bin Abdul Rahman ,wafat.Tepat ketika aku duduk di kelas III,menjelang menghadapi EBTA-EBTANAS.Aku sedih bukan kepalang,sampai-sampai,aku tak semangat lagi bersekolah.Aku setiap hari hanya menangis dan menangis di sekolah.Namun Abdoel dan sahabat2 ku,terus menerus menyemangatiku.
Inilah nama para sahabat terdekatku,Seperti Syahrul Rozi (Bojek),M Yanis (The Mask),Novendi (Pipin),Maulinar,Khairul Bariati,Ainul Mardhiah,Hazriyani,Linda Wati,Cut Risma Ayunita,juga salah satu abang angkatku.Bang Richie Hidayat .
( Bang Richie Hidayat...Dia anak Pusong Lama.Hingga sekarang aku tak tau gimana kabar tentangnya.Aku rindu kamu,bang.Terima kasih banyak atas bimbingan,dan abang telah mengajariku bersikap lebih dewasa dalam menghadapi guncangan hidup.
Do'aku selalu menyertaimu dan sekeluarga,bang ichie_dari dek Amna*red).
Akhirnya,perlahan lahan akupun kembali bangkit,dari semangat belajar yang tak ada lagi.Menjadi sosok yang penuh percaya diri.Dari Aku yang mulai ogah-ogahan ke sekolah,dan muka selalu kusut.Sampai aku yang kembali ke semula,berkat dorongan para sahabatku.
Hampir setiap hari,sepulang sekolah,kami sahabat satu parte,selalu menyempatkan singgah ke pantai
Ujong Blang Lhokseumawe .
Kami duduk-duduk di pondok bambu,sambil menunggu kedatangan angkot atau bus sekolah.Kami duduk sekedar menikmati laut lepas.Sambil bercanda-canda.Biasanya,kami mangkal di Mawar Biru.
Ya,kenangan sama mereka semua sangat indah kurasakan.Mungkin hal itu tak akan terulang lagi selamanya.
Ketika aku sedang asik duduk sendirian di bangku di bawah pondok,Abdul datang menghampiriku.
Katanya:
"Na...kita kan mau tamat sekolah kan.Gimana,kalau kita masing masing,membuat kerajinan tangan.Kamu bikin apa untuk saya.Nanti,saya akan bikin sesuatu yang spesial untuk kamu".
"Oya,boleh kalo begitu"sahutku ( merasa tertantang).
"Ya deh...nanti,waktu perpisahan sekolah...kita saling bertukar benda kenan- kenangan nya ya na".
"Iya dul,Insya Allah".sahutku sambil tersenyum.
Dan kamipun bangkit lalu pulang bersama.
***
Tak terasa,waktu ujian EBTA dan EBTANAS telah kami lalui,dan tibalah saat saat yang dinantikan.
Kami menunggu saat perpisahan tiba.Berbagai macam kegiatan dilakukan di aula sekolah.Dan tiba-tiba,namaku "Amna Yunda" dipanggil oleh ibu guru yang menjadi MC acara perpisahan,diumumkan bahwa aku mendapat predikat nilai yang "TERBAIK" pada uji kompetensi se kabupaten Aceh Utara,
saat itu.
Dari kelompok pria,diraih oleh Mulyadi (kami memanggilnya Mulyadi saja).Dia teman sekelasku sewaktu di kelas satu.
Aku sempat terkejut dan tak percaya,bahwa namaku dipanggil.Karena,aku merasa diriku biasa-biasa saja.Tidaklah terlalu pintar.Karena,di kelasku,sahabatku yang bernama Tutiq Nurhasanah,dia yang paling pintar di sekolah.Walaupun dia sedikit sombong.
Akupun maju ke altar,dan oleh bapak Bupati Aceh Utara,Bapak Tarmizi A. Karim .Beliau menyerahkan piagam penghargaan untukku.Dan kulihat ibuku sempat menangis terharu.Karena,aku yang tak ingin lagi bersekolah,semenjak wafatnya bapakku..tak menyangka bakalan begini akhirnya.
Akupun sempat berpose dengan pak Bupati,beserta staf nya.Dan juga namaku dimuat di koran Serambi Indonesia,waktu itu.Alhamdulillaah,aku bersyukur.Dan aku juga mendapat beasiswa di 4 Universitas terkenal di Indonesia.Waktu itu,aku pengiriman ke Universitas di Bali,Yogyakarta,Padang dan Medan.
Walau akhirnya aku tak jadi kuliah,dikarenakan ibuku adalah orang yang tak mampu.Aku tak ingin membuat berat beban ibuku.Walau akhirnya,cita-cita ku menjadi guru seni rupa,harus kandas di tengah jalan.
Aku bersyukur,karena sempat menamatkan bangku SMK.
Tak lama setelah acara perpisahan,Abdoel Rokhim memanggilku,kami berjanji akan saling tukar menukar benda kenang-kenangan.Dia mengajakku lagi ke Pantai Ujong Blang.Yang tak jauh dari lokasi rumah sekolahku.
Setelah kami sampai disana,diapun memesan makanan dan minuman.Kami ke pantai beramai-ramai dengan sahabat-sahabatku yang lain.Aku dan Abdul,satu meja berdua.Kami melihat teman2 mulai mandi-mandi di tepi pantai.
Kami tertawa tawa melihat aksi teman-teman yang lucu-lucu.Hingga akhirnya,Abdoel mulai berbicara padaku.
Bulan demi bulan kulalui,tak terasa,akhirnya akupun sekeluarga pindah ke kota dingin Takengon.Sebelum aku pindah,aku telah mengirim surat untuk yang terakhir kalinya buat dia.Kutuliskan beserta alamat ku ketika berada di Takengon nanti.
Namun harapan tinggal harapan.Aku bagaikan pungguk yang merindukan bulan.Setiap pria yang hadir dalam hidupku,selalu kutolak.Aku tak ingin mengecewakan Abdul.
Tak terasa,2 tahun sudah aku menanti nya.Menanti sepucuk surat darinya.Namun semuanya nihil.Semuanya kandas.Semuanya hanya omong kosong nya belaka.Oh Tuhan....beginikah kisah cintaku ?
Ternyata benar kata pepatah:
Kami menunggu saat perpisahan tiba.Berbagai macam kegiatan dilakukan di aula sekolah.Dan tiba-tiba,namaku "Amna Yunda" dipanggil oleh ibu guru yang menjadi MC acara perpisahan,diumumkan bahwa aku mendapat predikat nilai yang "TERBAIK" pada uji kompetensi se kabupaten Aceh Utara,
saat itu.
Dari kelompok pria,diraih oleh Mulyadi (kami memanggilnya Mulyadi saja).Dia teman sekelasku sewaktu di kelas satu.
Aku sempat terkejut dan tak percaya,bahwa namaku dipanggil.Karena,aku merasa diriku biasa-biasa saja.Tidaklah terlalu pintar.Karena,di kelasku,sahabatku yang bernama Tutiq Nurhasanah,dia yang paling pintar di sekolah.Walaupun dia sedikit sombong.
Akupun maju ke altar,dan oleh bapak Bupati Aceh Utara,Bapak Tarmizi A. Karim .Beliau menyerahkan piagam penghargaan untukku.Dan kulihat ibuku sempat menangis terharu.Karena,aku yang tak ingin lagi bersekolah,semenjak wafatnya bapakku..tak menyangka bakalan begini akhirnya.
Akupun sempat berpose dengan pak Bupati,beserta staf nya.Dan juga namaku dimuat di koran Serambi Indonesia,waktu itu.Alhamdulillaah,aku bersyukur.Dan aku juga mendapat beasiswa di 4 Universitas terkenal di Indonesia.Waktu itu,aku pengiriman ke Universitas di Bali,Yogyakarta,Padang dan Medan.
Walau akhirnya aku tak jadi kuliah,dikarenakan ibuku adalah orang yang tak mampu.Aku tak ingin membuat berat beban ibuku.Walau akhirnya,cita-cita ku menjadi guru seni rupa,harus kandas di tengah jalan.
Aku bersyukur,karena sempat menamatkan bangku SMK.
Tak lama setelah acara perpisahan,Abdoel Rokhim memanggilku,kami berjanji akan saling tukar menukar benda kenang-kenangan.Dia mengajakku lagi ke Pantai Ujong Blang.Yang tak jauh dari lokasi rumah sekolahku.
Setelah kami sampai disana,diapun memesan makanan dan minuman.Kami ke pantai beramai-ramai dengan sahabat-sahabatku yang lain.Aku dan Abdul,satu meja berdua.Kami melihat teman2 mulai mandi-mandi di tepi pantai.
Kami tertawa tawa melihat aksi teman-teman yang lucu-lucu.Hingga akhirnya,Abdoel mulai berbicara padaku.
"Na....kamu bikin apa untuk saya?"
"Amna bikinin kamu tas makrame,dul.Warna nya merah hati.Ini dia tas nya"sahutku sambil mengeluarkan tas buatanku.Dan kuletakkan di atas meja.
"Cantik banget ya na.Kayak yang buat"katanya.Akupun tersipu malu.
"Enggak juga lah...Semoga kamu suka dengan tas hasil karya amna sendiri ini ya dul" kataku sambil tersenyum.
"Tentu aku sangat dan sangat suka,na.Karna ini adalah buah tangan dari orang yang aku sayang.Makasi banyak ya na".
"Iya dul....sama-sama"..sahutku.Lalu tanyaku..
"Dul...untuk na...kamu bikin apa ya? "
"Coba tebak...kira-kira saya bikin apa?"
"Hmmm.....na gak tau dul.Kan,kamu tak pernah mau bilang sama na.Kamu bikin apa" ujarku sambil merengut.
"Jangan ngambek lah na..sini...senyumlah untukku.Lihat,dul bikin apa untuk kamu".katanya sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.
Begitu kubuka....akupun sempat terperanjat.
Rupanya,dia membuatkanku sebuah bingkai berukuran 12 inchi,berwarna biru muda,bertuliskan kaligrafi asma Allah "BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM",yang dilapisi kaca,lengkap dengan ukiran namaku,tempat tanggal lahirku,dibawah tulisan kaligrafi.Dan,ada sedikit ruang untuk tempat fotoku disana.Rupanya,fotoku telah ada disitu.
Di sudut bawah bingkai,tertulis tulisan indah:
"Friendship never die" dan "I Love You".
Rupanya,dia membuatkanku sebuah bingkai berukuran 12 inchi,berwarna biru muda,bertuliskan kaligrafi asma Allah "BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM",yang dilapisi kaca,lengkap dengan ukiran namaku,tempat tanggal lahirku,dibawah tulisan kaligrafi.Dan,ada sedikit ruang untuk tempat fotoku disana.Rupanya,fotoku telah ada disitu.
Di sudut bawah bingkai,tertulis tulisan indah:
"Friendship never die" dan "I Love You".
"Dul....cantiknya bikinan kamu dul.Ini untuk na,ya?"
"Iya na.Itu spesial untukmu"katanya sambil tersenyum.
Akupun menangis.Antara senang dan sedih.Senang,karena aku bisa berjumpa untuk yang terakhir kalinya.Dan karena hadiah yang dia janjikan untukku.Sedih,karena itulah kali terakhir aku bercanda dengannya.Duduk berdua dengannya.
Ketika kedua benda telah kami terima masing masing,Abdul menghapus air mataku dengan tisu.
"Na,kamu mau kan,menunggu ku? aku ingin menikah dengan kamu,na.Aku ingin menjadi suami untukmu.Kamu mau kan.Menungguku hingga aku berhasil ? Aku meminta waktu selama 2-3 tahun.
Tunggu aku ya na.Aku pasti akan datang,datang menjemputmu.Datang menjumpai orang tuamu,biadadariku".
Tunggu aku ya na.Aku pasti akan datang,datang menjemputmu.Datang menjumpai orang tuamu,biadadariku".
Aku semakin menangis terharu mendengar pengakuannya.
"Selama ini...kenapa kamu gak pernah bilang suka atau sayang sama aku,dul ? Selama ini,kamu selalu cuekin aku.Kamu dekat dan selalu jalan bersama fitri,sahabatku sendiri.Aku lebih baik mengalah dul.Demi kalian berdua".ujarku.
"Na,aku tak pernah menyukai fitri.Aku cuma sayang sama kamu.Kamu tau,betapa sakit dan tersiksanya batin ku.Apalagi,sewaktu kulihat wajah kamu yang sedih,melihat kami duduk berdua.Na....aku gak sanggup jauh dari kamu.Aku gak sanggup menyakiti kamu.Jujur,,aku gak sanggup pisah sama kamu.Aku tau...inilah cinta sejati kita na.Walau aku tak pernah mengungkapkan rasa sayangku,tapi aku curahkan lewat perhatianku ke kamu,na".katanya sambil memandang wajahku.
Dan aku semakin menangis......Aku larut dalam kesedihan.Mataku tertuju ke arah laut lepas.
"Terus......bila amna menunggumu selama 2 sampai 3 tahun dul....Apakah kamu benar-benar akan menjemputku,walau dimanapun aku.Walau bagaimanapun aku?"
"Iya na...tolong kabari aku terus.Tolong surati aku na.Aku ingin kita tidak putus komunikasi walaupun kita berpisah".
"Dul...na takut...na takut kamu lupain na.Na takut kehilanganmu".ujarku sambil menangis.
Abdul makin mengusap air mataku.Dan,tiba-tiba dia memelukku erat.Sambil menangis,dia berucap.
"Na....abdul janji..Abdul janji akan melamarmu bidadariku."sambil melepaskan rangkulannya.
"Iya...amna akan menunggumu dul..Na akan tunggu,demi kisah kasih kita berdua.Berjanjilah dul.Kamu akan setia untukku.Dan na juga akan setia menunggu kamu.Oya dul,mungkin....na sekeluarga akan pindah ke Takengon.Walaupun tak tahu,kapan akan berangkat.Semenjak bapak wafat,keluargaku,saudara saudaraku yang berada di Takengon,meminta kami agar berkumpul disana" kataku sambil menyeka air mataku.
Sakit banget rasanya....perpisahan waktu itu.:'(
"Dimanapun kamu berada na.Tunggulah abdul ya.Tetap berkabar,dimana alamat rumah na".
"Iya dul...na janji untuk kamu".
Kamipun lalu pulang beramai ramai.Aku dan abdul terdiam seribu bahasa.
Tak ada satu patah katapun yang terucap.
Tak ada satu patah katapun yang terucap.
Itulah kali terakhir aku melihat kasihku,Abdoel Rokhim.
Kami saling menangis,untuk perjumpaan yang terakhir kalinya.
:'(
:'(
***
Semenjak tamat SMK.Sepucuk suratpun tak pernah kuterima.Telah 4 x kukirim surat ke alamat yang pernah ditulis Abdoel di diaryku.Sedikitpun tak ada jawaban.Aku menunggu segala janji-janji yang pernah ia ucapkan sewaktu di pantai itu.Bulan demi bulan kulalui,tak terasa,akhirnya akupun sekeluarga pindah ke kota dingin Takengon.Sebelum aku pindah,aku telah mengirim surat untuk yang terakhir kalinya buat dia.Kutuliskan beserta alamat ku ketika berada di Takengon nanti.
Namun harapan tinggal harapan.Aku bagaikan pungguk yang merindukan bulan.Setiap pria yang hadir dalam hidupku,selalu kutolak.Aku tak ingin mengecewakan Abdul.
Tak terasa,2 tahun sudah aku menanti nya.Menanti sepucuk surat darinya.Namun semuanya nihil.Semuanya kandas.Semuanya hanya omong kosong nya belaka.Oh Tuhan....beginikah kisah cintaku ?
Ternyata benar kata pepatah:
" CINTA TAK HARUS MEMILIKI "
Oh Tuhan...
Betapa menyakitkannya akhir sebuah penantianku yang tiada akhir.
Dari Aku Yang Terluka.
:'(
:'(
*****************
Note:
Kisah ini kutuliskan untukmu,sahabatku..Orang yang pernah menyayangimu.
Dan aku,adalah orang yang pernah engkau sayangi dulu.
Abdoel Rokhim.
Jujur ku akui,aku tak pernah bisa melupakanmu.
Seperti syair lagu yang selalu kau nyanyikan untukku.
"Semilirnya...angin malam ini.
Membuaiku....larut dalam lamunan.
Hayal tentang keindahan...dunia fana ini.
Bila kita bersama....selamanya.
Kasih semu...yang pernah kau curahkan.
Kubawa di...perjalanan hidup ini.
Tapi resah dan gelisah...selalu menghantui.
Karna...sikapmu yang tak pasti.
Kucoba melupakan dirimu.
Karna kutau pasti sifatmu.
Agar aku tak slalu rindu padamu...kasih.
Semakin aku lupakan...
Semakin aku sadari.
Cintaku hanya untukmu...
Seorang.
Tiada yang lain ".
By:
FENOMENA.
Abdoel,bila engkau telah berumah tangga,Kukan selalu mendo'akan semoga engkau bahagia,di dunia hingga akhirat.
Bila engkau telah tiada,kudo'akan agar kau berada di Jannatul 'Ain bersama syuhada.
Aku selalu berharap...dan berharap.
Akulah bidadari syurga_mu.
Seperti yang sering kau ucapkan dulu.
Di setiap shalatku.
Do'aku selalu untukmu.
Bila engkau telah tiada,kudo'akan agar kau berada di Jannatul 'Ain bersama syuhada.
Aku selalu berharap...dan berharap.
Akulah bidadari syurga_mu.
Seperti yang sering kau ucapkan dulu.
Di setiap shalatku.
Do'aku selalu untukmu.
Abdoel...
Bila suatu saat amna telah tiada..
Dan bila suatu saat kau telah menjumpai catatan kecil ini.
Amna harap kamu mau memaafkan segala khilafku.
Maafkan aku,yang tak pernah bisa melumpuhkan ingatanku tentangmu.
Maafkan aku,yang tak pernah bisa melumpuhkan ingatanku tentangmu.
Sebelum aku tak ingat apa-apa lagi,
Dan sebelum aku tak bisa apa-apa lagi.
Kutuangkan curahan isi hatiku yang terpendam,disini.
Dan sebelum aku tak bisa apa-apa lagi.
Kutuangkan curahan isi hatiku yang terpendam,disini.
Perasaan itu kupendam hingga belasan tahun lamanya.
Karena memang...
Semakin aku lupakan...
Semakin aku sadari.
Cintaku hanya untukmu...seorang.
Tiada yang lain.
Takengon,21 Februari 2014.
20.03 PM.
In my sweet home.
Wassalam.
( Kutulis catatan ini,
Tepat 14 tahun sudah setelah kita berpisah,
Sejak saat itu,abdoel )
Takengon,21 Februari 2014.
20.03 PM.
In my sweet home.
Wassalam.
Just for you:
Abdoel Rokhim...Lahir:Cot Girek,6 Agustus 1982
( Hanya foto ini yang masih tersimpan sama saya,doel.
wajahmu,kenangan mu,semuanya masih tersimpan di hatiku)
( Hanya foto ini yang masih tersimpan sama saya,doel.
wajahmu,kenangan mu,semuanya masih tersimpan di hatiku)
From me:
Amna Yunda...Lahir:Takengon,01 Mei 1982
***
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar