TSUNAMI ACEH

 MENGENANG SEPULUH TAHUN TSUNAMI ACEH 











Aceh didalam sedih selalu,
Tak pernah hentinya melinang air mata ku.
Tentang musibah besar ditahun yang silam dulu
Tanggal dua puluh enam di hari minggu,
Jam delapan pagi telah terjadinya tragedi naik nya gelombang besar air laut kedaratan ku,
Kata orang jepang ialah gempa stunami.
Kata islami musibah derita. 


Datang nya dua gelombang,
Datang nya bala dari gempa stunami,
Mengenang dasyatnya musibah itu
Anak kecil dan umi umi pun berserta saudara-saudara dibawah arus besar oleh air laut yang mencapai ketinggian kurang lebih 30 meter tingginya.

Jeritan di hari itu tidak bisa kita lupakan.
Mungkin tragedi karna tingkah laku kita dan lupanya kita kepada sang pencipta
Yaitu ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA.


Dengan mengenang sepuluh (10) tahun stunami aceh mari kita berdo'a
Kepada saudara saudara kita yang telah syahid didalam stunami 2004

Dan kita harus selalu bersyukur berserta dalam mengigat selalu dengan Perdamaian aceh yang membawa kebaikan untuk menyambut tahun 2015 nanti.

Dan mari kita mengenang semua tentang sobat, keluarga atau pun orang tua kita yang telah dilanda gelombang stunami dan ber do'a,

Semoga Mereka Selalu Disisi ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA.

AL-FATIHAH...


*ACEH.
26 DESEMBER 2004.



SAHABATKU...
SAUDARA SAUDARIKU..

BAIK INSAN TAK BERNAMA,
DAN JUGA INSAN TAK DIKENAL.

KALIAN TETAP ABADI DI RELUNG HATI KAMI.


DO'AKU SELALU MENGIRINGI KALIAN SEMUA.
KAMI JUGA AKAN MENYUSULMU,SAHABATKU.


TERIMA KASIH BANYAK,
ATAS PERSAHABATAN KITA DULU.
TERIMA KASIH BANYAK DARIKU.

MENGAPA RASA ITU ADA ?


 SEGI ENAM PATAH SISI


Hari demi hari …
Kulalui dengan adanya dirimu.
Namun kutau kita bukanlah sepasang kekasih.
Tapi, kita pernah ada dalam ikatan itu.

Kita pernah bersama, bercita-cita untuk masa depan kita
Walau kini semua hanya tersisa kenangan.
Yang kufikir, telah kuhancurkan …


Aku tau …
Aku yang menyudahi perjalanan kita
Aku lenyapkan masa depan kita, dalam sekejap.
Aku memang pendusta!
Aku pengkhianat!


Aku sadar …
Aku bukan sosok yang bisa membuatmu selalu tersenyum.
Tapi percayalah, aku akan selalu berusaha untuk itu.
Aku akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia.
Walau kini hanya ada AKU dan KAMU, ‘bukan’ KITA


Ku rasakan perbedaan yang amat terasa,
Pada diriku dan yang pastinya pada dirimu.
Ketika ‘aku dan kamu’ bukan lagi satu,

Senyum lebih terlukis?
Tawa lebih tercipta?
Ini memang jalan terbaik untuk ‘aku dan kamu’ …
Pernahkah kau berfikir untuk aku dan kau kembali?


Terkadang aku terfikir …
Tapi aku sudah terlanjur dengan keadaan yang seperti sekarang
Keadaan yang menempatkanmu sebagai sahabatku.

Bukan...tapi lebih dari itu !

Sejujurnya aku takut kehilanganmu.
Aku selalu takut untuk kehilanganmu,sahabat.


Kumohon, jangan pernah kau pergi dariku
Meski suatu saat nanti, aku, kau, atau aku dan kau …
Telah menjalani kehidupan baru masing-masing,
Atau bahkan dengan pasangan masing-masing,
Jangan pernah kau lupa denganku.

 Ingatlah aku selalu …
Sahabatmu …
Sahabat yang juga takkan pernah melupakanmu.

***


Zacky,sahabatku pemilik MODE COLLECTION,TAKENGON.
(Terima kasih atas perhatianmu untukku,sahabat)

 HAI SAHABATKU


Sahabatku...
Aku tak tahu apa yang terjadi padaku.

Terasa sakit bila mengingatnya
Terasa bahagia bila bisa dekat dengannya
Terasa lemah bila dihadapannya.
Terasa seperti angin yang hanya berlalu
Terasa seperti terabaikan.


Apa yang dia mau Tuhan?
Apa arti lambaian tangannya ketika ia pulang?
Apa aku terlalu mengaguminya
Pesona yang terpancar darinya
Seakan tak terkalahkan orang perasaanku sendiri.


Tolong hapus memori ini tentangnya Tuhan...
Dia seakan seperti mimpi buruk
Datang lalu membangunkanku disaat aku lelah.

Aku ingin melupakannya
Aku ingin fokus untuk belajar lagi
Tapi setitik hatiku masih menanti.

Ucapan penyemangat untukku dari mereka.

Apa aku berlebihan Tuhan?
Terlalu mengagumi tanpa ada alasan
Terlalu berharap yang tak mungkin tersampaikan.


Desember...

Izinkan ia pulang dan meneruskan kehidupannya
Izinkan aku juga untuk melupakannya
Dia bahagia dengan kehidupannya
Dan aku harus lebih bahagia dari kehidupanku.


***

TAK MUNGKIN KITA BERSATU
Chandra,sahabatku dari Padang.
Tugas di batalyon di Bener Meriah.
Kini menjadi adik angkatku.
(Maafkan aku,sahabatku)

Aku telah terlanjur mencintai langit malam dan taburan bintang-bintangnya
Walaupun semua hanya ilusi, bagiku itu indah.

Dan untuk kedua kalinya
Aku kembali terbuai oleh sebuah ilusi
Ilusi akan indahnya jika aku bisa memilikimu seutuhnya.

Mungkin memilikimu di ibaratkan,
Seperti seseorang yang berharap bisa melihat fatamorgana di malam yang mencekam tanpa cahaya
Seperti melihat pelangi tanpa mentari
Seperti menunggu hujan di padang safana.


Terimakasih ,
Karena engkau mau membuka celah di antara jari-jarimu untuk ku
Mau sedikit bersandar di bahuku pada waktu itu.
Semua masih terasa sampai detik ini
Karena di dekatmu aku merasakan keindahan yang berbeda.


Chandra.

***

RISAU KU

Lebih baik aku menjadi diriku sendiri dengan seluruh kekuranganku 
Dan seluruh warna jiwaku,,,
Meski ribuan orang membenci.

Dari pada aku harus menjadi yang bukan diriku dengan puluhan topeng kepalsuan 
Untuk mendapatkan simpati, sanjungan dan segala macam yang menduniawi.


Karena jasad dan jiwa adalah titipan pada dunia yang fana, 
Jasad dan jiwa yang berjalan dalam pencarian dengan seluruh lembaran takdir diri,
Yang akan dipertanggungjawabkan nantinya.

Kita adalah jasad dan jiwa yang melewati dosa dosa 
Pada perjalanan pencarian tuk menuju yang abadi.

***

Uwin Aradi,
Sahabatku yang bekerja di DPR RI,Jakarta,


Surya,atau sering kupanggil Bakti.

(selalu berantem bila bertemu,tapi kangenin bila berjauhan)



PERSAHABATAN


Persahabatan bukanlah hal yang mudah.

Tidak mudah untuk dijalani.

Tidak mudah untuk dipahami.

Tetapi mudah untuk memberikan rasa bahagia.

Sahabat adalah seseorang yang berharga.

Cinta kasih dibangun dalam sebuah ikatan.

Ikatan kebahagiaan yang selalu menyatukan sanubari.

Takkan mudah dilupakan dari benak hati.

 

Hidupku takkan lebih indah tanpa kalian.

Takkan lebih berwarna tanpa lengkungan senyuman kalian.

Takkan lebih bermakna tanpa uraian kasih kalian.

Oh Sahabat..

 

Hanya untaian rasa terima kasih yang ingin ku curahkan untukmu.

Hanya secercik kata maaf yang ku lontarkan jika aku sering melukai hatimu..

Terima kasih sahabat...

Aku menyayangi kalian.



Riel Dazzeta.
(Maafkan aku,karena umur kita yang jauh berbeda)


~* KENDURI SASTRA TAHAP II *~

                                            
                                                    KENSAS (KENDURI SASTRA )


Disela kesibukanku, aku berusaha mengikuti setiap event yang dilakukan oleh komunitas menulis yang kuikuti, salah satunya adalah RIKOKETA (RIntisan KOmunitas KEpenulisan TAkengon). Nah, pada tanggal 21 Desember 2014 kemarin, adalah bertepatan dengan acara KENSAS (KENduri SAStra) yang dilaksanakan di beranda Mesjid Raya Ruhama, Takengon. Yang mengadakan acara, adalah Dik Rasnady Nasri selaku pemateri, beliau adalah salah satu kandidat dari Komunitas Garis Tepi yang berada di Kabupaten Bener Meriah. Beliau juga salah satu anggota dari Forum Lingkar Pena Aceh.

Awalnya aku berpikir, bahwa yang mengikuti kensas tahap ke dua kali ini, melebihi sewaktu acara kensas pertama, bulan lalu. Namun semuanya meleset. Karena banyak dari para sahabat, yang tidak bisa hadir mengikuti event ini, kebanyakan diantara mereka jatuh sakit.

Aku tiba di Mesjid Raya Ruhama pukul 09.15 pagi. Setelah sampai di depan mesjid,a ku hanya bisa melongo menatap sekelilingku, karena tak ada satupun orang yang kulihat ditaman.
"Hm... mungkin mereka di belakang mesjid,"  ujarku dalam hati.

Akupun berjalan menyusuri ubin yang tersusun rapi di taman mesjid. Dan memperhatikan seni relief setiap inci demi inci arsitektur taman yang belum selesai dibuat. Ternyata Tanah Gayoku mencetak banyak para seniman seniman yang bermutu, yang kebanyakan dari mereka belum ditemukan wadah untuk memperluas hobinya tersebut. Seperti sebuah komunitas bagi pecinta seni lukis, seperti komunitas HISSEL yang berada di kota Lhokseumawe, yang digagasi oleh Abang angkatku, Bang Afriandi. Aku juga masuk ke komunitas itu, walaupun tenagaku belum ada, dan hasil karyaku di seni rupa juga belum satupun kuselesaikan. Karena aku masih terlalu sibuk dengan kegiatan lain di Takengon sini.

Aku tak tau, rencana beliau yang ingin membuat satu komunitas melukis di kota dingin ini, belum terpenuhi lagi. Dikarenakan, lukisan wajah Bapak Bupati Aceh Tengah, lukisan wajah Wakil Bupati Aceh Tengah, lukisan Mesjid Raya Ruhama, Danau Laut Tawar, semuanya tentang Takengon, belum selesai dikerjakan oleh mereka, sahabat-sahabat seniman di Lhokseumawe.

Ah.... pikiranku melayang jauh ke Kota Petro Dolar tersebut. Segera kubuang segala keindahan pengalamanku selama berlibur disana beberapa bulan yang lalu. Akupun berjalan perlahan hingga tiba ke belakang mesjid.

Sampai di sana, kulihat Bang Sayyid Fadhil Asqar, Dik Rasnadi Nasry, Dik Dinni Syafriyuni, dan Dik Misna, sedang asyik berbincang di bawah pohon yang rindang, tepat di seberang SLTP N 1 TAKENGON.

"Assalamu'alaikum semuanya." Salamku menyambut mereka semua.
"Wa'alaikum salam warahmatullah." Sahut mereka serempak.
Tradisi nge sun pipi kiri kanan, dan salam jabat erat silaturrahim muslimah, pun kami lakukan setiap bertemu.

Dengan senyum ramahnya, Dik Dinni langsung menyapaku.
"Eh, Kak Amna udah datang. Adik juga baru sampai nih, Kak," ujarnya sambil mengutak atik ponselnya.
"Iya, dik. Kakak kira, kakak udah telat dik". Sambungku.
"Enggak, kak. Oh iya kak. Kak, Dini minta nopenya, dong. Ponsel adik baru di instal, jadi, semua nomor teman-teman, sudah tak ada lagi kak. Termasuk nomor kakak".
"Oke deh. Ini dik". Lanjutku sambil memberikan sejumlah nomor padanya.

Lalu mataku tertuju ke arah Dik Misna dan bertanya:
"Aduh dik, kakak lupa dengan nama adik. Tolong ditulis di buku kakak ini ya". Kataku sambil tertawa
"Hahahaha.... kakakni lah. Padahal kita juga ada jumpa ya kak. Beberapa waktu kemarin, di Kebayakan" ujar Dik Misna sambil tertawa.
"Iya, dik". Sambungku secepatnya.

Puas kami berbincang, lalu mulailah kami semua konsentrasi.
Bang Sayid dan Dik Nasri berdiri. Sedang aku, Dik Dinni dan Dik Misna duduk di bundaran taman. Memperhatikan bagaimana Bang Sayid dan Dik Nasri bercerita tentang Jokowi dan segala macam politik di negeri ini.

"Aduh... kakak gak pernah suka politik, dik". Bisikku pada Dik Dinni.
"Kenapa ,kak?" Jawabnya.
"Kakak suka pusing dengan masalah di dalamnya. Hm.. jadi, mending kakak fokus di permasalah masak memasak kek, sastra kek, apa saja lah.. yang penting jangan politik"Kataku sambil menutup mulut setengah berbisik.
"Hahahaha... Kakakni lucu kali lah". Dik Dinni dan Dik Masni tertawa cekikikan.


Sampailah juga aka lakun Zuhra Rahmi. Beliau langsung memarkirkan motornya dibawah rimbunan pohon, di area parkir. Detak jam pun berlalu sangat cepat. Tanpa terasa, jam di tangan menunjukkan pukul 10.15.
Kata Dik Nasri.
"Kayaknya yang hadir cuma segini ya .Kalau begitu, kita mulai saja ya, acaranya".
"Boleh.. boleh.. boleh". Jawab kami dengan kompak.

"Dimana ya kira kira, kita-kita duduk santai dengan suasana yang nyaman, gitu?" Tanya Dik Nasri.
"Gimana kalau kita ke Hip Burger aja, Bang?" Tanya Dinni.
"Hm.. nanti, tak cocok pula sama teman- teman yang lain, gimana?" Jawab Bang Sayid.

Setelah berembuk dengan semua teman-teman, akhirnya kamipun sepakat, untuk berbincang sastra nya di teras Mesjid Raya Ruhama saja. Karena lebih sejuk, dan nyaman.

Kamipun duduk melingkar, dengan membuka tas masing-masing. Mengeluarkan buku dan pulpen untuk menulis nanti. Mulailah Dik Rasnadi memberi materi tentang menulis. Sambil sesekali, Bang Sayyid sibuk dengan dokumentasinya.


Kami sedang serius mendengarkan Kak Lakun Zuhra yang bercerita tentang semesta Matematika dalam kehidupan ini.

Mulailah ke acara inti..

Bagaimana kiat-kiat yang diperlukan dalam menulis cerpen.

Tips-tipsnya antara lain:
1.Menangkap ide.
Langkah awal agar bisa menulis cerpen adalah memiliki ide cerita. Ide cerita itu tidak harus rumit. Kejadian sehari-hari yang dilihat atau dialami bisa menjadi ide cerita.

2.Menulis dengan gaya bahasa sendiri.
Langkah selanjutnya adalah menulis dengan gaya bahasa sendiri. Orang yang bisa baca tulis tentu bisa melakukannya.

3.Membuat paragraf pembuka.
Tulisan yang digores pertama adalah paragaraf pembuka. Membuatnya tidak perlu rumit-rumit. Ada yang mengibaratkan bagian ini seperti manekin (patung pajangan) yang dipasang di etalase sebuah toko. Hal itu berarti harus menarik, agar pembaca terus terpancing untuk membacanya.

4.Merangkai alur dan plot.
Langkah selanjutnya adalah melanjutkan paragraf yang telah ditulis. Merangkai kejadian demi kejadian, dialog demi dialog, narasi demi narasi. Alur dan plot akan terbentuk dengan sendirinya, Tuliskan saja apa yang ada di kepala.


5.Membuat paragraf penutup.
Paragraf penutup sangatlah penting, Bagaimana sebuah cerita menjadi lengkap dipengaruhi oleh bagian ini. Jika bagian yang disebut ending ini bagus, maka cerpenpun bisa terdongkrak menjadi cerpen yang bagus. Bagian ini dapat ditulis dengan ending tertutup, ending terbuka dan ending mengejutkan.

6.Mengendapkan tulisan.
Setelah cerpen selesai ditulis, dapat diendapkan terlebih dahulu. Waktunya bisa singkat, bisa lama. Tergantung penulisnya. Pengendapan ini untuk memberi jeda sebelum diedit.


7.Mengedit tulisan.
Cerpen yang telah diendapkan kemudian dibaca lagi. Hal ini untuk mengetahui kesalahan tanda baca, EYD, logika cerita, dan sebagainya. Setelah itu berarti tulisan siap disajikan.

8.Menulis lagi, belajar lagi, menulis lagi, dan seterusnya.
Setelah menulis satu cerpen, jangan cepat puas. Setelah ada yang menganggap cerpennya bagus, jangan cepat puas. Setelah cerpennya cumuat di media cetak, jangan cepat puas. Demikian seterusnya. Menulis lagi, belajar lagi, dan menulis lagi.

Di pertengahan penjelasan, muncullah Dik Zuliana Ibrahim. Dengan senyum ramahnya menyapa kami sambil berkata  "Assalamu'alaikum Kak Amna. Maaf, terlambat datang nih"
"Wa'alaikumsalaam warahmatullah Dik Ana. Iya dik, gak kenapa-napa," jawabku sambil tersenyum juga.
Salam jabat erat dan cium pipi kanan kiri, terjadi lagi.

Kami langsung mendengarkan materi yang disampaikan.

Lanjut Dik Nasri.
Tujuan utama dalam menulis:
1.Bahasa
2.Majas.
3.Strip; membuat panel per panel.
4.Tokoh
5.Alur cerita.
6.Setting.
6.Amanat.
7.Gaya bahasa.
8.Diksi; pilihan kata.

Kami semuanya mengerti dengan penjelasan tersebut. Lalu kamipun diberi tugas, masing-masing membuat cerpen, diberi waktu 10 menit untuk berpikir dan menulis. Diberikan clue pada secarik kertas. Dengan clue tersebut, paragraf yang dibuat, mengandung ketiga kata yang terdapat pada kertas.








Aku mendapat kertas kuning, yang clue nya berisi tentang "GUNUNG, SENAM, KERETA"

Huft... dalam waktu sepuluh menit, yang kata Dik Zuhra "THE POWER OF KEPEPET", mau tidak mau, minimal satu paragraf pembuka cerpen, harus siap, tantang Dik Nasri.

Kamipun sibuk konsentrasi dan menulis dengan tugas masing-masing. Akupun akhirnya menulis dua paragraf sederhana, tentang gunung, senam dan kereta.

"Di pagi Minggu yang cerah, aku diajak oleh Kak Yus untuk menanam padi di sawahnya, yang terletak di lembah Gunung Genencang. Akupun menerima ajakannya itu, dan berpikir
"Ah, nanam padi kan sama saja dengan senam tubuh," Ada keasikan tersendiri dengan kegiatan di sawah. Karena sembari berbincang bersama teman-teman, ber hahoi wuiw. Disinilah letaknya kepuasan dalam hati. Dibonceng dengan kereta oleh Dik Tawar, kamipun melaju ke sawah.
Setibanya disana, kulihat segerombolan ibu-ibu sedang memasang kelubung di kepala. Dan akhirnya kamipun memulai menanam padi hingga sore hari".

Mau tidak mau, dalam waktu yang terjepit, jadilah juga paragraf sederhanaku. Cukuplah sementara kalimat pembuka cerpen. Dan tugas berikutnya, paragraf pertama ini dijadikan sebuah cerpen. Dan harus dikirim secepatnya.
Selesailah sudah akhirnya Kensas kedua ini. Kuberharap ada event-event selanjutnya yang lebih menarik dan semakin banyak ilmu yang bisa kudapat.

* Terima kasih untuk semua teman teman *

Salam aksara.

AMNA YUNDA
22 DESEMBER 2014.




































AKU BENCI

TUHAN,SALAHKAH AKU?



Tuhan,salahkah aku...
Sehabis membantu orang,
Lalu dia membunuhku perlahan lahan.


Aku seperti menolong ular yang terjepit.
Sehabis kutolong,dia menggigit.


Tuhan,salahkah aku...
Aku yang ikhlas membantu,
Lalu dipeloroti harta bendaku hingga habis.

Tuhan,salahkah aku...
Yang menjadi benci di dalam hati.
Setelah keikhlasan menjalani ?

Tuhan,salahkah aku...
Atas jerit di hatiku ini.
Atas rasa sakit dan dendam dalam dada.


Mengapa..Tuhan...
Mengapa...

Mengapa selalu aku ?
Mengapa mereka selalu memojokkanku.

AKU BENCI !
AKU BENCI MEREKA !

Tuhan...
Salahkah aku yang langsung bersumpah untuk mereka?

Tuhan...
Kumohon...

Dengarkanlah jerit hatiku.
Aku tak kuat menahan siksa batinku.

Tuhan...
Kumohon...
Berilah hidayah...
Kepada mereka mereka yang telah mendhalimiku
Dan Ibuku.


Tuhan...
Di sisa hidupku..
Aku bermohon padaMU.

~* PENGALAMANKU YANG TAK TERDUGA *~

KETIKA AKU DI TERIMA DI WORLD DEC COMPANY



Suatu malam di minggu yang lalu, salah seorang tetanggaku mendatangiku, dan menanyakan:
"Kak na. Ini, ada lowongan kerja. Kakak mau ikut, ke?"
"Emangnya kerja dimana ya, dik?"sahutku.
"Ada perusahaan besar kak, dibawah lisensi PBB. Oleh dunia, dinamakan "WORLD DEC", masih dibawah pengawasan Bank Dunia".
"Waduh...apa iya, dik? ujarku.
"Iya, kak. Kalo kakak gak percaya, kakak bisa buka situs ini" sambil memberikan sebuah situs tentang pekerjaan itu.

Begitu kubuka. Eh, ternyata tak ada muncul. Semuanya eror. Langsung kutanya pada adik itu.
"Dik, jangan-jangan, ini ilegal ya? Kan bahaya tuh."
"Mana ada kak. Banyak kok, orang-orang yang punya titel, ingin masuk kerja kesana juga kak. Sudah Dokterandes, Insinyur, dan lain sebagainya".
"Hm.. ya lah, kakak coba dulu lah dik. Walaupun nyali kakak ciut juga, karena bahasa Inggris kakak pun masih amburadul. Dan, kakak cuma tamat SMK".
"Iya kak, kalau bisa cepat ya kak. Karena, pendaftaran tinggal dua hari lagi. Ini gak peduli sarjana nya kak".
"Hm... iyalah dik. Insya Allah nanti kakak urus" Kataku setengah malas.

Rupanya situsnya memang sedang eror disaat itu.

Esoknya aku ke kota, dengan rutinitasku sehari-hari, mengantar kue bolu ikan buatanku, untuk diantar ke swalayan, toko dan puskesmas. Juga, pesanan orang, untuk acara tertentu. Dengan perasaan setengah hati, akupun berjalan menuju toko "FACHRY", untuk membeli segala perlengkapan untuk melamar pekerjaan. 
Kataku:
"Dik, tolong siapin semua yang kakak tulis di kertas ini ya, dik".
"Oke deh kakakku... tunggu ya," sahut Dik Lia dengan ramah. Dik Lia, sudah menganggapku seperti kakaknya. Beliau selalu curhat denganku, masalah apa saja. Dari masalah pribadi, pelajaran, eh, hingga keluarga. Waduh, lengkap ya. Akunya yang pusing, dengarin keluh kesahnya. Hihihi...

Akupun kembali ke rumahku. Dan malamnya langsung menyiapkan segala syarat-syaratnya.

***

Esoknya, aku menyerahkan syarat-syarat tadi pada tetanggaku. Dan berkata:
"Dik, ini, syarat lamaran tadi ya. Hadeh, kakak sebenarnya malas lah. Karena adik cerita, orang-orang masuk kesana, sampai membayar tiga hingga lima juta perorang. Lha kakak, mana ada duit segitu. Kan, kakak banyak tanggungan dik"
"Iya kak. Gak kenapa-napa. Mana tau kakak bisa lulus sensor nanti kak, ijazah kakaktu," sambungnya.
"Hm... lulus dari mana dik. Lha rata-rata yang melamar, bertitel S1, S2. Sedang kakak, cuma tamat SMK."
"Udah lah kak, jangan kusut gitu dong," hiburnya.
"Iyalah dik," sambungku senyum.

Akupun mengikuti tes dengan lancar, dan beberapa hari kemudian, aku diminta datang ke rumah wakil perusahaan itu. Rumah di depan Kantor Kependudukan Kota Takengon. Aku datang bersama Dik Sili. Sampai disana, akupun menanyakan, apakah visi dan misi dari perusahaan. Karena aku sungguh penasaran.

Cerita garis besarnya yang membuatku terkagum-kagum, adalah ketika sang wakil menjelaskan seperti ini:
"Dik, adik telah mengikuti tes, adik tak usah takut. Karena perusahaan ini bukan ilegal. Tapi perusahaan resmi dibawah bimbingan PBB. Dan para karyawannya dibayar atau digaji oleh Bank Dunia atau biasa disebut dengan sebutan "THE WORLD BANK".
Perusahaan ini telah lama direncanakan, semenjak kepresidenan Soekarno. Dulu, Indonesia pernah kalah oleh Negara Belanda. Belanda,membawa harta rampasan dari Indonesia ke negaranya. Indonesia juga pernah kalah oleh sekutu, yang diketuai oleh Negara Amerika. Dan, harta rampasan milik Indonesia, dibawa oleh sekutu ke negaranya. Sekarang, seluruh harta rampasan perang itu, dikelola oleh Bank Dunia. Nah, pada saat Presiden Soekarno dan Presiden John F. Kennedy mengikuti KTT NON BLOK, Presiden Soekarno meminta pada sekutu untuk menyerahkan harta rampasan perang Indonesia, untuk dikembalikan ke negara Indonesia. Dan Presiden John F. Kennedy, menyetujui akan hal ini. Pada saat perjanjian malam itu, ditandatangilah sebuah surat persetujuan dari kedua negara.
Namun naas bagi Presiden Amerika tersebut. Keesokan harinya, tepat tanggal 21 November 2011 pukul 20:38, Presiden Amerika tersebut tewas tertembak, dan itu sangat mengejutkan dunia. Dan juga bagi Indonesia sendiri. Ada rasa syukur sedikit dari pihak Indonesia, bahwa banyaknya saksi mata yang melihat Presiden yang menandatangani surat perjanjian hak balik harta Indonesia tadi.
Keadaan di Indonesia terguncang, oleh krisis moneter dan lain sebagainya. Dan salah satunya, dengan wafatnya Presiden Soekarno pada tanggal 21 Juni 1970.
Tetapi, ada tiga orang hebat yang berasal dari Indonesia, yang pernah disekolahkan oleh Bank Dunia. Dan ini adalah atas permintaan dari Presiden Soekarno. Mereka adalah:
 "HASAN TIRO" (berasal dari Aceh), beliau wafat 3 Juni 2010 lalu.
"SURYA PALOH" (berasal dari Aceh), beliau pemilik Metro TV, dan sekolah SUKMA BANGSA, yang berada di Aceh Jeumpa, Bireuen.
"NASRI BENG", yang kini bekerja di Bank Dunia. Beliau bersama putrinya, memegang kendali besar di Bank Dunia tersebut.
Dan, perusahaan kita ini, adalah wadah untuk menyalurkan bantuan dari Bank Dunia, ke seluruh Indonesia. Kita semua, adalah wakil dari Aceh Tengah, yang akan menyalurkan ke desa-desa, termasuk yang terisolir sekalipun. Disinilah awal karir kita. Dan kita harus berjanji teguh lahir dan batin. Dan, perusahaan tempat  kita bekerja adalah "ACEH TENGAH DEVELOPMENT COMMITTE". Dibawah komando Bapak Nasri Beng tadi." Tutup Pak Zul, Wakil ketua se-Kabupaten.

Ah, aku menghayati isi cerita sang wakil, dan kini menjadi mengerti. Dan aku melihat ratusan kertas dari para pelamar beserta ijazahnya, yang berpencar dari berbagai daerah di Kabupaten Aceh Tengah ini.
"Adik tak usah takut, ini tak ada kaitannya dengan syi'ah, perbedaan beragama, enggak ada. Malah, kita-kita disini, sembilan puluh persennya adalah muslim, dik." Kata Pak Zul tersenyum.
"Oh,iya pak" sahutku.
Dan tiba tiba... Wakil ketua, berdiri menyalamiku dan berkata:
"Selamat datang dik Amna Yunda. Anda terpilih menjadi sekretaris di perusahaan ini. Selamat bergabung dan semoga senang. Saya mewakili ketua menyampaikan hal ini."
Aku terkejut dan rasanya tak percaya dengan kata-katanya, dan bertanya
"Apa, pak? apa bapak enggak salah, pak?"
"Enggak, dik. Karena, kami melihat, pengalaman bekerja anda jauh lebih mantap daripada para pelamar lain.
Sekarang, semua pelamar yang diterima, sedang dibuatkan badge, sebagai tanda pengenal. Jadi, bila nanti salah satu dari kalian, ada yang dikirim ke luar negeri untuk tugas ini, kalian bisa menunjukkan tanda pengenal ini. Dan kalian selama di kontrak akan aman. Karena kalian telah otomatis dilindungi oleh PBB".
Akupun hanya menyambut tangannya dengan ujung jilbabku.
"Alhamdulillaah ya Allah..." Aku langsung mengangkat kedua tanganku. Dan langsung sujud syukur atas karunia ini. Terkejut, dan tak pernah menyangka, bahwa aku bisa lulus semudah itu. Padahal, dari awalnya, aku hanya setengah hati. Dan juga, pengalaman bekerjaku, hanya di tingkat koki pada
restaurant -restaurant. Dan relawan pada beberapa lembaga, dan seputaran desaku.

Aku semakin penasaran dengan perusahaan ini. Dan bertanya lagi dengan beraninya:
"Hm... pak, maaf, saya mau nanya. Perusahaan ini, apakah menyediakan asuransi, buat karyawannya?"
"Tentu dong bu. Itu jelas ada. Dan, bila ada keturunan, semuanya masuk daftar asuransi. Dan nanti, akan diusahakan, bagi tiap karyawan, bagi yang berprestasi, akan mendapat satu rumah per orang".
"Alhamdulillah pak. Saya senang mendengarnya. Terima kasih banyak ya pak," kataku bersemangat.

Lalu lanjutnya lagi,
"Apakah ibu tau, berapa nilai dana yang akan kita kelola untuk bantuan di Aceh saja? Semuanya ada 2000 Trilyun dik. Dan, semua para karyawan, diharuskan mengutamakan jujur, komunikatif, ramah dan jangan coba-coba untuk korupsi. Karena, walaupun lima ribu rupiah yang engkau sembunyikan, akan langsung ketahuan oleh Bank Dunia yang terletak di Washington D.C. Semua programnya menyatu ke seluruh dunia. Dan, sejak saat ini, kalian dikontrak selama tiga puluh tahun".
"Oh,begitu rupanya. Iya pak. Alhamdulillaah..." sahutku.

Setelah puas berbincang dengan wakil perusahaan, akupun pulang dengan hati gembira.Dan merasa tak sabar untuk memberi tahu pada ibuku, tentang berita baik ini.

***
Sehabis shalat maghrib dan makan malam, aku menemui ibu dan berbicara dengan halus. Sambil kucium tangan Ibuku, akupun berujar:
"Ibu... terima kasih banyak atas restumu, Ibu. Ibu, Amna lulus di perusahaan itu, dan amna ditetapkan sebagai Sekretaris dibagian Kecamatan, bu. Bila nanti berprestasi, bisa dinaikkan ke tingkat kabupaten, propinsi, nasional, bahkan dunia, Bu".
"Alhamdulillaah... ya Allah...." Ujar ibuku sambil menangis.
Aku langsung memeluk ibu dan berkata:
"Ibu, gak boleh nangis ya bu. Alhamdulillah bu. Amna bisa lulus sejauh ini. Banyak yang sarjana gak lulus bu. Dan banyak juga pakai uang sogok, agar bisa lulus. Rupanya, di tiap desa juga, banyak yang enggak lulus, bu." Aku menjelaskannya pada Ibuku.
"Alhamdulillah, kamu lulus dengan nilai murni, anakku." Ujar Ibuku sambil mencium kedua pipiku.
"Ibu, terima kasih atas do'a Ibu untuk na," kucium pipi Ibuku sambil menangis.
"Iya anakku. Bersyukurlah pada Allah Subhanahu Wata'ala yang telah memberimu rezeki".
"Iya bu. Do'akan semoga anakmu ini bisa berhasil Ibu. Agar kita bisa naik haji ke Mekkah ya, bu. Itu cita- cita Amna untuk Ibu dan Almarhum Bapak".
"Aamiin.. yaa Allah. Semoga niat baikmu diridhai Allah,anakku..." Kata Ibu sambil mengusap rambutku.

***

Akhirnya, perjuanganku kemarin itu tidak sia-sia.Pekerjaan yang awalnya kukira sangat rumit, ternyata sebaliknya. Karena segala keterbatasan dan kemampuanku, apalagi pendidikanku, rupanya membuahkan hasil.

Terima kasih Ibuku...
Peluk cium Ananda.


*Kenawat Lut,
12 DESEMBER 2014.


~* JIWA YANG GUNDAH *~



DUHAI JIWA YANG TEGUH MEMELUK IMAN


Duhai jiwa yang tak lepas bersujud di atas sajadahnya
Kau adalah lukisan di hati pemegang iman.
Indahmu sungguh tulus kala kalam-Nya Kau gemakan dengan cinta
Detikmu utuh untuk kau abdikan demi generasi umat diranah serambi mekkah.


Duhai jiwa teduh yang senantiasa terhijab dalam sabar
Kaulah hayat yang ikhlas dan teguh mengemban cinta-Nya
Hatimu tak terenyuh untuk berpaling dari cahaya terang Rabbmu
Demi semburat cinta zuhdi-zuhdi kecil yang lugu.


Duhai jiwa tenang penggetar iman dalam sukma
Kasihmu tulus menjabarkan cinta illah
Tak pernah kau sandurkan benci
Kala Tuhanmu menguji detikmu yang ikhlas
Kaulah pejuang yang meyakinkan jiwa dan raga
Demi menjalankan titah-Nya lurus.


Lenteramu indah
Seindah lukisan jiwamu dalam jiwa-jiwa penggengam iman.


Kau sejuk, bak telaga kala risau menjamah nyata
Kaulah jiwa yang tegar untuk dien-mu
Kaulah percikan iman, pengenggam ridha utuh rabbmu.

Duhai engkau jiwa yang teguh memeluk iman.

~* DUHAI LELAKI *~

TAMAN ORANG ORANG YANG JATUH CINTA



“Wahai yang bersemayam di dalam rasa dan diriku
Engkau jauh dari penglihatan dan pandangan
Engkau adalah ruhku jika aku tak memandangmu
Dia lebih dekat denganku dari segala pendekatan”

Angan-angan tentang dirimu ada di mataku
Ingatan tentang dirimu ada di mulutku
Tempat kembalimu ada di mulutku
Tapi kemanakah engkau hilang dariku?

Wahai yang bersemayam di antara perut dan iga
Sekalipun tempat tinggalmu berjauhan dariku
Kasih sayang tercurah untuk senantiasa mencinta
Jika engkau tiada menggapainya ia akan membumbung.

 
Ku cari alasan dari dosa yang ku lakukan
Tapi kau paksa aku menjadi pemutus tali
Kau bawa pergi akalku di kesempitan jurang
Setelah aku berumur akal itu kau bawa kembali
Itulah cinta kami yang berdampingan
Engkau telah mensigati dengan adil dan jeli.

Ya RABBI…..
Kusibukkan dia dengan cintaku.
Seperti ENGKAU sibukkan hatiku dengan cintanya
Agar menjadi ringan apa yang bersemayam di hatiku..
Aku memohon kepada dzat yang membalikan keinginan.

Hasratku kepadamu dan hasratmu kepadaku
Atau biarkan cinta mengalir di hatiku…


“Ada kafilah yang berlalu menjelang malam,
Jalan berdebu dan malam merambat kelam
Mereka menggiring hasrat menyatu dengan bumi
Perjalananpun tenggelam di balik ambisi.


Bintang malam menuntun yang mereka harapkan
Yang menggantung di atas bintang dan kenikmatan
Dalam pemeliharaan yang tidak di dapat orang lain
Tak peduli celaan orang yang suka melontar celaan “.

“Aku ingin memeluknya di saat hati sedang merindukan
Adakah kedekatan setelah kami saling berpelukan
Kucium mesra agar kerinduan itu sirna
Keinginan untuk bertemu semakin membara
Kobaran di hati belum jua terobati
Kecuali setelah dua hati saling mengisi”


“Tiba-tiba dia melihat sang kekasih
Tak sepatah katapun terucap dari lidah”
“Tanda cinta yang menyusup ke dalam hati
Ada yang berubah jika dia melihat yang di cintai”.


“Jika ku lihat panasnya cinta di dalam hati
Ku cari pancuran air untuk mendinginkan
Berikan padaku kedinginan air yang pasti
Karena dalam perut ada api yang menghanguskan”.

“Aku tidak tahu apakah pesonanya yang memikat
Atau mungkin akalku yang tidak lagi di tempat”
“Keindahannya pangkal segala keindahan
Dan magnetik laki-laki yang memandang”
“Cinta bukanlah karena keindahan dan yang tampak di mata
Tetapi karena yang menyatukan hati dan jiwa”.

“Ada getaran yang merasuki jiwa yang murah hati
Laiknya getaran dahan karena angin yang sepoi-sepoi”
“Engkaulah pembantai setiap pemabuk cinta
Pilihlah untuk jiwamu siapa yang kau pilih”

“Cintaku bersemi apa pun dirimu
Tak peduli keadaanmu dulu dan kini
Kau tak peduli kepadaku dan akupun begitu
Siapa tak pedulikan dirimu hendak memuji.

Aku menyukai mereka sekalipun dirimu seperti musuhku
Penilaianku terhadapmu sama terhadap mereka aku menilai
Kudapatkan kenikmatan jika ada yang melecehkanmu
Biarkan orang mencelaku karena cinta telah terpatri”.

~* KUMPULAN STATUS CANTIK DAN INDAH *~


NASIHAT IBU KU




`Yakinlah bahwa pertolongan Allah SWT itu akan selalu datang pada saat yang tepat,
Tidak cepat dan tidak juga lambat, tapi pada saat yang tepat.



`Jangan kerjakan yang haram, jauhi makhruh, hindari perkara yang ragu ragu,
Jalankan semua yang halal/wajib/diperintahkan oleh Allah SWT.



`Nasehatilah dirimu sendiri, jangan terlalu mengharapkan nasehat orang lain,
Sebab hanya kamu yang tau betul masalahmu sendiri,
Dan jangan lupa minta bantuan Allah.

`Jika kau mencari keridhaan Allah, 
Maka disana engkau akan menemukan bahwa batas itu tak ada 
Dan seluruh penghalang itu hanyalah awan awan  yang indah.

`Dilarang melaknat hujan dan angin, 
Karena itu makhluk Allah SWT juga. 
Berdoalah minta perlindungan dari keburukannya dan mintalah kebaikannya.


` Bismillah, 
Yuk lalui malam dengan diawali ibadah, 
Tidur dalam keadaan ibadah, 
Dan mengakhiri malam esok pagi dengan ibadah juga.


`Ya Allah, kelak matikanlah aku dalam keadaan membela agamaMu.
 Dalam keadaan seluruh dosaku Engkau ampuni. 
Dalam keadaan Engkau terima amal amalku,
Aamiin.

`Salah satu musuh terbesar kita adalah malas.

`Jangan menolak perubahan karena takut kehilangan, 
Karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu.

`Hidup ini simple kok, cukup taat sm Allah SWT, 
Beres kan.

`Orang cerdas melihat kedepan dengan segala keindahan 
Dan rintangannya sekaligus termasuk satu titik yang pasti dilalui,
Yaitu kematian sebagai jembatan akhir.

`Memaafkan dengan sempurna. 
Jangan lihat siapa yang sebenarnya salah dan seharusnya minta maaf, 
Karena memaafkan itu mulia.

` Buat para pemuda, jgn sampai salah pilih kawan. Kawanmu cermin kehidupanmu, kawanmu cermin agamamu, kawanmu cermin prilakumu.

` Bagi org2 yg berhati bersih, setiap kejadian apapun snantiasa mnjdi ilmu yg merupakan cahaya bagi dirinya dan sekitarnya.

 
`Sakit saat berjuangan itu hanya sementara. 
Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya.

` Anakku... 
Lelaki hebat itu yang mampu membuat wanita lain cemburu, 
Bukan membuat pasangan sendiri cemburu karena wanita lain.

`Anakku... 
Jangan pernah lupakan Jasa Orang Tuamu,
 Karena mereka lah kamu bisa menjadi seperti sekarang.

` Anakku... 
Berteman lah dengan siapa saja, 
Tapi bersahabatlah dengan orang yang berani mengingatkanmu ketika dirimu salah.

` Anakku... 
Ketika sedang menghadapi masalah, 
Fokus lah untuk menemukan SOLUSI atas masalah yang kamu hadapi.

` Anakku... 
Bahagi, sederhana, Bersyukur atas apa yang telah kamu miliki saat ini 
Dan tetap berusaha untuk menggapai impianmu yang belum tercapai.

` Anakku... 
Jika seseorang mulai diam,
Itu pertanda dia kecewa terhadap sikapmu.. 
Maka dari itu jagalah sikapmu terhadap sesama.

` Anakku... 
Dengan tersenyum mungkin tidak menyelesaikan masalahmu, 
Tapi itu membuat bebanmu menjadi lebih ringan.

`Anakku.. 
Carilah pasangan yang bukan hanya sekedar mencintaimu 
Tapi juga keluargamu, terutama Ayah Ibumu.

` Anakku... 
Lukadi  hati hanya menghambat hidupmu, 
Maafkan, relakan dan ikhlaskan, 
Fokuslah pada masa depanmu !

` Anakku... 
Carilah pasangan yang bersedia unttk menerima kekuranganmu, 
Dan membantu mu menemukan kelebihan dirimu dibalik semua kekuranganmu.

` Anakku... 
Memaafkan dan meminta maaf lebih dulu tidak akan membuatmu terlihat rendah dimata orang lain.

` Anakku...
Jika kamu ingin seseorang percaya padamu, 
Hal pertama yang harus dilakukan adalah 
Meyakinkan mereka bahwa kamu mempercayai mereka.

` Anakku...
Berhati-hatilah dalam memilih teman, 
Karena waktumu terlalu berharga tuk mereka yang tak pernah menghargai waktumu.

` Anakku...
Ketika kamu berhenti mengejar apa yang bukan untukmu, 
Maka Allah akan mempertemukan kamu dengan apa yang baik untukmu.

` Anakku...
Orang sukses mengurangi mengeluh. 
Walau dia tahu hidupnya tidak sebebas yang sekarang dipikirkannya. 
Hidup itu perjuangan.

` Anakku...
Marilah kita saling mengingatkan untuk kebaikan satu sama lain.

` Anakku..
Kesabaran memang penuh ujian, 
Jika kamu selalu lulus, kemenangan itu akan permanen selamanya.

` Anakku...
Single itu bukan berarti tak laku. 
Mungkin mereka hanya belum menemukan orang yang tepat untuk dipercaya. 
Komitmen itu mahal.

` Anakku..
Hidup ini tidaklah mudah. 
Banyak hal yang terkadang sulit diterima pun sulit dipahami.
Oleh karena itu,belajar adalah proses tanpa akhir.

` Anakku..
Jika ingin mendapatkan yang terbaik, 
Tak perlu sibuk untuk mencari yang terbaik, 
Tapi cukup dengan memperbaiki diri.

` Anakku..
Tak ada yang bersedia merasa sedih, 
Tapi banyak yang bersedia memikirkan hal-hal negatif yang membuatnya sedih.

` Nak... 
Cinta itu tidak cepat marah dan tidak kasar. 
Cinta itu lembut dan menginginkan kebaikan bersama, bukan menang sendiri.

` Anakku...
Walaupun engkau wanita, 
Tetaplah menjadi pribadi yang mandiri, 
Agar siap dengan kondisi yang tidak terduga.

 `Nak..
Menjadi jujur mungkin tidak akan memberikanmu banyak Sahabat, 
Tapi itu pasti akan mengantarkanmu kepada Sahabat yang tepat.

`Nak...
Yang terpenting bukan seberapa indah awalnya, 
Tapi bagaimana kamu menjaga awal yang indah itu hingga akhir.

`Nak...
Pada akhirnya kita hanyalah kenangan. 
Lalu kenangan seperti apa kita nanti 
Itu semua tergantung apa yang kita lakukan sekarang.

`Nak...
Kecantikan hanya kulit luar. 
Namun yang sangat penting adalah adanya keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa.

`Nak...
Hubungan  itu seperti kaca. 
Terkadang kita memilih untuk meninggalkan mereka yang pecah 
Karena sangat sulit untuk menyusunnya kembali.


***

Sekian dulu lah ya,dari saya.
Saya tak kuat lagi untuk mengetik sekarang ini.

Dari sahabat untuk sahabat.

^_^