~* PUISI JIWA KU *~

~* MERAJUT HARI YANG KELABU *~ 



Bukan benang yang tengah ku sulam.
Tapi helaian kegalauan yang berserak
Menutupi indah pandang pelataran hati
Hati yang remuk tak punya bentuk

Bukan juga aksara memuji yang ku toreh.
Tapi lubang-lubang duka minta ditambal
Karena nafas-nafas sesak tak pelik
Menghembus aroma busuknya rasa sakit

Kelambu-kelambu yang dulu merapat pun.
Tengah menganga tanpa terkunci melindung
Ya,melindung kotak hati agar tak terluka lagi
Agar kegalauan tak menyusup tanpa mengetuk

Namun,pertahanan hati terlanjur rubuh.
Tak kuat tenaga tuk menolak atau menampik
Karena telah temu titik lemah
Hancurpun mendera juga nantinya

Kegalauan ini tak ubah malam kelam.
Gelap tertampung mendung tak berbinar
Kosong tanpa cumbuan pijar bintang
Ataupun rembulan yang mengecup malam

Tersiksa...amat hati ini dikikis sakit.
Perih,ingin memekik pada sunyi
Namun,tertahan seluruh mampu
Tak izinkan mencurah pada malam kelabu.

*******


~* BAHASA HATI *~




Tak sampai kah warta bahasa hati ku
Yang ku titip pada angin berdesir
Tuk menilik cinta di seberang
Bahwa penanti mengharap balas

Tersesatkah ia pada kerumunan ragu
Atau tak terbaca penafsir asmara
Gundah aku menanti jawab
Rasa ku tergantung menunggu pasti

Detik,menit,bahkan hitungan hari
Yang ku nanti tak juga singgah
Balasan cinta dari tiga kata
Aku mencintai kamu

*****

~* ENTAH *~

Entah . . .
Berapa banyak lagi harus ku telan
Pahit getirnya ujian hidup ini
Tanpa selingan manis di tiap tetes
Atau kelegaan untuk sejenak bernafas
Walau satu detik yang tersedia

Entah. . .
Sampai kapan tinta kan habis
Menuliskan rinci hidup suramku
Padahal lembaran lembaran masih tertumpuk
Menunggu digilir untuk pencatatan

Entah. . .
Berapa banyak lagi tangis ku tumpahkan
Memenuhi alur pedìh yg kian rumit
Dan membuatku kehilangan daya

Entah. . .
Sampai kapan tubuh ini di dera
Padahal makin payah tuk menopang
Beban beban hidup yang terus melukai

Entah. . .
Entah. . .
Entah. . .

Dayaku hampir tanpa sisa
Habis,terkuras penuh. . .

*****

~* ASAKU YANG TERBANG *~


 
 
Angin malam berhembus mengusik lamunanku
Mendungpun menyusul
Mengacaukan sekejap indah malam

Rintik tetesan gerimis datang
Meramaikan sepinya malam ini
Lalu beralih menjadi hujan
Yang semakin mengusik ketenangan malam

Sang rembulan jua bintang hilang entah kemana
Tak ku temui lagi mereka dalam sudut malam ini

Hujan semakin deras
Guntur datang menghempas keheningan
Aku terpaku menyaksikan
Betapa tak indah malam ini
Tak indah jua seperti hatiku yang kelabu
Hati yang tertekan rasa sepi

*****
~* SAMUDERA AIR MATA INI *~


Mengering sudah. . 
Samudera air mata ini
Semenjak luka itu bermuara dalam relung hati
Terkikis perih mengendap dalam sanubari

Meng0yak jiwaqu yang terlanjur terdiam
Karena sembilu menyisakan kepedihan

Dalam hela nafas panjang
Aku merenung. .
Tentang makna dari rasa ini
Tentang Pedih. .
Tentang air mata, ,
Tentang jiwaku. .

Sakit hati ini karena mu
Yang menghantui hari indahku
Yang buat aku mengalirkan air mata yang sia sia
Yang membuatku kalut tenggelam dalam luka itu

Sakit hati ini. .
Ingin ku hapus dalam mem0ri . .
Ingin ku buang. ,menjauh dari hariku

Perlu kau tahu. .
Diri ini bisa sendiri tanpamu. .
Dan akan kembali,
Menggapai harapan yang ku dambakan
Sebuah kebahagiaan lain yang menantiku di ujung persimpangan. .


******

~* TUHAN...AKU INI SIAPA ? *~



Tuhan. .dalam pagi kali ini
Aku ingin mengeluhkan tentang sebuah jati diri
Tuhan. .mengapa aku tak mengerti tentang diri ini
Yang terkadang tak bisa memaknai seulas kata
Yang tersirat dalam lubuk batin ini

Tuhan. . Aku ini siapa?
Mengapa serasa bertubi2 tanya merasuki diriku
Aku terpaut dalam bingung
Aku tersesat dalam jalanku sendiri

Tuhan. .aku hampir menyerah
Mencari jawaban jati diri ini
Aku terpedaya oleh kata menyerah
Aku termenung oleh kata pasrah

Mengapa seperti ini Tuhan?
Andai aku menapaki jalan ku
Mengikuti jejak yang tak nampak ada ujung
Lalu aku melangkahkan kaki ini
Jejak jejak itu lenyap
Terkubur pasir yang tersapu angin
Lalu. . Kini apa?
Apa yang bisa ku jadikan penuntunku
Tuk mencari jati diri ini
Dalam perjalanan panjangku yang tak pernah ku temui yang ku mau

Tuhan. .
Diri ini Mengharapkan setitik penerang tuk kau kirimkan
Penerang unt jalanku yang merintang
Penerang unt jiwaku yang hampir hilang
.

******

~* RANTAI JIWA *~

Sesak rasanya dada ini
Ketika cintamu menyambut
Cinta yang membuatku bungkam
Tak punya kata kata

Tapi begitu pedih kisahnya
Terpisah jarak begitu jauhnya
Kau bilang dunia kita beda.


Kau pun bilang,

Aku adalah cahaya yang sulit kau gapai

Apakah merahnya mawar tak dapat menyentuh langit biru?



Kapan kiranya dapat menyatu
Aku ingin, hanya berdua
Menapaki putih pasir saat senja

Entah, aku menangis sekarang
Ketakutan itu datang lagi
Jika tiba masa perpisahan
Aku tak punya daya
Pertahananku ambruk seluruhnya
 


Aku takut. . .
Sangat takut berpisah
.

****

~* TENTANG HIDUP *~


Aku berpikir tentang hidup
Dan airmata mulai turun dengan indahnya
Mengikuti alur kesenduan pada tiap tarikan nafas
Dadaku bergemuruh memutar ulang yang berlalu.



Mengenang kembali yang begitu berbeda
 

Ketika kekosongan ini selalu terisi
Ketika hambarnya hidup tak pernah ku rasakan
Ketika semua berjalan begitu normal
Dan ketika aku tidak sendiri
 


Hingga seluruhnya terpecah,terburai
Menjadi potongan-potongan tak menyatu
Berganti kamuflase tak berarti
Aku keluhkan semuanya.




Mengutuk ketidakadilan pada hidupku
Mencaci maki kesepianku yang menjadi parasit
Merutuki takdirku yg menyedihkan.



Ingin, aku akhiri ini...
Menutup diaryku seperti mauku
"Akhirnya aku pergi dari dunia"

*******
 ~* ANTARA ADA DAN TIADA *~



Entah siapa dan apa harus ku percaya
Kecewa ku telah runtuhkan segalanya
Rasa sakit yang kini menyelimuti
Terasa kan mencekik ku sampai mati.





Aku bingung menafsirkan kata-kata telaah
Jika nyatanya hanya menampilkan tipu dibalik wajah
Senyum tulus sepintas terasa pias
Beralih senyum licik amat puas.




Seakan berkata "Aku tlah menang atas dirimu"
Tak ada hati tergambar merah lagi
Sudah retak,penuh lubang,dililit gigil.



Sekarang,siapa harus ku salahkan?




Aku keliru mempercayai awan di langit
Aku begitu bodoh tertipu terang pada nyala api
Sungguh,aku terlalu kecewa pada bening hatimu.
Pada harum mawar yg kau lilitkan duri.




Dadaku sesak tiap menghirup aroma hadirmu.
Bahkan diri ini merasa enggan memandangmu lagi.
Rasa percayapun telah hangus dalam bara kecewa.


Ingatanku jua menghapusmu
Dan aku telah lupa, 

Pernah mencintaimu.

********
~* INILAH MATAKU YANG MEMBUTA *~


Ini mataku yang membuta
Mata yang dulu menatapmu manja
Tlah tertutup hanya nampak gulita
Tak bisa mengira bentuk rupa
Hanya berujar lewat suara.




Ini tanganku yang cacat
Yang dulu kau pegang erat
Yang dulu mendekapmu hangat
Yang dulu kerap menuliskan surat
Walau sekarang sudah cacat.


Dan ini hatiku
Yang tulus mencintamu
Mendamba milikimu
Yang rela menunggu
Dalam keegoisan sang waktu
Dulu, ketika kau jadi cinta pertamaku
.

*******

~* AKU JUGA MANUSIA *~



Katanya aku ini tumpukan nasi basi
Menyebar busuk ke hidung lelaki
Katanya aku ini menjijikkan
Menutupkan mata jika berpandangan.



Katanya aku ini sekedar sampah
Tak layak untuk dijamah.



Katanya aku ini murahan
Sekelas jajaran barang loakan.


Tapi aku manusia
Aku wanita penjaja malam gulita.


Aku miliki rupa juga nurani
Satu kaum dengan insani.


Jangan!
Jangan cacian kau sodorkan!
Jangan pula kau salahkan!


Aku juga makhlukNya
Aku juga ciptaanNya
Hanya saja...
Nasib kita berbeda...

*******
~* DITUSUK BELATI *~


Lagi, ditusuk lagi
Seribu belati, menghujam lagi
Apakah aku mati?





Ini darah, darahku, di tanah
Kental, memerah
Apakah aku jadi jenazah?


Iya, ini perang, perang nafsu
Aku lari, diburu, mati aku.



Kini beringas, buas, ganas
Sesak napas, aku lemas.

Terjungkal, tersengal
Jatuh aku kena penggal.


Mati, tak hidup lagi
Habis, kini tangis
Lenyap, hanya asap
Kalah, sudah, nyerah...


*******

~ PUCUK LAYU CANDU ASMARA *~


Pucuk-pucuk candu asmara mengering mati
Kuncup-kuncup sekar wangi pun layu
Gugur meluruh jatuh
Begitu jua cinta yang ku punya.





Mati tak punya nyawa lagi
Hatiku pun melepuh amat perih
Kerana kumbang telah berpaling
Tak ingat lagi pada selir kembang.


Padahal sekian lama menanti pasti
Diharap pemujanya datang lagi.


Sudah.... Aku lelah...
Tak kan lagi meminta hadirnya
Biar saja aku pun layu
Mati kaku menyimpan pilu
Sudah.

*******

~* ITU KOPIKU *~

 Itu pekat,kental begitu hitam
Itu kopiku,penenangku di malam kelam
Terseduh untuk harapku yang muram
Memikirkanmu sekian jam.

Nelangsa,aku terus terduduk
Menghayalkanmu jauh di ufuk
Ingin aku datang mengetuk
Pintu hatimu tuk ku jenguk
Agar terlepas ragu yang mengutuk
Ah,aku terpuruk.


*******

Harus ku endapkan seberapa dalam lagi
Segala kecewa yang ku kemas rapi
Aku manusia memiliki sebentuk hati
Tak mungkin tahan disakiti berulang kali

Kini sabarku tinggalah ampas
Terlalu sering kau peras merampas
Kau menjauh membiarkanku terhempas
Tak peduli lagi akan hatiku yang memanas

Lepas sudah segenggam asa yang tersisa
Kau tlah buat aku mati rasa
Merasakan sakit semakin kentara
Aku tak mau lagi mengenal CINTA
.

*******
Pernah aku terpaksa mengecup pedih
Juga segala kelam di ranjang pengasingan
Menjerit bersama tangis sesal
Meskipun jiwaku terpasung ketakutan
Ingin aku mengumpat caci tanpa henti
Sekeras mungkin hingga langit pecah;
'Aku muak sembunyi!'

Mauku tak cuma terbaring di pengasingan
Dirajam sepi terpasung takut menerus
Ah,aku tak lagi kebal menahan
Mengutuk aku kah sang waktu
Seakan ini tlah jadi takdir penderitaan
Andai demikian. . .
Bolehkah akhirnya ku akhiri dengan mati?
Dengan darah mengitari nadi
Aku tak tahan hidup dengan sepi.

*******
Nalarku kembali tak waras
Melontarkan marah segala pecah
Diam sejenak lalu berderai
Meluap tangis diantara tirakat
'Aku tak kuat lagi'

Remuk sabarku diludahi
Tidak adakah ertimu tentang rapuh?
Tentang setiaku merajut cinta?
Menjadikannya hangat simpul tulus
Agar awet tak kunjung pupus
Tapi seluruhnya kau tabur pengkhianatan
Menjadikanku tak waras oleh cinta
Yang semu tak terpetik setiamu

Cintaku tlah keliru
.

*******

Pernah aku terpaksa mengecup pedih
Juga segala kelam di ranjang pengasingan
Menjerit bersama tangis sesal
Meskipun jiwaku terpasung ketakutan
Ingin aku mengumpat caci tanpa henti
Sekeras mungkin hingga langit pecah;
'Aku muak sembunyi!'

Mauku tak cuma terbaring di pengasingan
Dirajam sepi terpasung takut menerus
Ah,aku tak lagi kebal menahan
Mengutuk aku kah sang waktu
Seakan ini tlah jadi takdir penderitaan
Andai demikian. . .
Bolehkah akhirnya ku akhiri dengan mati?
Dengan darah mengitari nadi
Aku tak tahan hidup dengan sepi.


*******
Akankah tetap sunyi selalu
Jiwa terkungkung tak bebas
Hendak berlaripun seakan tak mampu
Diliput takut tak mau mendongak
Hanya tuk sekedar mencuri terang

Ah,Jiwa ini hampir tak waras jadinya
Menunggu bangkit sekuncup berani
Mengangkat wajah agar tersadar
Bahwa aku linglung menata hidup
Bahwa itu salah dan keliru

Tapi kenapa takutku menjerat
Mengurung jiwaku dalam bui sunyi
Aku mau berontak!
Aku mau lari!
Aku mau....

Kenapa begitu lemah ragaku
Kenapa harapanpun seakan sirna
Ditelan kabut pagi hari
Lenyap,tak kembali
.

*******
Titik bening menggantung diujung
Enggan jatuh disentuh beliung
Meratap nanar menepi dipinggir semenanjung
Berpeluk sunyi dibawah teduh payung
Ah,perawan manis rupanya bertudung
Nampak gundah memandang mendung
Mungkinkah ia tengah berkabung
Gulana apa tengah ia kandung
Hingga mengerutkan elok si pipit lesung
Ah,perawan manis cantik bertudung
Tak usahlah engkau bingung
Abang datang bawakan kembang lembayung


*******

Senja mulai pergi
Tapi aku terkurung sepi
Dalam gulita ruang kehampaan
Dalam sunyi yg ku jadikan teman
Tapi sewajah mu menemani
Mendengarkan suara hati
Meskipun tangis tak henti-henti
Aku bahagia sedetik lalu
Namun kini dipikat sendu
Menahan sakit tepat di ulu
Dg tangis kian tersedu
Habiskan malam makin kelabu
.

*******

Tak sampai kah warta bahasa hati ku
Yang ku titip pada angin berdesir
Tuk menilik cinta di seberang
Bahwa penanti mengharap balas

Tersesatkah ia pada kerumunan ragu
Atau tak terbaca penafsir asmara
Gundah aku menanti jawab
Rasa ku tergantung menunggu pasti

Detik,menit,bahkan hitungan hari
Yang ku nanti tak juga singgah
Balasan cinta dari tiga kata
Aku mencintai kamu
.

*****

~* DIMANA KEADILAN ITU *~



Rasa keadilan terlanjur berkarat
Ditelanjangi zaman yang begitu dungu
Cukong-cukong menjadi pengerat
Bak tikus-tikus gendut pulang berburu
Biadab. . .sungguh..


*******

~* IBU ...*~



Ketika tangisku mengusik lelapmu
kau hampiriku dan tenangkanku
Kau dekap aku dalam pelukmu
Beri kehangatan untukku

Ketika aku belajar berjalan
Kau tuntun aku menopang badan
Menjagaku,memegangku erat
Karena aku belum mampu sendiri

Namun,ketika aku telah dewasa
Ku buat engkau menangis setiap malam.
Ku buat engkau khawatir
Karena ku pergi tanpa ingat pulang

Ibu. .
Maafkan aku yang tertunduk di hadapmu
Ma'afkan aku yang menyakitimu
Ibu. .
Aku mencintaimu. .


*******

Ku miliki sekeping cinta
Dan ku ingin membawanya pergi
Meletakkannya di ruang hatimu
Dan takkan ku biarkan cinta itu lari
Membiarkanmu kesepian tanpa kasih sayang
Membiarkanmu sendirian tanpa pelukan hangat
Dan izinkanlah sayap sayap cintaku
Membawamu terbang jauh
Mengantarkanmu menuju istana cintaku
Dan jadilah mahkota cinta bagi hatiku...

*******

Mengering sudah. . Samudra air mata ini
Semenjak luka it bermuara dalam relung hati
Terkikis perih mengendap dalam sanubari

Meng0yak jiwaqu yang terlanjur terdiam
Karena sembilu menyisakan kepedihan

Dalam hela nafas panjang
Aku merenung. .
Tentang makna dari rasa ini
Tentang Pedih. .
Tentang air mata, ,
Tentang jiwaku. .

Sakit hati ini karena mu
Yang menghantui hari indahku
Yang buat aku mengalirkan air mata yang sia sia
Yang membuatku kalut tenggelam dalam luka itu

Sakit hati ini. .
Ingin ku hapus dalam mem0ri . .
Ingin ku buang. ,menjauh dari hariku

Perlu kau tahu. .
Diri ini bisa sendiri tanpamu. .
Dan akan kembali,
Menggapai harapan yang ku dambakan
Sebuah kebahagiaan lain yang menantiku di ujung persimpangan. .


*******

Tuhan. .dalam pagi kali ini
Aku ingin mengeluhkan tentang sebuah jati diri
Tuhan. .mengapa aku tak mengerti tentang diri ini
Yang terkadang tak bisa memaknai seulas kata
Yang tersirat dalam lubuk batin ini

Tuhan. . Aku ini siapa?
Mengapa serasa bertubi2 tanya merasuki diriku
Aku terpaut dalam bingung
Aku tersesat dalam jalanku sendiri

Tuhan. .aku hampir menyerah
Mencari jawaban jati diri ini
Aku terpedaya oleh kata menyerah
Aku termenung oleh kata pasrah

Mengapa seperti ini Tuhan?
Andai aku menapaki jalan ku
Mengikuti jejak yang tak nampak ada ujung
Lalu aku melangkahkan kaki ini
Jejak jejak itu lenyap
Terkubur pasir yang tersapu angin
Lalu. . Kini apa?
Apa yang bisa ku jadikan penuntunku
Tuk mencari jati diri ini
Dalam perjalanan panjangku yang tak pernah ku temui yang ku mau

Tuhan. .
Diri ini Mengharapkan setitik penerang tuk kau kirimkan
Penerang unt jalanku yang merintang
Penerang unt jiwaku yang hampir hilang


********

 ~* HAI LANGIT *~


Hei langit,menangislah denganku
Temani aku habiskan malam
Menghitung jejak jejak kenangan
Lalu membuangnya jauh
Hilang,lenyap dari memori

Menangislah denganku
Biar aku berteriak pada lingkarmu
Agar tak ada yang tahu
Aku menjerit sakit

Temani aku sampai muara ini kering
Sampai diriku lelah
Sampai diriku lemah
Sampai sakit ini terobati

Menangislah,temani aku
.

********

Dulu redup tanpa bias terang
Kosong tanpa terisi
Ruang hati yang mulai merapuh
Hingga tak terasa hidup
Lalu...
Aroma aroma asing berhembus
Menyelinap memasuki celah
Membuatku merasakan damai
Terus membelenggu sekat jiwa
Namun keraguan membiarkanku lemah
Inikah yang ku nanti nanti?
Atau hanya penawar yang kan hilang
Keyakinanku meleleh terbakar
Aku...
Ah...
Mengapa goyah menerpaku?
Menguliti yakin pada serambi
Tuhan...
Aku tak tahu...


*******

Kotak ketenangan terkunci rapat
Kegundahan membelit tak lepas
Maut menantang pesakitan
Jiwa pun hampir melayang

Tak ada liru catatan pertukaran
Namun garis merah membelenggu
Mungkin pertanda nyawa kan meregang
Diliputi gundah berlapis bimbang

Aku takut memintal arah hidup
Aku takut akan tetap sama
Hanya mati,tanpa nafas
Tanpa damai...


*******
Dulu redup tanpa bias terang
Kosong tanpa terisi
Ruang hati yang mulai merapuh
Hingga tak terasa hidup
Lalu...
Aroma aroma asing berhembus
Menyelinap memasuki celah
Membuatku merasakan damai
Terus membelenggu sekat jiwa
Namun keraguan membiarkanku lemah
Inikah yang ku nanti nanti?
Atau hanya penawar yang kan hilang
Keyakinanku meleleh terbakar
Aku...
Ah...
Mengapa goyah menerpaku?
Menguliti yakin pada serambi
Tuhan...
Aku tak tahu...


*******


MERAH PUTIH

Di suatu masa saat aku masih berpijak di bumi pertiwi
Berdiri tegak bersama bangsa ini
Ku teguhkan hati tuk setia hormatkan diri
Mengiringi setiap langkah jiwa kami
Kala itu,langit dan bumi adalah saksi
Saksi atas kebulatan tekad kami
Saksi atas kesetiaan bangsa ini
Mengiringi MERAH PUTIH menuju puncak tertinggi
Berkibarlah MERAH PUTIH kami
Tunjukkan bahwa engkaulah jati diri kami

*******


Benci ini. .
Bagai duri2 yang menusuk tiap relung hati juga jiwaku
Memenjarakan aku dalam bui2 penuh amarah
Aku ingin melawan,menentang, memerangi
Tapi dayaku hanya sejengkal nyawa bunga yang hampir mati
Aku karam dalam bayang2 kebencian
Aku Tak mampu sekuat karang lautan menahan debur 0mbak
Aku Tak bisa seperti kej0ra yang tetap bercahaya ketika malam
Kebencian ini tlah buatku tak bergeming
Benci. . Hilanglah..


*******

Senja membuta tertutup mendung
Tak terbias oleh rona indah
Lalu awan deraikan air mata
Dalam tarian memilukan
Dipermainkan angin menghempas tiada mengiba
Guntur pun kan singgah
Beradu dg langit kelam menghitam
Amat Tak indah lukisan senja ini
Tak sajikan pes0na mengg0da
Tak pedulikan denting waktu yg memaksa hari
Senja ku tak seelok hamparan puspa mewangi
Tapi buruk,memaparkan kelam
Senja ku terenggut bayang hitam
.

*******
Mulai datang kembali rasa takut itu
Menyelimuti kemurungan hati ini
Entah mengapa ada dan slalu ada
Apa yang ku takuti?
Takut kehilangankah?
Takut dibenci?
Hah,aku tak tahu
Aku tak tahu apa yang ku takuti
Semua itu datang tanpa ku minta
Rasa takut yang tak ku mengerti
.

*******

Benci ini. .
Bagai duri2 yang menusuk tiap relung hati juga jiwaku
Memenjarakan aku dalam bui2 penuh amarah
Aku ingin melawan,menentang, memerangi
Tapi dayaku hanya sejengkal nyawa bunga yang hampir mati
Aku karam dalam bayang2 kebencian
Aku Tak mampu sekuat karang lautan menahan debur 0mbak
Aku Tak bisa seperti kej0ra yang tetap bercahaya ketika malam
Kebencian ini tlah buatku tak bergeming
Benci. . Hilanglah..


*******
Kesalku saling bertaut membuat sarang kerumitan.
Lebih rumit dari benang-benang tipis ngeloyor tak tau jalan.
Sampai deretan keras putih ini malah membuat derit-deritan.
Bukan mau pasang kekuatan tak ada faedah berjajaran.
Tapi duri-duri runcing telah menusuk ulu hati di tepian.
Kesalku ini menguntum tangkaian kembang kekecewaan.
Bukan kembang wangi yang kau jumpai di pertokoan.


*******

Peri2 kecil. . Bawa aku temui dirinya
Ingin ku pandang sebentuk wajah yang buat ku merindu
Ingin ku dekap dirinya dalam peluk ku

Peri peri kecil. .
T0l0ng jaga dia saat tangan ini tak bisa menjamahnya
T0l0ng hapuskan air matanya saat ia menangis untuk ku
Dan bisikkan padanya sebuah kata tentang cinta
Tentang rasa sayangku
Tentang aku yang selalu merindunya
.

********

Detik pun berdentang lagi
Mendekati menit perpisahan ini
Di atas tanah kenangan terpatri
Kau lambaikan ratapan pilu tentang hati
Kini pun berpisah lagi
Dan segala kenang pun menghilang lagi
Ketika denting telah mengalun pergi
Waktu pun berlalu
Tanpa ku sadar aku merindu
Hadirmu ku harap selalu
Untuk menyapa salam rinduku
Mengenang kenang masa lalu
Saat cinta indah ini bersatu
.

*******
Diam,mungkin cuma itu
Lisanku tak akan berlagu
Akan diam membisu
Aku tak mau bercurah lagi

Aku kan kembali dalam diam
Menyepi pada padang gulita
Di balik rerimbunan pilu

Aku kan menjauh
Akan tertunduk saja
Menatap kering tanah
Beriring tetesan air mata lara

Aku kan diam lagi
Tak kan menyapamu
Juga bumi tempat pijakku
Aku kan berpaling
Dan tetap diam
.

*******

Puspa senja menyiratkan indah
Dibalik lambaian nyiur tepi pantai
Menyajikan bias damai lewat anugrah indah
Dari khaliq sang pencipta semesta ini
Gulita pun kan segera nampak
Menyerukan warta peringatan
Malam kan segera menjelang
Namun tak berarti malam menyuram
Karena berlian terang kan mengawang
Pada angkasa yang membahana
.

*******
Aku tau beribu jarum menusuk ulu hatimu
Meninggalkan luka yang tak kan mudah sembuh
Menyisakan bekas yang tak mungkin hilang
Atau mematahkan penopang lelah untuk sandaranmu
Aku juga tau kau hampir menyerah
Ingin menyudahi irama menyakitkan ini
Ingin mengetikkan kata berakhir pada cerita ini
Namun,kau tak perlu terus bermuram
Karena aku disini menemanimu,untukmu
.

*******

Aku damai,amat damai
Walau bulir air mata brguguran
Walau hati ini tengah gundah
Walau senyum ini pun memudar
Aku menikmati sendu ini
Aku menikmatinya
Walau brkali-kali goyah
Ah,mengapa kau menangis jua?
Ku mohon tepis air mata itu
Jangan menangis karena ku
Biarkan saja aku sendiri
Karena ini milikku,hanya milikku
Aku tak mengharap iba mu
Biar ku nikmati sendiri
Sendiri,dengan detik yg berlalu
.

********
Ada yang beda pada persimpangan ini
Tak ada guratan-guratan senyum berjejer
Hanya tertunduk tiap wajah yang ku temui
Menatap tanah gersang yang terpecah mengering
Kemana rona-rona ceria yang dulu terlukis
Kemana mereka yang menyadurkan sajak bahagia
Mengapa hanya ada raut kemurungan juga sendu
Mengapa tak mendongakkan wajah penuh tawa
Kemana rumpun-rumpun ceria yang dulu
Aku merindukannya,sangat...


********
Aku damai,amat damai
Walau bulir air mata brguguran
Walau hati ini tengah gundah
Walau senyum ini pun memudar
Aku menikmati sendu ini
Aku menikmatinya
Walau brkali-kali goyah
Ah,mengapa kau menangis jua?
Ku mohon tepis air mata itu
Jangan menangis karena ku
Biarkan saja aku sendiri
Karena ini milikku,hanya milikku
Aku tak mengharap iba mu
Biar ku nikmati sendiri
Sendiri,dengan detik yg berlalu
.

*******

Ada sederet kejora membagi gemilang
Pada langit gelap sang malam sunyi
Menabur secercah rupa penerang
Bagi mimpi-mimpi yang nampak suram

Kejora mengaduh di pangkuan rembulan
Rembulan yang kini berganti purnama
Mengharap kemilaunya tak meredup
Agar terangnya tetap mengawang hingga pagi
Agar terangnya tetap menemani mimpi
Bagi insani yang mengarung dalam buaian lelap
 
*******

Kau tahu hati ini mengering
Layaknya tanah merah yang tandus
Tanpa tetesan penyejuk
Tanpa benih-benih
Tak ada yang bersemi
Semuanya mati,hilang
Juga hati yang merasa terpupus
Ia terluka karena acuhmu
Bahkan hampir remuk
Karena kau telah goreskan pedih
Saat ini,cintamu yang ku mau
Agar hati ini tetap bertahan
Tapi sia-sia,percuma
Karena kau...
Tak kan pernah perduli
Tentang laranya hati juga aku


********


Ku miliki sekeping cinta
Dan ku ingin membawanya pergi
Meletakkannya di ruang hatimu
Dan takkan ku biarkan cinta itu lari
Membiarkanmu kesepian tanpa kasih sayang
Membiarkanmu sendirian tanpa pelukan hangat
Dan izinkanlah sayap sayap cintaku
Membawamu terbang jauh
Mengantarkanmu menuju istana cintaku
Dan jadilah mahkota cinta bagi hatiku


*********


Petikkan ku dawai cinta
Tuk menghibur hati yang terluka
Nyanyikan ku senandung sayang
Agar jiwaku tak sepi
Agar seberkas sinar terang
Dapat masuk ke dalam celah hati
Di hidupku yang suram

M0h0n bisikkan padaku
Pujian indah tentang cinta
Biar diri ini bisa mengerti
Tentang hidup yang dijalani
Biar langkah ini tak salah menapak jalan
Karena hanya s'orang diri
Berdiam di gelap malam

Beri aku seucap kata
Tuk ku ingat selalu di hati
Tuk ku simpan untuk kenangan
Tuk ku bawa pergi
Menuju duniaku yang abadi


********

Tak ada yang tenangkanku
Di saat duri duri gelisah itu datang
Menyakiti jiwa ku yang tak tenang
Kemanakah kau?

Tak ada yang menghapus air mataku
Di Saat ku terpuruk menangisi kisah lara ku
Membiarkannya menetes jatuh
Tak pedulikan diriku juga
Dimanakah kau?

Ketika diri ini lelah berharap
Ketika diri ini makin sendiri
Semua musnah perlahan
Segala bahagiaku yg tersisa

Kemanakah kau?
Dimanakah kau?
Saat aku membutuhkanmu
Saat aku inginkan hadirmu. .
Kau tak peduli.
Tak peduli lagi. .


*******
Angin menghempas kasar helaian hitam
Menampar kebisuan tak menyuara
Ah..aku tersadar sejenak
Tetapi,kembali merunduk membisu

Aku tak pahami p0t0ngan cerita dalam pikir ku
Semua bertaut tanpa ku minta
Menyatu bagai benang2 rumit menyimpul

Letih,,aku tak mampu berpikir
Seakan batuan2 menghantam keras
Mer0b0hkan tameng hati yg ku miliki

Pikirku membuyar
Tertunduk pada diam kepasrahan
Ya Tuhan.. . Diriku hampir tenggelam ke dasar
Deretan awan2 menghitam memayungi hatiku
Suram hati ini, ,
Tanpa dian mu menelusupi celah hati
.

********

Ingin ku melayang terbang
Menjauh dari bingar kejamnya dunia
Mengarungi luas cakrawala
Tak akan kembali lagi

Menggpai sejuta bintang tuk ku simpan
Menyentuh pelangi tuk warnai hariku

Tapi ku masih nyanyikan lagu sendu
Membisu dalam bui duka ku
Mengarungi khayal semu dalam tidur panjangku
Masih terpaku dalam sesal yg berlalu . .


*******
Malam berlarung dalam mimpi ilusi
Mengumbar angan dalam rajutan
Entah tuk hibur diri mengais semu
Entah tuk cari penawar penat menguasai
Ini malam heningku
Ini pengantar jejak mimpi ku
Malam. . Malam unt hati laraku







~*MUTIARAKU *~





~* DALAM CANDA RIANGMU,ANAKKU *~


Riuh… ramai… gaduh… dan penuh kegembiraan
Taman hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih.


Badan terasa sejuk…
Segar tak terkirakan
Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati.
Burung camar jantung menukik pelan
Hinggap di pohon tulang iga putih
Matanya melihat kearah taman hati.


Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik
Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang
Bersenda gurau diangan yang tinggi
Hati pun gembira…
Jiwa pun lega.



Ya Allah…
Abadikan keadaan ini
Agar menjadi pedoman
Bagi hati kami yang saling menyatu
Mentari sanubari tersenyum riang
Alam jiwa bergembira ria.



Serentak…
Jiwa jiwa riang berdansa di sekitar taman hati.


Oooh…
Indahnya fantasi cinta.


*Peluk ciumku untuk kalian,anakku.

:*

~* BENCANA ALAM *~


~* UNTUK ACEHKU TERCINTA *~





Menatap hari ini...
Wajah langit terlihat demikian tembaga
Pun rembulan di langit malam.
Sepertinya bukan lagi milik kita.


Percakapan acapkali menjelma menjadi bahasa api.
Yang liar berkobar membakar diri.
Menghancurkan segala tanpa kompromi.

Meski deras air mata harus tertumpah.
Juga puluhan jiwa harus rubuh ke tanah.

Ku menatap hari ini...
Memanglah setiap diri...
Bersegera pulang kembali...
Pada kedalaman nurani.



*Ainiya Faida Azmi
Kenawat Lut,4 November 2014.

~* NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH,YANG KAMU DUSTAKAN? *~

** Matematika Wudhu, Anatomi Manusia & Hitungan Hari **

 



Seorang dokter ahli bedah yang berprofesi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang.Bertahun-tahun menggeluti ilmu bedah dan anatomi, akhirnya dokter tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia dan sama dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun hijriah.

Kebanyakan manusia tidak pernah memperhatikan jumlah tulangnya sendiri, bahkan seorang dokter.


Sekalipun. Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa adalah 206 ruas (Henry Netter, 1906). Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun.


Dalam kaitannya dengan ritual wudhu, pembasuhan anggota wudhu kebanyakan sebanyak 3 kali, dan ada yang 1 kali (membasuh kepala dan telinga). Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian-bagian tubuh yang dibasuh pada saat wudhu;

A. Lengan dan tangan (30 buah)
1 buah tulang lengan atas
2 buah tulang lengan bawah
8 buah tulang pergelangan tangan
19 buah tulang telapak dan jari-jari

B. Tungkai dan kaki (31 buah)
2 tungkai bawah
8 buah tulang pergelangan kaki
21 buah tulang telapak dan jari-jari

C. Wajah (12 buah)
1 buah tulang dahi
1 buah tulang baji
1 buah rahang atas
1 buah rahang bawah
1 buah tulang air mata
1 buah tulang pelipis
2 buah tulang hidung
2 buah tulang pipi

D. Rongga mulut dan hidung (41 buah)
32 gigi geligi
1 buah tulang langit-langit
1 buah rahang
7 buah sekat dan karang hidung

E. Kepala dan telinga (12 buah)
2 buah tulang pelipis
2 buah tulang ubun-ubun
1 buah tulang
1 buah tulang baji
1 buah tulang dahi
1 buah tulang belakang kepala
6 buah tulang pendengaran.


Bagian tubuh poin A – D
Bila dijumlahkan : 30+31+12+41= 114.


Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena saat wudhu, dilakukan pembasuhan sebanyak 3 kali, menjadi :
114 x 3= 342.

Poin E tidak dikalikan 3 karena saat wudhu, kepala dan telinga dibasuh hanya 1 kali.
 Angka 342 dijumlahkan dengan 12 didapatkan angka 354.

Angka ini sama dengan jumlah seluruh jumlah hari dalam 1 tahun hijriah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia.

Dengan demikian membasuh anggota tubuh saat wudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh tubuh.
Apakah ini suatu kebetulan?

SUBHANALLAAH....

~* PUISI CINTA UNTUK ANAKKU *~


~* SELAMAT HARI JADI,PUTRAKU SAYANG *~


Mahtuah


Hari ini,tepat tujuh tahun usiamu,anakku.

Anakku, belahan jiwaku…..
Waktu berlalu tanpa pernah kita sadari
Namun pelukan sayang ibu tak pernah kehilangan arti
Dekapan hangat ibu juga selalu menyertai
Do'a tulus ibu melekat erat dalam ayunan langkah merajut mimpi.


Anakku, jendela sanubariku…..
Perjuangan itu kini sudah dihadapan
Saatnya menjalani hidup dengan penuh kemandirian
Hadapi tantangan dengan senyuman
Sapa setiap kesulitan dengan keikhlasan
Raih bintang dengan penuh harapan.


Anakku, lentera hidupku…..
Hidup ini tidak terlalu mudah dijalani
Ada kesulitan yang akan memperkaya hati.

Tapi…..
Jadilah pemenang layaknya juara sejati
Dengan rendah hati dan luhur budi
Bertabur kasih bersulam pekerti.


Anakku, bintang harapanku…..
Ayunkan langkah dengan ringan hati
Gapai setiap mimpi yang ada di sanubari
Bentangkan asa agar menjadi nyata.


Tuhanku, ijinkan aku memohon…
Lindungilah anakku dalam teduh karunia-Mu
Bimbing anakku di setiap persimpangan yang membuatnya bimbang
Beri kemuliaan budi agar membuatnya berarti
Teteskan kebesaran jiwa agar membuatnya bermakna
Sentuh hatinya dengan semangat tulus untuk berbagi
Tanamkan keyakinan terhadap kebaikan
Penuhi tekadnya dengan kerja keras dan pantang menyerah
Teguhkan pribadinya agar tidak mudah goyah.

~* BERSAMAMU DI BAWAH NAUNGAN YANG INDAH *~



Sewangi bunga mawar yang mekar di pagi hari.
Sehangat nya sinar mentari.
Sebening mata air di pegunungan himalaya.
Seputih salju di kutub utara.


Semerdu kicauan burung pipit yang sedang bernyanyi.
Selermbut dan sesuci bayi yang sedang lahir.
Setajam angin yang berhembus di malam hari.
Semanis senyum teman teman ku kepada ku.
Serumit pembuatan candi borobudur.

Seagung orang yang mempunyai cinta suci kepada lawan jenis nya.
Setulus orang tua kepada anak anak nya.
Semulia orang yang berjihad,,
Seindah syurga firdaus.


Ingin ku bertemu dengan manusia yang seperti itu.
Yang wajah nya teduh oleh cahaya wudhu nya.
Suara nya lembut karena banyak istighfar nya.
Mata nya berbinar binar menatap masa depan nya.


Siapakah dia ?



Semoga dia adalah kalian wahai sahabat...
Para sahabat terbaik yang di rahmati Allah.


Yaa Allah...

Kami tunduk dan bertekuk lutut kepada Mu,,,
Kami mengakui kekuasaan Mu...
Dari ufuk barat dan ufuk timur.


Teramat mudah bagi Mu untuk menghancur kan diri kami.
Kami berserah jiwa dan raga ini,,
Kepada Mu Allah...
Tanpa perlawanan.


Yaa Allah Yaa Rahman,,,
Pemilik hidup dan mati ku.



Sesungguh nya aku malu meminta kepada Mu,,
Karena sudah terlalu banyak pinta yang aku panjat kan.



Namun jika aku boleh meminta,,,,
Berikan lah aku kesempatan untuk menjadi dewasa,,
Untuk bisa membahagiakan orang orang yang aku cintai.


Untuk bisa melihat mereka tersenyum,,,
Untuk melihat rona bahagia di wajah mereka,,,
Untuk bisa menjadi teladan bagi mereka.


Yaa Allah,,,,,
Jadikan lah kehidupan ku sebaik baik nya kehidupan,,
Agar tidak sia sia sisa umur ku berlalu,,,
Dan tuntun lah kami selalu untuk kebaikan dunia dan akherat kami,,
Yaa Allah....Yaa Rahman....Ya Rahiim...


.......Aamiin allahumma aamiin........


 Salam senyum santun erat silaturahmi wa ukhwah fillah.


^_^

~* LOMBA MENULIS DARI RASIBOOK *~


Lomba Menulis Artikel "Menerbitkan Buku dan Jadi Penulis"

Rasibook.com merupakan situs penerbit yang menerbitkan karya-karya menjadi buku.
Kali ini kami bermaksud menyelenggarakan Lomba menulis Artikel dengan tema Menerbitkan buku dan jadi penulis

Ketentuan Peserta :
 Ketentuan lomba :
  • Naskah berupa Artikel tentang menerbitkan buku dan menjadi penulis (boleh tentang impian kamu menerbitkan buku dan jadi penulis, boleh tentang penulis yang sudah sukses, tips, dan apapun itu yang berkaitan dengan tema tersebut). Contoh Artikel bisa dilihat di http://bit.ly/1rKGXcU Pasti Anda bisa buat yang lebih baik.
  •  Naskah belum pernah dipublikasikan sebelumnya atau diikut sertakan dalam lomba.
  •  Panjang naskah sekitar 200-1000 kata.
  • Naskah ditulis di blog seperti blogspot, wordpress, dll. Jika tidak punya blog bisa ditulis di blog bersama seperti kompasiana,dll. Atau boleh juga di forum seperti kaskus,dll.
  • Di dalam artikel wajib mencantumkan kata Rasibook dan juga kata-kata yang mengarah ke link http://www.rasibook.com/p/tentang-kami.html
  • Share artikel Anda ke banyak orang karena penilaian selain berdasarkan kualitas tulisan, respon pembaca juga menjadi nilai tambah.
  • Naskah tak perlu dikirim, cukup dengan kirim linknya di wall fanpage rasibook atau mention ke twitter @rasibook dengan format: #LombaNulisArtikel_(Nama)_(Judul)_(link artikel) 
  • Link naskah dikirim selambat–lambatnya pada tanggal 31 Oktober 2014 sebelum jam 24.00.
  • Peserta boleh membuat lebih dari 1 artikel. Tidak ada pembatasan.
  Pengumuman:

  •  Pengumuman pemenang paling lambat tanggal 15 November 2014 di:
           -  fanpage rasibook (http://www.facebook.com/Rasibook)

           -  twitter rasibook (@rasibook) (https://twitter.com/rasibook)

Hadiah :
  •  Juara 1: Paket penerbitan 1 senilai Rp. 650.000,- + Buku Terbit + E-sertifikat.
  •  Juara 2: Paket penerbitan 2 senilai Rp. 500.000,- + Buku Terbit + E-sertifikat.
  •  Juara 3: Paket penerbitan 3 senilai  Rp. 400.000,- + Buku Terbit + E-sertifikat.

 Cat: Paket penerbitan bisa dilihat di http://bit.ly/1iRUmsf
Ketentuan tambahan:
  • Naskah yang lolos juga akan dibukukan dan diterbitkan di Rasibook (www.rasibook.com).
  • Peserta yang tidak mengikuti prosedur dan persyaratan lomba tidak akan dinilai

suported by : www.rasibook.com, www.jadipenulisbuku.blogspot.com

Share ya ^_^

~* RENUNGAN UNTUKMU,DUHAI KAUM HAWA *~




Seorang isteri dengan wajah sedih dan murung datang bertemu Tuan Syeikh untuk mengadu hal suaminya.

Syeikh: Apa keperluanmu wahai puan?

Isteri: Saya ingin mengadu kepada Tuan perihal suami saya.

Syeikh: Apa aduanmu itu?

Isteri: Saya dianiaya dan dizalimi suami saya, tuan syeikh. Saya diabaikan. Suami saya tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada saya.

Nafkah saya tidak ditunaikan Tuan. Makan minum saya tidak diendahkan Tuan. Tempat tinggal saya juga tidak diuruskan.

*Tuan syeikh tersenyum. Isteri itu kehairanan. Sedang hatinya dirundung sedih, Tuan Syeikh boleh tersenyum mendengar aduannya.

Syeikh: Wahai puan yang dirahmati ALLAH, sesungguhnya kamu wanita dan isteri yang beruntung.

Isteri: Hah??? Untung??

Syeikh: Ya wahai puan. Kamu sangat beruntung. Kamu wanita dan isteri terpilih.

Isteri: Saya bernasib malang Tuan. Saya hidup susah. Saya menderita dan sengsara Tuan. Kehidupan saya tunggang-langgang.

Syeikh: Sudahkah kamu berdoa wahai puan?

Isteri: Sudah Tuan. Saya sudah hampir putus asa. Suami saya tetap tidak berubah.

Syeikh: Wahai puan, ALLAH sedang mengujimu. ALLAH amat kasih dan sayang padamu. Ujian itu memberi peluang kepadamu mengumpul pahala.

Tahukah kamu, bahawa ALLAH sangat dekat dengan doa orang2 yang teraniaya dan dizalimi. Doa seorang isteri yang dianiaya dan dizalimi oleh suaminya itu, lebih dekat dan mendapat perhatian daripada ALLAH. Kerana apa?

Kerana seorang isteri itu merupakan amanah kepada seorang suami. Maka penganiayaan dan kezalimannya kepadamu akan memberatkannya di sisi ALLAH. Hatta andai kamu mendoakan kehancuran dan kemusnahannya pun ALLAH akan mendengar doamu itu wahai puan.

Kamu pulanglah ke rumahmu dan jalankan tanggungjawabmu terhadap suamimu sebagai isteri dengan taat kerana ALLAH. ALLAH akan membantumu.

Isteri: Suamiku sudah tidak pulang ke rumah wahai Tuan. Dia sudah lama meninggalkan aku dalam derita dan sengsara ini.

Syeikh: ALLAH..beruntungnya kamu wahai puan...

Isteri: Kenapa Tuan asyik mengatakan yang saya ini beruntung? Sedangkan saya ini hidup dalam sengsara, derita dan air mata?

Syeikh: ALLAH...wahai puan, berapa umurmu sekarang ini?

Isteri: 40 tahun Tuan.

Syeikh: Berapa lama lagi kamu mahu hidup di dunia ini?

Isteri: Saya tidak tahu Tuan. Itu kuasa ALLAH.

Syeikh: Kamu mahu saya ceritakan apa untungnya kamu sebagai isteri yang dianiaya dan dizalimi suami?

*Dengan lemah dan sedih, si isteri cuma mengangguk.

Syeikh: Rasulullah yang mulia telah bersabda bahawa, umur ummatnya sekadar 60 ke 70 tahun sahaja. Andai sekarang kamu sudah 40 tahun, deritamu itu tidak akan lama lagi puan. Ia akan segera hilang saat Tuhanmu menjemput kamu kembali pada-NYA.

Andai kamu bersabar, segala derita itu akan ALLAH gantikan dengan syurga yang indah. Tidakkah itu bermakna kamu beruntung? Tahukah kamu, berapa lama derita dan sengsara yang bakal ditanggung suamimu di Akhirat nanti?

Isteri: Tentunya Tuan lebih tahu.

Syeikh: Bagi seorang suami, isteri adalah amanah yang wajib dijaga dengan baik. Segala tanggungjawab dan haknya wajib ditunaikan oleh seorang suami.

Suamimu yang telah menganiaya dan menzalimimu, akan disiksa oleh azab ALLAH di akhirat sana berjuta-juta kali ganda berbanding derita yang sedang engkau deritai di dunia ini wahai puan.

Bukankah sehari di akhirat itu, bersamaan dengan 1000 tahun di dunia? Selagi mana kamu tidak redho akan kezaliman dan penganiayaannya terhadapmu, maka selagi itu suamimu itu akan terpaksa menanggung dosanya itu.

*Isteri itu tertunduk.

Syeikh: Tahukah kamu, siapakah yang paling mudah mengheret seorang suami ke neraka ALLAH di akhirat nanti? Tidak lain dan tidak bukan ialah isteri2 dan anak2nya sendiri. Mana2 hak isteri2 dan anak2 yang tidak ditunaikan, itulah antara hal yang cepat mengheret seorang suami di akhirat nanti.

Isteri: Tapi suami saya itu seorang yang kuat bersolat dan beribadah Tuan. Mana mungkin dia akan ke neraka?

Syeikh: Selama mana kamu sebagai isterinya dianiaya dan dizalimi, tidak ditunaikan hak dan tanggungjawab, semua ibadahya termasuk solat, puasa, sedekah dan sebagainya, tidak berpahala di sisi ALLAH. Bahkan boleh sehingga ALLAH menolak solatnya itu? Apa lagi yang tinggal pada seorang hamba andai ibadat solatnya pun telah ditolak oleh ALLAH Ta'ala???

Isteri: Bagaimana andai dia menceraikan saya Tuan? Dapatkah dia menyelamatkan dirinya dari neraka ALLAH?

Syeikh: Selama mana kamu masih isterinya, dan kamu tidak redho, maka dia tetap akan menanggungnya.

Andai kamu diceraikan, sehingga habis tempoh iddah suamimu itu masih wajib mengurus dan menunaikan hakmu sebagai isteri. Dosanya padamu sepanjang tempoh itu tidak akan terluputkan walaupun dia telah menceraikanmu selagi kamu tidak redho. Suami yang tidak menunaikan hakmu itu adalah suami yang berhutang denganmu.

*Isteri itu diam.

Melihat isteri itu diam, Tuan Syeikh bertanya;

Syeikh: Pernahkah suamimu itu meminta maaf padamu?

*Isteri itu menggelengkan kepala.

Syeikh: Adakah puan masih menyayanginya?

*Isteri itu hanya membisu.

Syeikh: Adakah kamu redho akan perbuatannya terhadap kamu wahai puan?

*isteri itu masih diam.

Syeikh: Maha Suci ALLAH... Suamimu itu bukan menganiaya dan menzalimimu wahai puan, tetapi dia menganiaya dan menzalimi dirinya sendiri...

*Tuan Syeikh tunduk dan tiba2 mengalirkan air mata. Dia menangis sebak. Si-isteri berasa pelik, lalu bertanya;

Isteri: Kenapa tuan menangis?

Syeikh: Aku berasa sedih dan amat takut kepada ALLAH. Aku kasihan kepada suamimu itu. Di akhirat nanti, sudah pasti kamu akan mengheretnya ke neraka. Susah dan sukarnya menjadi seorang suami. Bahu seorang suami ini berat dan sarat mahu menanggung beban dosa yang banyak. Untungnya kalian para isteri. Walau di dunia Allah perintahkan kalian wajib taat dan patuh kepada suami, itu hanya sekejap sahaja.

Kesusahan dan kesulitan kalian hanya di dunia, sedang kami para suami, tertanggung hingga ke akhirat. Pulanglah wahai puan, andai kamu masih menyayangi suamimu, maafkanlah dia. Andai kamu tidak memaafkan dia, dan tidak redho akan perbuatannya, maka tertanggunglah dibahunya dosa yang berat itu hingga ke akhirat.

*Isteri itu pulang, tetapi kali ini wajahnya cerah dan bibirnya mengukir senyum mengenangkan janji2 ALLAH yang disampaikan oleh Tuan Syeikh.

WaLlahu a'lam bisshawab.

~* MUTIARA KATA KU *~



Ya,aku memang janda...
Terus,apakah ada masalah denganmu ?
Ya,aku memang janda ...
Terus,apa hak kamu ikut campur urusanku ?


Aku tak pernah meminta,
Menjadi seorang janda.
Dan aku tak pernah menduga,
Takdirku menjadi seperti ini.


Namun yang pasti,
Aku mencari rezeki dengan cara yang "HALAL"
Tanpa pernah aku menjadi PENGEMIS.


Walau terkadang aku harus dicibir,
Karena pekerjaan ku.
Hanya karena aku seorang pembuat kue.
Hanya karena aku seorang guru ngaji di desa kecil.
Dan hanya karena aku seorang penjahit.
Walaupun aku adalah orang yang tak punya harta benda,
Tapi aku rela dan ikhlas menjalaninya.

Demi ibuku.


Alhamdulillah,sang pembuat kue itu...
Kini telah menjadi wiraswatawati.


Satu pesanku untukmu...
Duhai yang menzalimiku.
Lebih baik menyandang status "JANDA TAPI TERHORMAT"
Terhormat di mata Allah dan manusia.


Daripada menyandang status "ISTRI SAH TAPI MURAHAN".
Kehormatan yang digadaikan.
Dari satu pria ke pria lainnya.
Na'uzubillaahi min zalik !


Saat tuduhanmu padaku semuanya meleset....
Sayatan dan lukaku tak tertampung lagi.
Hanya pada-NYA tempatku mengadu.


Alhamdulillaah,
Allah Maha Adil...Allah Maha Pengasih.
Dia menjawab semua do'aku.


Telah diperlihatkan padaku..padamu dan pada semua.
Siapa yang benar,siapa yang salah.

Jangan pernah anggap remeh do'a orang yang terzalimi,kawan...
Tak ada batasan tirai apapun yang menghalangi.
Langsung tembus melewati langit.



*Terima kasih atas lukanya,kawan...
Membuatku menjadi semakin kuat.
Dan,bertaubatlah sahabat,sebelum terlambat.
4 some one in some where.




TAKENGON,3 OKTOBER 2014

~* PUISI KELAM *~








Oh Tuhan ku..

Apa aku tidak pantas lagi kau sebut
Sebagai hamba mu ?

Mengapa kau tidak biarkan aku tahu
Mengapa kau tidak biarkan aku sekedar tahu


Siapa nama malaikat mu itu.

Entah mengapa dan kau juga pasti tahu
Aku merasa rindu
Entah mengapa aku rindu akan malaikat-Mu.

Gelap malam, sunyi sepi dan sendiri...
Angin dingin seakan ingin mengiringi
Mengiringi sebuah melodi yang menyayat hati.

Melodi yang dimainkan malaikat mu
dalam sepi
Melodi yang dimainkan malaikat mu
sendiri
Melodi yang dimainkan malaikat mu
dalam sunyi.






Tak dapat tebendung hati,
Tergetar nurani ingin keluar dan memperbaiki hari ini
Tak dapat tebendung hati untuk mendekati


Mencoba menyibakkan sepi.


Memberanikan diri, kuatkan tekat


Dan mencoba melangkah mendekati
Namun puisi ini tidak lagi terdengar
Seperti puisi kerinduan hati.


Bahkan aku bertanya pada diriku sendiri
Apa?


Apa yang dia lakukan pada dirinya?


Botol pecah berserakan di dekatnya.
Dan begitu juga dengan puntung-puntung rokok tak ada yang berbeda.
Darah segar mengalir dari nadinya
Mata terpejam dengan raut kesedihan
Suara lirih dan menggumam melantunkan "Puisi Kegelapan".



Apakah dia terluka
Apakah dia baik-baik saja
Ku coba langkahkan kaki beranikan diri
untuk mengikuti kata hati
Ku coba langkahkan kaki lewati semua
ini bukan untuk berhenti.

Namun dalam kegelapan ini kulihat
Pemandangan yang menyayat hati
Malaikat mu tertawa,


Namun dia tertawa diiringi senyuman-senyuman setan
disekitarnya.


Malaikat mu tertawa, namun dia tertawa
diiringi tangisan beserta darah
dari nadinya.

Gelap...


Mengapa semakin terasa gelap di sekitarnya.
Mengapa cahaya seakan tidak mau
masuk lagi ke tempat ini
Mengapa kau tidak mau kembali kesini
untuk membuatnya berseri lagi
Mengapa kau tidak mau kembali kesini
untuk cerahkan hari,

Wahai cahaya matahari...


Tuhan...


Jika kau tidak ijinkan matahari
untuk terangi lagi tempat ini
Jika kau tidak ijinkan lagi hari cerah
buatnya berseri kembali
Jika kau tidak ijinkan lagi hari cerah
buatnya kembali mengejar mimpi
Jika kau tidak ijinkan lagi hari yang cerah


buatnya tersenyum dan akhiri
semua kesedihan ini
Dan jika matahari-Mu itu mungkin telah mati!


Jadikanlah aku matahari agar aku selalu
Dapat melihat senyum dari malaikat mu ini.



* Ainiya Faida Azmi,
Kenawat Lut,3 Oktober 2014.

~* SEMU *~




~* JIKA PATAH SAYAP MALAM
KU*~


Merunduk mendung berlalu tidak
Kelam awan berkabut pekat
Mentari murung sunarnya kusam
Kerdip bintang tak merona maya


Apakah jadinya jika ia hilang
Pesona bintang penyeri malam
Seperti patah sayap sayap malam
Tempat bermanja hilang dimata.


Dari 7 hari dalam seminggu, sebenar nya ada dua hari yang tidak perlu di khawatirkan.

Coba tebak, hari apakah itu?


Dua hari tersebut adalah hari Kemarin dan hari Esok.
Siapa yang perlu mengkhawatir kan lagi hari Kemarin?


Hari di mana semua kesalahan, kekurangan, kecewa, sakit hati kita alami.
Hari di mana kita kehilangan seseorang atau sesuatu yang kita sayangi.
Hari di mana kita merasa menjadi orang yang paling bodoh dan orang paling sial sedunia.
Hari di mana kita menyakiti hati orang yang kita cinta
Hari di mana kita mengalami kegagalan dan penolakan.
Hari di mana bahkan mungkin serupiahpun tak ada di dalam kantong kita.


Tetapi bagaimanapun semua hari itu sudah berlalu.
Hari itu sudah usai dan berapapun uang yang kita punya,
Tak akan bisa dipakai untuk membeli dan mengembalikan masa lalu untuk diperbaiki.
Untuk itulah kita tak perlu berulang kali menoleh ke belakang dan meratapi semua yang telah terjadi.


Dan hari lain yang tak perlu kita khawatirkan lagi adalah hari Esok!
Hari di mana kita sangat penasaran akan banyak hal yg belum terjadi.

Ya…!!! BELUM TERJADI.


Hari di mana kita tak tahu sampai kapan nafas kita akan berhembus, dan jantung kita akan berhenti berdetak.
Hari di mana mungkin kita akan berhasil tetapi mungkin juga bisa gagal.

•Tetapi mengapa harus kita khawatirkan ……..?
Mengapa harus kita pikirkan kalau Hari Ini saja masih bisa kita perjuangkan?



Dan jika Hari Ini ada kesempatan kita melakukan banyak hal..
Maka …..

-> Lakukanlah semua Pekerjaan kita Sebaik Mungkin .
-> Lakukanlah semua hal yg kita Impikan dan kita Inginkan.
-> Lakukanlah semua hal yang bisa membuat orang-orang kita sayangi menjadi bahagia.
-> Lakukanlah semua hal positif yang bisa menggembirakan.

•Sehingga kita tak perlu lagi mengkhawatirkan hari Kemarin dan hari Esok.
Biarkanlah semua itu berjalan apa adanya.
Mari kita berusaha untuk menjadi sebaik Mungkin.

~* HIDUP ADALAH UJIAN *~




Menjejaki liku hidup tak berhenti..
Menjalani imajinasi yang berarti..
Dan kemarin ku tertawa..
Dan kemarin ku menangis..



Harapanku ada diujung mata..
Dan ia terus menerus melambai..
Ia ada dan sangat nyata..
Bidadari impian penghubung mimpi..


Bersinar bagai aroma bintang..
Diselimuti genggaman embun pagi..
Dengan rona merah terang..
Ia meniup semangat tiada henti..


Karna waktu tetap akan berputar..
Dan ia menggiling semuanya..
Semua liku dan perjuangan..
Yang membentuk rangkaian semesta terindah..


Tiada satu manusiapun yang tidak mendapat ujian.
Tiada satu manusiapun yang terlepas dari cobaan.


Karena segala ujian adalah ketentuan Tuhan.
Yang harus kita lalui dengan kesabaran.



Ya Allah...
Ampuni kami dari segala dosa.
Yang telah kami lakukan disaat khilaf ataupun lupa.
Karena kami hanya hamba-MU yang tiada daya.
Yang selalu mengharap rahmat-MU di dunia yang fana.


*Ainiya Faida Azmi.
Kenawat Lut,30 September 2014.



~* NASIHAT SEORANG IBU BUTA PADAKU *~


~* PELAJARAN HIDUP *~


Suatu hari,aku ke rumah sakit,hendak chek-up kesehatanku,
Yang semakin hari semakin memburuk,
Sambil menunggu hasil dari cek darah,
Aku duduk tepat di sebelah seorang Ibu tua yang buta.


Kami duduk dii selasar rumah sakit.
Ibu itu mengajariku akan dua kalimat.
"Palesni jema banan,ike gere ara ari-ari".
"Palesni jema banan,ike utem gere ara i umah".
 (Bodohnya seorang perempuan,bila tidak mempunyai tikar usang)
(Bodohnya seorang perempuan,bila kayu bakar tidak ada di rumah)



Kata kata ibu ini,membuat ku penasaran.
Dan aku tertegun,mendengar akan makna di dalamnya.
Lalu lanjut si ibu ke saya:
"Ike bebuet enti merke,kune cara boh kati ara".
(Bila bekerja jangan malas,bagaimana cara agar kita menjadi orang "ada")




Kata kata ibu ini,
Sungguh seperti cemeti untukku !
Terima kasih ibu buta...
Terima kasih atas kalimat penyemangatmu.
Miss u Ibu..

Walaupun saya tak tau...anda tinggal dimana.


*Rumah Sakit Datu Beru,TAKENGON.
24 SEPTEMBER 2014.