FILOSOFI HEDGEHOG

Hari itu adalah musim salju yang paling ektrim di Canada. Banyak
binatang2 yang mati akibat beku dan dingin yang teramat sangat. Di
daerah tersebut tinggal sekelompok Hedgehog (seperti landak).
Mereka memutuskan untuk tinggal berkelompok bersama-sama di sebuah gua agar tetap hangat.
Mereka mendekatkan diri satu sama lainnya; namun ketika mereka berdekatan, duri-duri mereka melukai teman2 terdekat mereka.
Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu
sama lainnya dan mereka mulai merasa sendiri, beku dan akhirnya terancam
mati. Jadi mereka harus memutuskan: Menerima duri2 temannya atau maut
segera akan menjemput mereka.
Secara bijaksana, mereka akhirnya
memutuskan untuk kembali saling mendekat dan bersatu. Mereka pun
belajar untuk menerima hidup dengan luka2 kecil akibat jarak yang sangat
dekat dengan sahabat2nya supaya dapat menerima dan merasakan kehangatan
diantara mereka. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan
bisa terus bertahan hidup.
Apa pesan moral cerita ini?
Hubungan yang terbaik dalam hidup ini adalah bukan dengan cara hanya
membawa orang orang yang sempurna dalam kelompok untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
Tetapi kondisi terbaik akan tercipta ketika semua
individu bisa belajar untuk hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain
dan berusaha utk saling melengkapi serta mengapresiasi semua usaha,
niat baik, kehangatan dan perhatian yang diberikan oleh rekan2 yg lain.
Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” dan mampu bertahan dalam situasi atau lingkungan ekstrim sekalipun.
Semoga Bermanfaat
^_^
KISAH DUA EKOR KATAK

Suatu
waktu ada dua ekor katak tercebur ke sebuah sumur dangkal, tak lama
kemudian teman2 katak mereka berdatangan dan mulai merubung sambil
berteriakan : “ lakukan ini” dan “lakukan itu”
Setelah beberapa
lama, katak2 diluar sumur menyadari bahwa tidak ada harapan buat ke 2
katak tsb utk bisa keluar dari sumur tsb. Mereka menyarankan agar kedua
katak tersebut menyerah saja dan menunggu saja saat saat kematiannya.
Seekor katak menerima nasibnya dan tidak berbuat apa apa lagi.
Katak yg satu terus melompat lompat. Katak2 di luar sumur kembali
berteriak2 dan memberi kan tanda pada katak yang kedua agar menyerah.
Tapi katak kedua terus melompat.
Beberapa lama kemudian , katak kedua melompat dg tinggi dan akhirnya berhasil keluar dari sumur.
Kegembiraan menyeruak.
Katak2 lainya bertanya pada katak kedua itu. Mengapa ia terus saja melompat padahal mereka berseru seru agar ia menyerah saja.
Katak kedua itu dengan bangga menjawab, ” Aku tidak bisa mendengar
kalian karena aku tuli tapi kulihat kalian sepertinya terus memberiku
semangat shg aku terus termotivasi utk melompat dan yakin pasti bisa
keluar dari sumur ini "
Dalam hidup terkadang kita perlu menutup telinga kdari omongan orang2 yg ada di sekeliling kita.
Yang kita perlu lakukan hanyalah focus mengerjakan apa yg kita yakini
akan sukses dan kemudian membungkam mulut mereka dengan bukti dan hasil
kesuksesan yg kita raih.
Semoga bermanfaat.
^_^
KISAH SEORANG PETANI

Seorang petani menanam 2 tanaman yg sama pada lahan yg sama.
Yg membedakan hanya bagaimana cara dia merawat tanaman tsb.
Tanaman yg pertama disirami secara rutin tiap pagi sore, sedangkan tanaman yg kedua disirami 2 hari sekali.
Ketika tanaman itu bertumbuh cukup besar, tiba waktunya untuk menguji kekuatan akarnya.
Perbedaannya cukup mencolok;
Dibutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk mencabut akar dari tanaman yg pertama.
Untuk tanaman yg kedua,
Dibutuhkan waktu 2 kali lebih lama yaitu 4 menit untuk bisa mencabutnya!
Tanaman pertama cukup dimanjakan dgn air yg ia dapat dgn mudah,
sehingga akarnya tidak berusaha mencari ke tanah yg lebih dalam.
Sedang tanaman yg kedua karena mendapat suplai air yg lebih sedikit,
maka mau tidak mau akarnya mencari ke sumber air, sehingga di dapatinya
akarnya jauh lebih kuat karena masuk lebih dalam ke tanah.
Cara TUHAN mendidik kita tak jauh beda dgn ilustrasi tsb.
Bayangkan saja jika TUHAN memanjakan kita dgn mengabulkan semua doa yg
kita minta atau tidak pernah mengijinkan penderitaan & masalah
hidup.
Tentu ini akan membuat kita jadi orang yg manja.
Tak hanya itu, kita akan menjadi orang yg cengeng.
Akibatnya akar iman kita tidak kuat & ketika permasalahan terjadi,
dgn mudahnya kehidupan kita tumbang!
TUHAN sangat mengasihi kita,
itu sebabnya TUHAN selalu mendewasakan & melatih akar iman kita.
DIA mengijinkan:
• penderitaan,
• masalah,
• tekanan hidup
• keadaan yg tak menyenangkan
Dgn harapan bahwa akar iman kita terus mencari “Sumber” yg sejati.
Apakah Anda memilih untuk menjadi orang yg manja dgn akar yg rapuh ?
Atau menjadi orang yg didewasakan oleh TUHAN ?
"TANPA MASALAH, KITA HANYA AKAN MENJADI ORANG YG MANJA & MEMILIKI AKAR IMAN YG RAPUH!!".
Semoga bermanfaat.
^_^
KISAH SIPUT DAN KATAK

Seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak.
Suatu hari, katak yg kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:
"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"
Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa
melompat ke sana ke mari, Tapi saya mesti membawa cangkang yg berat ini,
merangkak di tanah, beringsut pelan-pelan. jadi saya merasa sangat sedih."
Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing²,
hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat
penderitaan kami" kata katak.
Dan seketika, ada seekor elang
besar yg terbang ke arah mereka, siput dg cepat memasukan badannya ke
dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
Akhirnya siput baru sadar... ternyata cangkang yg di milikinya bukan merupakan suatu beban... tetapi adalah kelebihannya...
Kehidupan, tidak perlu dibandingkan dg orang lain.
Iri hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan.
Lebih baik pikirkanlah apa yg sdh kita miliki dan dianugerahkan kepada
kita, hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur &
kebahagiaan bagi kita sendiri.
Semoga bermanfaat.
^_^
AKU MENANGIS UNTUK ADIKKU
SEBANYAK 6 KALI

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari
demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka
menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda
dariku. Yang mencintaiku lebih daripada aku mencintainya.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya
membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera
menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok,
dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri
uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.
Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"
Dia
mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku
mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu
marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau
kehabisan napas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami
dan memarahi,
"Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal
memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak
dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Malam
itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh
dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di
pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan
menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih
selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju
mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih
kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang
adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku
berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di
SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang
sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas provinsi. Malam
itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus
demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan
hasil yang begitu baik,hasil yang begitu baik" Ibu mengusap air matanya
yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita
bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan
keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan
sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."
Ayah
mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau
mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya
mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai
selesai!"
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu
untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke
muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus
meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan
jurang kemiskinan ini."
Aku, sebaliknya, telah memutuskan
untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan
harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa
helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia
menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas
bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi
mencari kerja dan mengirimu uang."Aku memegang kertas tersebut di atas
tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku
hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.
Dengan
uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku
hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi,
aku akhirnya sampai ke tahun ketiga. Suatu hari, aku sedang belajar di
kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang
penduduk dusun menunggumu di luar sana!" Mengapa ada seorang penduduk
dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh,
seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya,
"Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan
mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan
menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku
menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam
kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku
apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari
sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia
memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis
kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku
tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam
pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah
telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku
pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak
perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"
Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal
untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya?
Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu." Aku masuk ke dalam
ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa
menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut
lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. ?Tidak, tidak sakit.
Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu
berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku
bekerja dan." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku
memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu,
adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di
kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang
dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka
mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus
mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah
mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi
direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan
sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak
tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja
reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki
sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah
sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada
kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer
tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini.
Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu
tidak
mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada
wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar --ia baru saja
jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi
manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata
suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang
sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa
membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia
berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia
menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya,
pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu
hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku." Ia
melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak
dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang
berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk
pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu
dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia
hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di
rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai
ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah,
selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya
kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam
hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam
kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini,
air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
(Dari "I cried
for my brother six times)
Semoga Bermanfaat.
^_^
KISAH SEORANG BANGSAWAN DAN PEMBANTU

Seorang bangsawan Ɣªήg berkelimpahan harta, gemar berfoya2 & angkuh mempunyai seorang pembantu.
Suatu hari, si majikan meminta pembantu itu pergi ke luar kota utk menagih utang. Dia berpesan ;
"Setelah kamu berhasil menagih semua uang itu, belilah barang-2 Ɣªήg belum aku miliki."
Saat pembantunya pulang, si bangsawan menyambut dg antusias. Tapi alangkah kaget & marahnya dia, ketika tahu uangnya dihabiskan dg membagikannya kepada orang2 miskin disana. Tanpa mau mendengar alasan lebih lanjut, si pembantu dihukum.
Suatu ketika, terjadi bencana alam Ɣªήg luar biasa. Seluruh harta
bangsawan habis & dia jatuh miskin. Lalu si bangsawan memutuskan utk
pergi ke kota lain mencari kehidupan baru bersama pembantunya.
Ketika tiba di sebuah kota, penduduk disana menyambut mereka dg baik
& ramah. Bahkan banyak diantara mereka Ɣªήg memberi makan &
tumpangan. Si bangsawan keheranan. Lantas ia pun bertanya kepada si
pembantu.
Pembantu menjelaskan, "Tuan ingat, sewaktu memberi
tugas utk membelikan barang Ɣªήg belum tuan miliki, semua uang hasil
tagihan telah saya gunakan utk membantu orang2 Ɣªήg membutuhkan bantuan
saat itu. Tuan telah punya semua barang."
"Hanya satu barang Ɣªήg belum tuan miliki, yaitu CINTA. Maka, waktu itu sy berusaha mendapatkannya untuk tuan.
Dan cinta itulah Ɣªήg saat ini memberi kehidupan baru kepada kita."
Si bangsawan terkejut dan merasa sangat bersalah, dia memeluk
pembantunya itu, & berkata, "Sekarang aku sadar, aku adalah orang
kaya Ɣªήg miskin. Terima kasih sahabat."
" Maafkan aku karena telah memperlakukanmu dg semena-2. Padahal, engkau telah 'membelikan' cinta Ɣªήg tidak aku miliki."
Semoga bermanfaat.
^_^
KISAH BURUNG DAN AIR

Di
Niagara, banyak burung sering menukik mengambil air minum. Tanpa mereka
sadari, ada beberapa tetes air kecil Ɣªήg menempel pada sayapnya. Karena
masih berupa tetesan air, maka Burung-burung itu tidak terlalu
mempedulikan.
Ketika Burung-burung itu menukik lagi, maka semakin banyaklah tetesan air Ɣªήg menempel disayapnya.
Karena udara Ɣªήg sangat dingin, tetesan-tetesan air itu akhirnya membeku dan berubah menjadi Es.
Setelah Es menumpuk makin banyak disayapnya, maka Burung-burung itu
akhirnya tidak kuat lagi terbang dan tiba-tiba jatuh menukik dan
akhirnya mati.
Burung-burung itu mati hanya karena Meremehkan
Tetesan-tetesan Air Kecil Ɣªήg terus berkumpul dan menumpuk Ɣªήg
akhirnya berubah menjadi Beban Ɣªήg begitu Berat hingga mengakibatkan
Kematian.
"Sangat jarang orang jatuh kerena tersandung batu besar, namun sering kali orang jatuh karena tersandung batu kecil".
"Karena itu jangan hanya fokus kepada permasalahan2 yg besar saja,
hal-2 yg kecil kalau terus dibiarkan dan tidak dicarikan solusinya,
lama-lama akan berpotensi menjadi masalah besar."
"Oleh sebab
itu lebih bijaksanalah dalam menjalani hidup, tetaplah optimis karena
tidak ada sebenarnya masalah yg tidak ada jalan keluarnya"
"Apapun masalah kita, yg kecil maupun yang sangat-2 besar, pasti akan
berlalu karena kita memiliki Allah yang MAHA BESAR, sehingga tidak ada
yg tidak bisa kita selesaikan, PERCAYALAH.....!
Semoga bermanfaat.
^_^
SEBATANG POHON DAN SEEKOR BURUNG JALAK

Sebatang
pohon berbuah sangat lebat. Buahnya terlihat kuning keemasan. Seekor
burung jalak hinggap di pohon tsb. dg lantang memuji pohon itu.
"Pohon yg amat subur & terlihat indah sekali dg buah yg cantik."
Setelah mendengar pujian burung jalak, lalu si pohon menjawab, "Kawan,
tinggallah ditempatku ini!"
Lalu, seekor burung kenari terbang ke pohon tsb, menghadap ke arah pohon ini, sambil bernyanyi ;
"Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus bak
bidadari." Pohon pun menjawab nyanyian si kenari, "Jika dikau ingin
memakan buahku, ambil saja kawan!"
Seekor burung pelatuk
hinggap juga ke pohon yg subur ini, Ia mematuk2 di sana-sini, di seluruh
badan pohon, membuat pohon amat kesakitan. Kemudian burung pelatuk
berkata, ;
"Aku melihat di dalam tubuhmu ada seekor ulat yg
menjijikkan, aku ingin mematuknya keluar. Jika tdk, maka dikau akan
kesakitan dimakan oleh ulat."
Si pohon marah lalu berkata,
"Omong kosong, kamu mematukku, sengaja ingin membunuhku kan, cepat pergi
dari sini!" Burung pelatuk akhirnya pergi.
Tak berapa lama, si
pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning berguguran. Sembari itu,
dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.
Burung jalak pergi meninggalkannya, burung kenari jg tdk datang bernyanyi lagi.
Suatu hari, burung pelatuk menghampirinya lg, walaupun pohon menjerit
kesakitan, ia tdk peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat di tubuh
pohon termakan habis.
2 minggu kemudian, Daun pohon ini tumbuh
kembali, hijaunya mulai terlihat, lebat lalu berbuah lg seperti semula.
Dg perasaan terharu sang pohon berkata ;
"Ternyata yg
bernyanyi & memuji kita belum tentu kawan, tetapi yg memikirkan
& bersedia menunjukkan kekurangan & membantu kita, itulah kawan
sejati."
Semoga bermanfaat.
^_^
KISAH SI TAJIR DAN TUKANG BECAK

Pada
suatu hari Si tajir yang shalih dan berprofesi sebagai pengusaha sukses
sedang menginap di sebuah hotel mewah berbintang lima disemarang.
Usai melakukan qiyamul-lail yang sudah menjadi rutinitasnya, ia
bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat untuk shalat Shubuh
berjamaah.
Waktu saat itu menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan. Sehingga Ia ingin jalan-jalan sebentar sebelum sholat shubuh.
Begitu Ia keluar dari lobby hotel, Si Tajir pun meminta kepada tukang
becak yang sedang mangkal di depan Hotel untuk mengantarnya keliling
Semarang.
Kira-kira belasan menit sudah sang Tukang becak
mengayuhkan pedal becaknya, sayup-sayup terdengar suara tarhim yang
mengisyaratkan waktu shubuh akan tiba.
Sejurus kemudian Sang
Tukang becak berkata santun kepada penumpangnya, "Mohon maaf ya pak,
boleh tidak bapak saya pindahkan ke becak lain ?"
Si Tajir membalas, "Memangnya bapak mau kemana,?"
"Mohon maaf pak, saya mau pergi ke masjid!" jawab Sang Tukang Becak.
Terus terang Si tajir yang salih itu pun kaget sekaligus kagum atas
jawaban sang tukang becak, namun ia ingin mencari alasan mengapa si
Tukang Becak tsb sedemikian hebat kemauannya hingga ingin pergi ke
masjid.
"Kenapa harus pergi ke masjid Pak ?, Oh ya saya juga mau tanya nama Bapak siapa " tanyanya.
Si Tukang Becak dengan polos menjawab, "Saya Ibnu Pak, saya sudah lama
bertekad untuk selalu bisa mengumandangkan adzan di masjid agar
orang-orang bangun dan melaksanakan shalat Shubuh. Sayang khan Pak kalau
kita tidak shalat Shubuh" jelas Ibnu singkat.
Jawaban ini
semakin membuatnya bertambah kagum. Namun Ia belum begitu puas sehingga
ia melontarkan pertanyaan yang menggoyah keimanan Ibnu.
"Pak
Ibnu, bagaimana kalau pak Ibnu tidak usah ke masjid tapi pak Ibnu temani
saya saja keliling-keliling kota dan saya akan membayar Rp 700 ribu
sebagai imbalannya!"
" Mohon maaf Pak, Uang Rp. 700 ribu itu
memang sangat besar, apalagi utk ukuran orang yg seperti saya, dan saya
sangat berterima kasih atas kebaikan hati Bapak, namun pahala shalat
sunnah Fajar ini tdk ada bandinganya Pak, lebih mahal daripada dunia
beserta isinya, dan itu yg sangat saya yakini Pak ", dengan santun Ibnu
menolak tawaran itu
Ia terkejut dan begitu takjub atas
ketaatan Ibnu. Bahkan ketika Si Tajir itu memberikan tawaran dua kali
lipat, tetap saja Ibnu menolak.
Kekaguman pun membawanya
menyadari bahwa ada pelajaran berarti yang sedang ia dapati dari seorang
guru kehidupan , Sang Tukang Becak, bernama Ibnu .
Beberapa
saat kemudian, Ibnu dan Si Tajir pun tiba di salah satu masjid. Usai
sholat dan puas berdoa. Si tajir yang bernama Pak bento itu lalu berdiri
dan menghampiri tubuh Ibnu. Ia gamit tangan Ibnu untuk berjabat lalu
memeluk tubuhnya dengan erat. Sementara Ibnu belum mengerti apa maksud
perbuatan yang dilakukan Si Tajir.
Dalam pelukan itu Bento
membisikkan kalimat ke telinga Ibnu, "Mohon pak Ibnu tidak menolak
tawaran saya kali ini. Dalam doa munajat kepada Allah tadi saya sudah
bernazar untuk memberangkatkan pak Ibnu berhaji tahun ini ke
Baitullah... ., Mohon bapak jangan menolak tawaran saya ini."
Subhanallah. ... Bagai kilat yang menyambar. Betapa hati Ibnu teramat kaget mendengar penuturanBento.
Kini Ibnu pun mengeratkan pelukan ke tubuh Pak bento dan ia berkata,
"Subhanallah walhamdulillah. ... terima kasih ya Allah.... terima kasih
pak ....... !" Matanya berkaca-kaca..
Begitulah cerita singkat
tentang si tajir dan seorang tukang becak yang memiliki kebulatan tekad
dan prinsip yang benar-benar ia lakukan dengan sepenuh hati.
Tidak menjadi masalah jika seorang harus bergelut dengan kemiskinan,
tetapi yang terpenting Ia harus memiliki akhlak yang baik dan prinsip
beragama yang benar-benar dia jalankan.
Kadang kita melihat
begitu banyak orang yang segaja meninggalkan solat walaupun ia tahu itu
wajib, entah apa yang ada dalam fikiran mereka tersebut, Padahal, Solat
itu jelas-jelas kewajiban bagi orang Islam. Dan Allah SWT menyeru kita
untuk menjadikan sabar dan solat sebagai penolong kita.
Selan
itu “Amal pertama yang dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah
shalat. Dan barangsiapa yang baik shalatnya, maka baik pula segala
amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka
rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya”(HR Thabrani)
Semoga Sang Pencipta senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayangnya
kepada kita semua, dan kita bisa mengambil hikmah dari cerita diatas.
Semoga Bermanfaat.
^_^
BELAJAR DARI MERPATI
Merpati
adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah
ada merpati yang suka berganti pasangan? Jawabannya adalah “tidak”!
Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.
Merpati adalah burung yang
tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak
pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke
rumah lain ? Jawabannya adalah “tidak”!
Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan
bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu.
Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci ?
Jawabannya, “tidak”!
Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang.
Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk
sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan
berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan
gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar
pekerjaannya? Jawabannya, “tidak”!
Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan “kepahitan” sehingga tidak menyimpan dendam.
Jika seekor burung merpati saja bisa melakukan hal-hal luar biasa di atas, mengapa kita tidak bisa ?
Hidup itu indah jika kita saling mengerti, berbagi, dan menghargai !
Setuju..?
Semoga Bermafaat.
^_^
SEORANG DAN DUA KANTONG

Alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan & ketenangan di dalam hidupnya.
Orang tersebut mempunyai dua kantong yg selalu dibawanya kemana-mana.
Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada kantong
yang lainnya tidak terdapat lubang.
Segala sesuatu yang
menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian & sindiran,
ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang berlubang.
Tetapi semua yang indah, baik dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah
kertas kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang
tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah
diperolehnya sepanjang hari itu.
Kemudian ia merogoh kantong
yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun. Maka ia pun
tertawa dan tetap bersukacita karena tidak ada sesuatu yang dapat
merusak hati dan jiwanya.
Teman2.. Itulah yang seharusnya kita
lakukan. Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”,
sehingga tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita.
Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”. Maka
yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi.
Namun sayang sekali.. masih banyak orang yang melakukan dengan terbalik!
Mereka menyimpan semua yang baik di “kantong yang berlubang”, dan apa
yang tidak baik di “kantong yang tidak berlubang” (alias memelihara
pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka,
jiwanya menjadi tertekan & tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Oleh karena itu, agar bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang:
jangan menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kita. ( Tahukah
Anda: sakit hati, iri hati, dendam, dan kemarahan juga bisa menyebabkan
penyakit serius bahkan kematian ? ).
Mari mencoba, menyimpan hanya yang baik dan bermanfaat utk ketenangan dan kebahagiaan diri kita sendiri.
Semoga Bermanfaat.
^_^
KISAH MUTIARA
Seorang
Tua yang sangat beruntung, menemukan sebutir mutiara yg besar &
sangat indah, namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan
begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara
tsb.
Hatinya terus bergumam, kalo lah tidak ada titik noda
hitam, Mutiara ini akan menjadi yg tercantik & paling sempurna di
dunia!! Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya.
Akhirnya, dia memutuskan utk menghilangkan titik noda dg menguliti lapisan permukaan mutiara.
Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tsb masih ada.
Dia pun segera menguliti lapisan kedua dg keyakinan titik noda itu akan hilang.
Tapi kenyataannya noda tsb masih tetap ada.
Lalu dengan tdk sabar, dia mengkuliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir.
Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tsb ikut hilang!!
Begitulah dg kehidupan nyata, kita selalu suka mempermasalahkan hal yg
kecil, yg tdk penting sehingga akhirnya merusak nilai yg besar.
Persahabatan yg indah puluhan tahun berubah menjadi permusuhan yg hebat hanya karena sepatah kata pedas yg tidak disengaja.
Keluarga yg rukun & harmonispun jadi hancur hanya karena perdebatan2 kecil yg tak penting.
Yg remeh kerap di permasalahkan.
Yg lebih penting & berharga lupa & terabaikan.
Seribu kebaikan sering tdk berarti.
Tapi setitik kekurangan diingat seumur hidup.
Mari belajar menerima kekurangan apapun yg ada dalam kehidupan.
Tidak ada yg sempurna di dunia ini.
Semoga bermanfaat.
^_^
GEMA KEHIDUPAN
Seorang anak kecil dan ayahnya sedang berjalan di gunung.
Tiba-tiba anak itu tergelincir dan menjerit Aaaahhhhh...!!".
Betapa kagetnya dia ketika mendengar ada suara di balik gunung,"Aaaaahhhh...!!".
Dengan penuh rasa ingin tahu,ia berteriak "Hai..siapa kau..?"
Ia mendengar lagi suara di balik gunung,"Hai...siapa kau..?".
Si anak merasa di permainkan dan dg marah berteriak lagi, "Kau Pengecut.!!".
Sekali lagi dari balik gunung terdengar suara,"Kau pengecut...!!".
Ia lalu menengok ke arah ayahnya dan bertanya,
"Ayah, sebenarnya apa yang terjadi..?"
Ayahnya tersenyum dan berkata, "Anakku.., mari perhatikan ini..".
Kemudian sang ayahpun berteriak pada gunung...
"Aku mengagumimu...!"
Dan suara itu menjawab
"Aku mengagumimu...!"
Sekali lagi ayah berteriak
"Kau adalah sang juara...!"
Suara itupun menjawab lagi
"Kau adalah sang juara...!"
Anak itupun terheran-heran, tapi belum juga memahami. Kemudian ayahnya menjelaskan...
"Nak...,orang2 menyebutnya GEMA.
Tapi sesungguhnya inilah yg di sebut dg KEHIDUPAN itu.
Ia akan mengembalikan kepadamu apa saja yang kau lakukan dan kau katakan.
(Inilah hukum Tabur tuai didlm banyak agama).
Hidup kita ini hanyalah refleksi dari tindakan kita.
Bila kau ingin mendapatkan lebih banyak cinta kasih di dunia ini, maka berikanlah cinta kasih yang tulus dari hatimu.
Bila kau ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain, maka berikanlah kebaikan dari dalam dirimu.
Hal ini berlaku pada apa saja dan pada semua aspek dalam kehidupan manusia.
Hidup akan memberikan apa yang telah kamu berikan padanya.
Maka sebenarnya hidup ini adalah BUKAN SUATU KEBETULAN.
Hidup ini adalah pantulan dari dirimu sendiri... Inilah GEMA HIDUPMU...
"Lakukan yang Terbaik, maka Hasil Terbaik yang akan Kita Peroleh !!!"
Semoga bermanfaat.
^_^
KEKAYAAN BUKAN SEGALANYA

Riset Ilmiah membuktikan:
1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tdk terpakai(mubazir).
2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubadzir.
3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
4. Sebuah Universitas, 70% materi kuliahnya tdk dapat diterapkan.
5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng² tdk bermakna.
6. Pakaian & peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya nganggur tdk terpakai.
7. Seumur hidup cari duit banyak², 70% nya dinikmati ahli waris.
" Hidup seperti pertandingan bola " Babak Pertama (masa muda) Menanjak
karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, Salary dsb.
"Babak kedua (masa tua) menurun "Karena Darah Tinggi, Trigliserid, Gula Darah, Asam Urat, kolestrol.... dsb
Waspada dari Awal hingga Akhir, Kita harus Menang 2 Babak !!
Tidak Sakit Juga Harus Check Up.
Tidak Haus juga harus Minum.
Galau juga Harus Cari Solusi.
Benar Juga Harus Mengalah.
Powerfull juga Perlu Merendah.
Tidak Cape' pun Perlu Rehat.
Tidak kaya pun Perlu Bersyukur.
Sesibuk Apa pun Juga Perlu Olahraga.
Sadarlah, hidup itu Pendek, pasti ada Saatnya Finish !
Jangan tertipu dg usia MUDA…
Karena syarat mati tdk mesti TUA…
Jangan terpedaya dg badan SEHAT…
Karena syarat mati tdk mesti SAKIT.
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yg baik. Walaupun tdk banyak orang yg memahamimu,
Jadilah seperti jantung,… Yg tdk terlihat tetapi terus berdenyut setiap
saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat…
AJAL Tak MengenaL Waktu & Usia,
Jadi...Terus Berbuat Baik, Mengucap Syukur apa yg sdh ada & menyampaikan Kebenaran terhadap Sesama...
Semoga kita semua diberi umur yg panjang dan berkah. Aamiin.
Semoga bermanfaat.
^_^
KISAH SEORANG PELAMAR PEKERJAAN

Sebuah Perusahaan besar sedang mencari pekerja. Dlm ujian tulisnya, mereka hanya memberikan satu masalah utk dijawab:
“Anda sedang bersepeda motor di tengah malam gelap gulita & hujan
lebat di sebuah daerah yg penduduknya sedang dipindahkan semuanya
kerana bencana banjir. Pemerintah setempat hanya memberikan bantuan
sebuah bus yg saat ini sedang mengangkut orang2 ke kota terdekat. Saat
anda melewati halte bus. Di halte Anda melihat 3 org yg merupakan org terakhir di kawasan itu yg sedang menunggu kedatangan bus:
* Seorang nenek tua yg sakit
* Seorang doktor yg pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya
* Seseorang yg selama ini menjadi idaman hati Anda.
Anda hanya boleh mengajak 1 org utk dibonceng. Siapakah yg akan Anda
ajak? Dan, jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu!”
Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yg perlu dipertimbangkan:
- Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu kerana dia sudah tua dan
sakit. Jika tdk segera ditolong akan meninggal. Namun, kalau difikir2,
org yg sdh tua memang sdh mendekati ajalnya. Sedangkan yg lainnya masih
sangat muda dan harapan hidup ke depannya masih panjang.
-
Doktor itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yg tepat utk
membalas budi. Tapi, kalau difikir, kalau sekadar membalas budi, waktu
lain boleh jg kan? Namun, kita tdk pernah tahu bila kita akan
mendapatkan kesempatan itu lagi.
- Mendapatkan idaman hati
adalah hal yg sangat menyenangkan. Jika kali ini Anda tidak ambil
peluang, mungkin Anda tdk akan ketemu dia lagi. Dan, impian Anda akan
kandas selamanya.
Jadi yang mana yg Anda pilih?
Dari sekitar 2000 orang pemohon, hanya 1 og yg diterima. Orang tsb tdk menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat:
“Saya akan memberikan kunci sepeda motor sy pd sang doktor &
meminta dia utk membawa nenek tua yg sedang sakit utk ditolong segera.
Sedangkan sy sendiri akan tinggal di sana dg sang idaman hati. Utk
menunggu ada Bus yg kembali menolong kami.”
Semoga bermanfaat.
^_^
KISAH GORENGAN BUNTUT

Seorang penjual gorengan selalu menyisakan 'buntut' singkong goreng yg tak terjual.
Dia selalu memberikan sisa gorengan tsb pd seorang bocah yg sering main di tempatnya mangkal.
Saat ini tanpa terasa sudah lebih dari 20 thn dia menjalani usahanya
itu, namun sampai sekarang tidak ada perubahan yg berarti, usahanya
tetap begitu2 saja, gak nambah2 omzet nya maupun outletnya.
Suatu hari datang seorang pria dg mobil mewah berhenti di depan gerobak gorengannya dan bertanya;
"Ada gorengan buntut singkongnya bang..?"
Si tukang gorengan agak kaget dan heran ada orang yg mencari gorengan buntut singkong mana orang kaya lagi.
Dengan agak tergagap2 dia menjawab
"Mo...mohon maaf, tidak ada Den."
"Saya kangen sama buntut singkongnya, bang..,dulu waktu kecil, ketika
ayah saya baru meninggal tidak ada yg biayai hidup saya. Teman2 ngejek
saya karena tidak bisa beli jajan"
" Waktu itu saya ingat,
abang selalu memberi 'buntut singkong' goreng kepada saya setiap bermain
di dekat gerobak abang," ujar pria muda itu.
Si tukang
gorengan bagai tersambar petir dan terperangah. Dia benar2 tidak percaya
bhw pemuda perlente ini adalah bocah yg dulu sering main2 di dekat
gerobaknya.
"Yang saya berikan dulu kan cuma buntut singkong, dan itu sudah 20 tahun lalu...
Kenapa Den bagus msh bisa ingat saya?" tanya si abang gorengan..
"Bang, yang Abang berikan dulu itu tidak sekedar memberi buntut
singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya
Bang."
"Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik abang pd
saat itu, tp ijinkan saya utk saat ini bisa berbagi kebahagiaan dan
mensyukuri atas nikmat dan anugerah yg telah Allah berikan pada saya"
"Saya ingin memberangkatkan abang ke tanah suci bersama istri abang,
Semoga abang & istri berkenan dan tidak menolak niat baik saya yg
tidak seberapa ini " lanjut si pria itu.
Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya, lidahnya 'kelu'...tampak matanya berkaca-kaca...sambil bergumam dlm hati...
"Ya Tuhan, inikah balasan dari bersedekah yg hanya berupa gorengan buntut singkong itu ?"
Semoga bermanfaat.
^_^