~* BERTEMU DENGANNYA *~

~* KENANGAN  23 NOVEMBER 2014 *~


Hari minggu yang lalu,tepatnya tanggal 23 November 2014.Antara iya dan tidak,aku memutuskan untuk pergi mengikuti pertemuan di KENSAS,Kenduri Sastra Se Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Aku yang dari awal memang ingin mendalami lagi tentang sastra.Alhamdulillah,akhirnya,bisa juga aku mengikuti event ini.Karena pertama kali diadakan di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Aku berangkat dari desaku,Kenawat Lut,bersama dua orang adik,dari satu desa denganku,bernama Arda Bensu dan Khairani Abdul Qadir.Setelah selesai membereskan rumah,akhirnya aku berangkat juga.
Kami sampai di SMA N 1 TAKENGON (SMANSA) kurang lebih pukul 9.00 pagi.Kulihat suasana di aula masih agak sepi,peserta yang datang juga baru beberapa orang.

Aku melihat bang Sayid Fadhil Asqar yang tengah membereskan kursi,bersama dik Zuliana Ibrahim.
Akupun membantu sedikit membereskan.

"Assalamu'alaikum,kakak Amna" sapa dik Ana (panggilan akrab dik Zuliana).
"Iya dik,wa'alaikum salaam warahmatullah.Gimana kabarnya?"sahutku.
"Alhamdulillah baik kak.Kakak gimana?"
Alhamdulillah,baik juga dik."
"Waduh.Orangnya masih satu dua orang yang datang kak.Janjinya dari awal,kita kita mulai acaranya jam 9 pagi.Ini,sudah jam 9.30,tapi orang nya cuma segitu aja"ana sambil menunjuk ke dalam aula.
"Ya,gak papa lah dik.Mungkin,sebagian orang nya masih sibuk"sahutku."Harap maklum lah dik.Orang kita ni,terkenal dengan 'jam karet'nya".Hihihihiy...lalu kami tertawa berdua.


Karena kupikir acara pertemuan nanti masih lama,akupun permisi sebentar,untuk mengambil hp ku yang sengaja kupertinggal di sebuah toko kaaset di depan mesjid raya Ruhama,Takengon.
"Dik ana,maaf..kakak pamit sebentar ya.Mau ambil hp kakak,tadi kakak tinggalin di toko di simpang depan sana.Di desa kami,dari semalam mati lampu.Dan ada longsor di tiga titik,di jalan mau ke desa kakak"kataku.
"Oh iya,kak.Silahkan.Nanti adik kasih tau sama teman yang lain"jawab ana.

Kemudian akupun berjalan  menyusuri halaman sekolah SMANSA.Di depan pintu gerbang,aku melihat dik Ilma,seperti sedang menunggu seseorang.
Pelan namun pasti,akupun memanggilnya:
"Dik...silahkan langsung masuk ke dalam.Karena,orang nya udah mulai kumpul disana"
"Oh iya kak...adik lagi nungguin kak dini kak.Katanya masih di jalan"kata dik Ilma ramah".
"Iya dik.Yodah,kakak sebentar ya.Mau kesimpang sana sebentar.Ambil hp kakak yang sedang di cas"
"Oke kakak".


Akupun berjalan perlahan menuju toko kaset langgananku.Dan meminta maaf padanya,karena tak jadi mencas hp sampai selesai acara.
Lalu akupun singgah sebentar ke warung nasi yang di dekat BRI PUTRI IJO.Hm,perutku mulai sakit,karena tak bisa makan dari sore kemarin.Sampai di warung,akupun sarapan dengan menu ala kadarnya.
Sedang asyik makan,tiba tiba aku melihat mantan orang yang pernah menyayangiku,duduk tepat di meja sebelahku.Aku tak pernah memperhatikannya.Aku melanjutkan sarapanku yang mulai terasa hambar,setelah melihat wajahnya.Akupun tertunduk.

Kemudian kulihat dia terkejut melihat ke arahku,sambil bercerita dengan dua sahabatnya.Diapun pamit dengan sahabatnya dan langsung berdiri karena terkejut.
"Dekna.Sama siapa dik?"
"Sendiri,bang"sahutku.

Lalu,dia melangkah ke arahku (Duh...wajah ini.Wajah yang pernah mengisi lembaran diary hatiku).
Langsung duduk tepat di hadapanku.

"Dik...abang...abang minta maaf sebelumnya ya dik,sama adik"
"Minta maaf kenapa,bang kleton?Abang gak ada salah kok,sama adik.Adik aja yang terlalu bodoh menunggu kabar kepastian dari abang"sahutku pelan.
"Abang minta maaf,karena abang telah memperkenalkan adik sama ibu dan keluarga abang semuanya.Adik,kakaknya abang semua udah tau.Tapi,abang tak jadi melamar adik".
"Udah bang.Lupain aja kisah lalu.Adik udah mulai melupakannya.Walaupun masih sakit,karena ulah abangtu".sarapanku tak tersentuh lagi.
"Dik,abang terlalu bodoh mengambil keputusan.Abang menyesal dik.Sampai sekarang,sebenarnya,abang masih sayang sama adik"
"Udah bang,gak usah dibahas lagi.Kasihan istri abangtu.Adik do'akan semoga abang bahagia hidup bersamanya.Anak abang apa udah lahir,ke?"sambil tersenyum ku bertanya.

(Tuhanku,kuatkan aku menghadapinya.Air mataku hendak menetes,namun secepatnya kusapu).

"Belum dik,anak abang belum lahir.Dik,abang ingat terus tentang kita di bener meriah"
"Jangan pernah abang ingat lagi bang"
"Iya dik.Adik tau darimana,abang udah nikah?"
"Adik kandung abang yang bilang.Yang perawat itu,yang bekerja di puskesmas bener meriah"sahutku pelan.
"Kami pernah jumpa bang.Sewaktu acara pesta pernikahan saudara adik.Adik abangtu sebagai fotografer disana.

Dia langsung memanggilku dan bilang:
(Kak...kakak.Ini kak amna kan,yang dulunya sama abangku,bang kleton,yang jago masak di cafe bener lampahan,itu,kan?)
(Iya betul,dik)
(Kak,adik dan semua keluarga minta maaf ya kak,sama kakak.Kami tak bermaksud mempermainkan kakak.Kami kira dari awalnya,abang itu akan melamar kakak,kak.Tapi,rupanya abang melamar orang lain.Kak.Abang dijebak oleh mereka.Abang tak mencintai istrinya.Mamak selalu nanya nanya kakak ke kami semua)
(Iya dik,kakak udah memaafkannya,dik.Kakak menganggap kami ini tidak berjodoh.Biarlah dik,ini udah takdir kami yang gak mungkin bisa bersatu.Gak usah lagi adik cerita itu,karena,dia udah kakak anggap seperti sahabat kakak)
Bang kleton terdiam mendengar cerita ku.

Kemudian dia bertanya lagi padaku:
"Dik,adik dimana dah tinggal sekarang?apakah telah dinas di banda aceh,ke?"
"Mana ada,bang.Adik masih tinggal di takengon sini.Masih di kenawat lut.Membuat kue,dan ngajar ngaji dikit dikit,bang"
"Bukannya adik juga ikut menjadi tim sukses nya gubernur aceh,ya?"
"Enggak bang.Amna tak suka politik.Yang terjun ke dunia politik adalah abangku.Dia menjadi tim suksesnya dari Adam Mukhlis."
"Oh,iya dik.Apa dah kerjaan adik sekarang?"
"Apa aja,bang.Yang penting halal.Dan,yang penting,adik bukan kerja sama orang".sahutku lagi.
"Adik ada jumpa lagi sama kak sitah,ke?"
"Enggak ada bang.Hatiku terlalu sakit,karena fitnahannya dulu.Gara gara itu,amna malu sama semuanya.Mentang mentang saya begini,seenak jidatnya nuduh orang sembarangan.Ingat bang,fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan".
"Iya,apakah gara gara cerita yang dulu itu?"
"Iya,betul bang.Sampai sekarang masih tersimpan di memoriku.Dan,satu hal lagi.Gara gara dia,abangku hampir hancur,dengan cara memfitnah amna.Amna tak pernah menyangka,kalo dia sekejam itu ke amna".
"Iya dik.abang faham".
"Makanya,tak usah suruh amna sering sering jumpai dia,sebelum dia sendiri yang minta maaf dan mengakui kesalahannya,bang".
"Iyalah dik.Jaga dirimu baik baik ya dik.Bila ada umur panjang,nanti kita pasti jumpa lagi".
"Iya bang.Insya Allah,makasi banyak.Jagalah istri abangtu.Jangan kecewakan dia,dan keluarga abang.Adik akan selalu menjauh dari kehidupan kalian.Titip salam amna untuk ibu di rumah,bang,dan istri abang ya"
 
(betapa pahit rasanya kalimat yang kuucapkan).

"Iya dik.Abang pulang duluan ya,dik"
"Iya bang,silahkan"sambil menunjuk jalan keluar warung.
Diapun pergi melaju dengan Escudo nya.Bersama dua sahabat nya yang lain.

Akupun tak ada lagi selera sarapan.Langsung membasuh tanganku dan keluar dari warung.
Ah,pertemuan singkat dengan mantan,setelah setahun tak bersua.
 
 
( Kamu jahat,bang...teriakku dalam hati..
Kamu menyuruh aku untuk setia,
Tapi,kenyataannya,kamu menusukku dari belakang.
Kamu mengecewakan aku,bang.
Ya sudahlah..memang kita ditakdirkan untuk tidak bersama.
Dan aku akan menunjukkan padamu,bahwa aku tak serapuh di pikiranmu ).

Akupun melanjutkan melangkah dengan gontai menuju ke aula SMANSA
Untuk mengikuti kenduri sastra.



Namamu....
Pernah menghias memoriku.
Namun,aku tak mau menjadi orang yang pembenci dan pendendam.
Karena takut hatiku menjadi rusak.

Dan aku juga ingat kata pepatah

Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja; 
siapa tahu – pada suatu hari kelak – ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. 
Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya saja; 
siapa tahu – pada suatu hari kelak – ia akan menjadi orang yang kaucintai.  
 
( Ali bin Abi Thalib).


Terima kasih banyak atas tusukan belati yang kau torehkan,untukku.
Karena itu bisa membuatku lebih kuat dan tegar
Menghadapi kehidupan ini.




~* KENSAS (KENDURI SASTRA ) *~

KENDURI SASTRA PERTAMA DI TAKENGON



Hari minggu yang lalu,tepatnya tanggal 23 November 2014.Antara iya dan tidak,aku memutuskan untuk pergi mengikuti pertemuan di KENSAS,Kenduri Sastra Se Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Aku yang dari awal memang ingin mendalami lagi tentang sastra.Alhamdulillah,akhirnya,bisa juga aku mengikuti event ini.Karena pertama kali diadakan di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Aku berangkat dari desaku,Kenawat Lut,bersama dua orang adik,dari satu desa denganku,bernama Arda Bensu dan Khairani Abdul Qadir.Setelah selesai membereskan rumah,akhirnya aku berangkat juga.
Kami sampai di SMA N 1 TAKENGON (SMANSA) kurang lebih pukul 9.00 pagi.Kulihat suasana di aula masih agak sepi,peserta yang datang juga baru beberapa orang.

Aku melihat bang Sayid Fadhil Asqar yang tengah membereskan kursi,bersama dik Zuliana Ibrahim.
Akupun membantu sedikit membereskan.

"Assalamu'alaikum,kakak Amna" sapa dik Ana (panggilan akrab dik Zuliana).
"Iya dik,wa'alaikum salaam warahmatullah.Gimana kabarnya?"sahutku.
"Alhamdulillah baik kak.Kakak gimana?"
Alhamdulillah,baik juga dik."
"Waduh.Orangnya masih satu dua orang yang datang kak.Janjinya dari awal,kita kita mulai acaranya jam 9 pagi.Ini,sudah jam 9.30,tapi orang nya cuma segitu aja"ana sambil menunjuk ke dalam aula.
"Ya,gak papa lah dik.Mungkin,sebagian orang nya masih sibuk"sahutku."Harap maklum lah dik.Orang kita ni,terkenal dengan 'jam karet'nya".Hihihihiy...lalu kami tertawa berdua.

***
Di aula,aku melihat telah banyak yang hadir.Semuanya telah duduk dengan rapi di tempat yang disediakan.Langsung aku mendaftar jadi anggota dan membayar adm senilai Rp 10.000,-
Bang Sayid memutar sebuah lagu Rossa yang diparodikan sedikit,yang membuat kami semangat mengikuti pembukaan acara.

Di awal acara,dik Zuliana yang menjadi public speaking.
Dengan tubuh yang mungil,dan enerjik,dengan semangat yang membara,dik ana menjelaskan apapun tentang tanah gayo ku.

Aku hanya menulis sedikit opini tentang penjelasan beliau:

Dengan Tema: MENDUNIAKAN GAYO LEWAT KATA

`Membaca potensi yang ada di gayo:
Apa yang dimiliki oleh gayo itu sendiri?
Seperti kopi,danau laut tawar,pacuan kuda,mesjid raya,puteri pukes,dan lain lain.
Dan baru baru ini,sedang marak maraknya membicarakan tentang batu giok.

`Setiap orang punya pikiran,
Tetapi hanya sedikit yang mempunya ide.

`Modal utama dalam kreatifitas sastra adalah
Kreatifitas dalam berbahasa.

Ada dua kalimat prinsip menulis dalam kehidupan dik Ana,ini,yang beliau terapkan selama ini dalam menulis,yaitu  B3:
-Belajar
(Kapan dan dimanapun bisa belajar,terutama tentang Gayo).
-Berproses
Bagaimana biar diri menjadi yang lebih baik.
-Berkarya.

Bila ketiga unsur ini telah ada dalam diri,alhasil timbullah rasa kepercayaan diri pada setiap penulis.
(Terus terang,aku menyukai konsep belajar seperti ini).

`Kegemaran ->MEDIA.
Lewat foto foto,bisa memperkenalkan gayo lewat dunia.
Contoh:Fertival Resam Munoling tahun 2013.

`KETIBUNG->Seni memukul air di gayo.
Seni ini,masih sangat langka di tanah gayo.Yang ditandai dengan hentakan kedua kaki berkali-kali secara bergantian ke bumi; mengangkat dan menurunkan atau memutar-mutar kedua tangan, dikombinasi dengan sorotan mata yang tajam. Inilah tahap pengetahuan dan pemahaman, di mana manusia berhadapan dengan dua pilihan: menginjak atau diinjak: membunuh atau dibunuh; Tuan atau budak; menguasai atau dikuasai (penguasa atau hamba). 
Kata: “ketibung” dalam bahasa Gayo, lazimnya dipakai bagi gadis-gadis yang mandi di kolam atau di sungai, membunyikan air dengan kedua tangannya; yang dalam tari ini diisyaratkan dengan variasi gerak tangan dan kaki, sebagai refleksi dari gelora pikiran dan luahan jiwa. Itu pula alasannya, hingga dalam sastera Gayo, gejolak hati kerap digambarkan dalam lirik: “berketibung iwanni jantung, berjunté iwanni até”
(“bergejolak dalam jantung, bersemi dalam hati”).

Dik Ana melanjutkan,semoga para penulis dari tanah gayo,bisa dikenal di seluruh dunia.


Dik Zuliana Ibrahim sedang memberikan tips tips menulis
"MENDUNIAKAN GAYO LEWAT KATA"



Tibalah giliran bang Sayid Fadhil Asqar sebagai public speaking yang kedua.
Abang yang satu ini,suka guyon dan buat cekikikan..Ilmu yang tinggi,dengan segudang pengalaman di dalam dan luar negeri.Sebagai reporter dari sebuah televisi ternama di negeri ini.Dan sebagai backpacker,dan masih banyak lagi.

Banyak pendapat yang bermanfaat yang disampaikan bang sayid.
Dengan tema:
KETIKA KREATIF TAK SEINDAH KENYATAAN.

`KREATIF.
Kreatif:Kemampuan untuk melihat,mengembangkan,meningkatkan,dan atau menghasilkan "nilai" baru dari satu hal yang sudah lama ada atau dari hal biasa.

Inilah kalimat kalimat kreatifnya bang Sayid.

~Ikan itu di air,bukan di langit.
~Laki laki perutnya harus sixpack bukan backpack.
~Superman itu hayalan.
~Pohon,harus berdaun hijau.Tidak boleh berdaun pink.

`Bagaimana mengubah sistem Impossible,untuk menjadi i'm possible.
Untuk menjadi nomor satu, tidak harus menjadi orang nomor satu
Tugas Kita adalah mengubah IMPOSSIBLE menjadi I’M POSSIBLE
Sebuah kata yang sederhana tetapi sangat menginspirasi bagi setiap orang yang membacanya.
Semua yang IMPOSSIBLE di dunia ini yang dapat membuatnya menjadi POSSIBLE yaitu I’M,
ya kita sendirilah yang dapat membuat semuanya menjadi mungkin apalagi kalau kita meyakini
bahwa hal tersebut selaras dengan Hukum Tuhan.

Pengen bisa melakukan apapun tapi terkadang orang itu pesimis dalam hal hatinya tidak memberi kekuatan (Impossible)
Tapi sebenarnya dengan tekad yang kuat dan usaha,semua bisa melakukan sesuatu (I'm possible).


pasti semua orang pengen sukses, pengen bisa melakukan apapun tapi terkadang orang itu pesimis dalam hal hatinya tidak memberi kekuatan (Impossible) tapi sebenernya dengan tekat dan usaha semua bisa melakukan sesuatu (I'm possible).

Make Money at : http://bit.ly/copy_win


pengen bisa melakukan apapun tapi terkadang orang itu pesimis dalam hal hatinya tidak memberi kekuatan (Impossible) tapi sebenernya dengan tekat dan usaha semua bisa melakukan sesuatu (I'm possible).

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
pengen bisa melakukan apapun tapi terkadang orang itu pesimis dalam hal hatinya tidak memberi kekuatan (Impossible) tapi sebenernya dengan tekat dan usaha semua bisa melakukan sesuatu (I'm possible).

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
pasti semua orang pengen sukses, pengen bisa melakukan apapun tapi terkadang orang itu pesimis dalam hal hatinya tidak memberi kekuatan (Impossible) tapi sebenernya dengan tekat dan usaha semua bisa melakukan sesuatu (I'm possible).

Make Money at : http://bit.ly/copy_wi
` Kreatifitas itu keahlian.
Butuh dilatih dan wawasan.

`Membangun lingkungan kreatif,bisa melalui sosial media,
Seperti facebook,twitter,gogle,dan lain sebagainya.
Atau juga dalam kehidupan dunia nyata.


` Berbagilah:
Berbagi adalah cara terbaik untuk belajar.


Dan yang terakhir,bang sayid memberikan satu alamat web tentang wawasan untuk menulis,di seluruh dunia:
www.ted.com

`Ada kunci sukses dari bang sayid,yaitu:
A =Amati
T=Tiru
M=Modifikasi.


***

Akhirnya,selesai juga acara yang hanya sebentar dilaksanakan namun membawa makna tersendiri untukku.
Jam menunjukkan pukul 13 siang.

Tibalah giliran kami untuk berfoto bersama,gabungan dari komunitas satu dan lainnya,seperti Komunitas Garis Tepi,Komunitas Penulis Anak Kampus,dan Komunitas Garis Tepi.


Ah,semoga event seperti ini,masih bisa kujalani,hingga akhir hidupku nanti.
Aamiin.


Terima kasih banyak Bang Sayid,Dik Ana,Dik Rasnadi Nasry,dan semua teman teman.
Terima kasih telah mengajari banyak hal sama kami tentang sastra.




Aku dan teman teman dari komunitas penulis anak kampus,
Komunitas garis tepi,
Dan Rintisan Komunitas Kepenulisan Takengon
(RIKO KETA)

Salam kompak

^_^

Aku dan dik Zuliana Ibrahim.
Seorang penulis asal tanah gayo,yang juara tingkat nasional tahun lalu.
Beliau juga salah seorang redaktur dari tabloid Lintas Gayo.


Aku dan salah satu wartawati dari lintas gayo.com,dan tabloid Lintas Gayo.
Zuhra Ruhmi.
( Pinter menulis,dan supel )


Aku,dik sari,dan dik Dinni syafriyuni,
Di kiriku,dik sari dari kabupaten Bener Meriah.
Di kananku,dik Dini dari Kabupaten Aceh Tengah.
Dik Diana Seprika,dan dik Zuliana Ibrahim




Acara pembubaran,kami melaksanakan shalat dhuhur di Mesjid raya Ruhama,Takengon.

Ah...betapa damai dalam hati.Ketika menyentuh sajadah.



 * AMNA YUNDA *

27 NOVEMBER 2014.


~* PUISI JIWA KU *~

~* MERAJUT HARI YANG KELABU *~ 



Bukan benang yang tengah ku sulam.
Tapi helaian kegalauan yang berserak
Menutupi indah pandang pelataran hati
Hati yang remuk tak punya bentuk

Bukan juga aksara memuji yang ku toreh.
Tapi lubang-lubang duka minta ditambal
Karena nafas-nafas sesak tak pelik
Menghembus aroma busuknya rasa sakit

Kelambu-kelambu yang dulu merapat pun.
Tengah menganga tanpa terkunci melindung
Ya,melindung kotak hati agar tak terluka lagi
Agar kegalauan tak menyusup tanpa mengetuk

Namun,pertahanan hati terlanjur rubuh.
Tak kuat tenaga tuk menolak atau menampik
Karena telah temu titik lemah
Hancurpun mendera juga nantinya

Kegalauan ini tak ubah malam kelam.
Gelap tertampung mendung tak berbinar
Kosong tanpa cumbuan pijar bintang
Ataupun rembulan yang mengecup malam

Tersiksa...amat hati ini dikikis sakit.
Perih,ingin memekik pada sunyi
Namun,tertahan seluruh mampu
Tak izinkan mencurah pada malam kelabu.

*******


~* BAHASA HATI *~




Tak sampai kah warta bahasa hati ku
Yang ku titip pada angin berdesir
Tuk menilik cinta di seberang
Bahwa penanti mengharap balas

Tersesatkah ia pada kerumunan ragu
Atau tak terbaca penafsir asmara
Gundah aku menanti jawab
Rasa ku tergantung menunggu pasti

Detik,menit,bahkan hitungan hari
Yang ku nanti tak juga singgah
Balasan cinta dari tiga kata
Aku mencintai kamu

*****

~* ENTAH *~

Entah . . .
Berapa banyak lagi harus ku telan
Pahit getirnya ujian hidup ini
Tanpa selingan manis di tiap tetes
Atau kelegaan untuk sejenak bernafas
Walau satu detik yang tersedia

Entah. . .
Sampai kapan tinta kan habis
Menuliskan rinci hidup suramku
Padahal lembaran lembaran masih tertumpuk
Menunggu digilir untuk pencatatan

Entah. . .
Berapa banyak lagi tangis ku tumpahkan
Memenuhi alur pedìh yg kian rumit
Dan membuatku kehilangan daya

Entah. . .
Sampai kapan tubuh ini di dera
Padahal makin payah tuk menopang
Beban beban hidup yang terus melukai

Entah. . .
Entah. . .
Entah. . .

Dayaku hampir tanpa sisa
Habis,terkuras penuh. . .

*****

~* ASAKU YANG TERBANG *~


 
 
Angin malam berhembus mengusik lamunanku
Mendungpun menyusul
Mengacaukan sekejap indah malam

Rintik tetesan gerimis datang
Meramaikan sepinya malam ini
Lalu beralih menjadi hujan
Yang semakin mengusik ketenangan malam

Sang rembulan jua bintang hilang entah kemana
Tak ku temui lagi mereka dalam sudut malam ini

Hujan semakin deras
Guntur datang menghempas keheningan
Aku terpaku menyaksikan
Betapa tak indah malam ini
Tak indah jua seperti hatiku yang kelabu
Hati yang tertekan rasa sepi

*****
~* SAMUDERA AIR MATA INI *~


Mengering sudah. . 
Samudera air mata ini
Semenjak luka itu bermuara dalam relung hati
Terkikis perih mengendap dalam sanubari

Meng0yak jiwaqu yang terlanjur terdiam
Karena sembilu menyisakan kepedihan

Dalam hela nafas panjang
Aku merenung. .
Tentang makna dari rasa ini
Tentang Pedih. .
Tentang air mata, ,
Tentang jiwaku. .

Sakit hati ini karena mu
Yang menghantui hari indahku
Yang buat aku mengalirkan air mata yang sia sia
Yang membuatku kalut tenggelam dalam luka itu

Sakit hati ini. .
Ingin ku hapus dalam mem0ri . .
Ingin ku buang. ,menjauh dari hariku

Perlu kau tahu. .
Diri ini bisa sendiri tanpamu. .
Dan akan kembali,
Menggapai harapan yang ku dambakan
Sebuah kebahagiaan lain yang menantiku di ujung persimpangan. .


******

~* TUHAN...AKU INI SIAPA ? *~



Tuhan. .dalam pagi kali ini
Aku ingin mengeluhkan tentang sebuah jati diri
Tuhan. .mengapa aku tak mengerti tentang diri ini
Yang terkadang tak bisa memaknai seulas kata
Yang tersirat dalam lubuk batin ini

Tuhan. . Aku ini siapa?
Mengapa serasa bertubi2 tanya merasuki diriku
Aku terpaut dalam bingung
Aku tersesat dalam jalanku sendiri

Tuhan. .aku hampir menyerah
Mencari jawaban jati diri ini
Aku terpedaya oleh kata menyerah
Aku termenung oleh kata pasrah

Mengapa seperti ini Tuhan?
Andai aku menapaki jalan ku
Mengikuti jejak yang tak nampak ada ujung
Lalu aku melangkahkan kaki ini
Jejak jejak itu lenyap
Terkubur pasir yang tersapu angin
Lalu. . Kini apa?
Apa yang bisa ku jadikan penuntunku
Tuk mencari jati diri ini
Dalam perjalanan panjangku yang tak pernah ku temui yang ku mau

Tuhan. .
Diri ini Mengharapkan setitik penerang tuk kau kirimkan
Penerang unt jalanku yang merintang
Penerang unt jiwaku yang hampir hilang
.

******

~* RANTAI JIWA *~

Sesak rasanya dada ini
Ketika cintamu menyambut
Cinta yang membuatku bungkam
Tak punya kata kata

Tapi begitu pedih kisahnya
Terpisah jarak begitu jauhnya
Kau bilang dunia kita beda.


Kau pun bilang,

Aku adalah cahaya yang sulit kau gapai

Apakah merahnya mawar tak dapat menyentuh langit biru?



Kapan kiranya dapat menyatu
Aku ingin, hanya berdua
Menapaki putih pasir saat senja

Entah, aku menangis sekarang
Ketakutan itu datang lagi
Jika tiba masa perpisahan
Aku tak punya daya
Pertahananku ambruk seluruhnya
 


Aku takut. . .
Sangat takut berpisah
.

****

~* TENTANG HIDUP *~


Aku berpikir tentang hidup
Dan airmata mulai turun dengan indahnya
Mengikuti alur kesenduan pada tiap tarikan nafas
Dadaku bergemuruh memutar ulang yang berlalu.



Mengenang kembali yang begitu berbeda
 

Ketika kekosongan ini selalu terisi
Ketika hambarnya hidup tak pernah ku rasakan
Ketika semua berjalan begitu normal
Dan ketika aku tidak sendiri
 


Hingga seluruhnya terpecah,terburai
Menjadi potongan-potongan tak menyatu
Berganti kamuflase tak berarti
Aku keluhkan semuanya.




Mengutuk ketidakadilan pada hidupku
Mencaci maki kesepianku yang menjadi parasit
Merutuki takdirku yg menyedihkan.



Ingin, aku akhiri ini...
Menutup diaryku seperti mauku
"Akhirnya aku pergi dari dunia"

*******
 ~* ANTARA ADA DAN TIADA *~



Entah siapa dan apa harus ku percaya
Kecewa ku telah runtuhkan segalanya
Rasa sakit yang kini menyelimuti
Terasa kan mencekik ku sampai mati.





Aku bingung menafsirkan kata-kata telaah
Jika nyatanya hanya menampilkan tipu dibalik wajah
Senyum tulus sepintas terasa pias
Beralih senyum licik amat puas.




Seakan berkata "Aku tlah menang atas dirimu"
Tak ada hati tergambar merah lagi
Sudah retak,penuh lubang,dililit gigil.



Sekarang,siapa harus ku salahkan?




Aku keliru mempercayai awan di langit
Aku begitu bodoh tertipu terang pada nyala api
Sungguh,aku terlalu kecewa pada bening hatimu.
Pada harum mawar yg kau lilitkan duri.




Dadaku sesak tiap menghirup aroma hadirmu.
Bahkan diri ini merasa enggan memandangmu lagi.
Rasa percayapun telah hangus dalam bara kecewa.


Ingatanku jua menghapusmu
Dan aku telah lupa, 

Pernah mencintaimu.

********
~* INILAH MATAKU YANG MEMBUTA *~


Ini mataku yang membuta
Mata yang dulu menatapmu manja
Tlah tertutup hanya nampak gulita
Tak bisa mengira bentuk rupa
Hanya berujar lewat suara.




Ini tanganku yang cacat
Yang dulu kau pegang erat
Yang dulu mendekapmu hangat
Yang dulu kerap menuliskan surat
Walau sekarang sudah cacat.


Dan ini hatiku
Yang tulus mencintamu
Mendamba milikimu
Yang rela menunggu
Dalam keegoisan sang waktu
Dulu, ketika kau jadi cinta pertamaku
.

*******

~* AKU JUGA MANUSIA *~



Katanya aku ini tumpukan nasi basi
Menyebar busuk ke hidung lelaki
Katanya aku ini menjijikkan
Menutupkan mata jika berpandangan.



Katanya aku ini sekedar sampah
Tak layak untuk dijamah.



Katanya aku ini murahan
Sekelas jajaran barang loakan.


Tapi aku manusia
Aku wanita penjaja malam gulita.


Aku miliki rupa juga nurani
Satu kaum dengan insani.


Jangan!
Jangan cacian kau sodorkan!
Jangan pula kau salahkan!


Aku juga makhlukNya
Aku juga ciptaanNya
Hanya saja...
Nasib kita berbeda...

*******
~* DITUSUK BELATI *~


Lagi, ditusuk lagi
Seribu belati, menghujam lagi
Apakah aku mati?





Ini darah, darahku, di tanah
Kental, memerah
Apakah aku jadi jenazah?


Iya, ini perang, perang nafsu
Aku lari, diburu, mati aku.



Kini beringas, buas, ganas
Sesak napas, aku lemas.

Terjungkal, tersengal
Jatuh aku kena penggal.


Mati, tak hidup lagi
Habis, kini tangis
Lenyap, hanya asap
Kalah, sudah, nyerah...


*******

~ PUCUK LAYU CANDU ASMARA *~


Pucuk-pucuk candu asmara mengering mati
Kuncup-kuncup sekar wangi pun layu
Gugur meluruh jatuh
Begitu jua cinta yang ku punya.





Mati tak punya nyawa lagi
Hatiku pun melepuh amat perih
Kerana kumbang telah berpaling
Tak ingat lagi pada selir kembang.


Padahal sekian lama menanti pasti
Diharap pemujanya datang lagi.


Sudah.... Aku lelah...
Tak kan lagi meminta hadirnya
Biar saja aku pun layu
Mati kaku menyimpan pilu
Sudah.

*******

~* ITU KOPIKU *~

 Itu pekat,kental begitu hitam
Itu kopiku,penenangku di malam kelam
Terseduh untuk harapku yang muram
Memikirkanmu sekian jam.

Nelangsa,aku terus terduduk
Menghayalkanmu jauh di ufuk
Ingin aku datang mengetuk
Pintu hatimu tuk ku jenguk
Agar terlepas ragu yang mengutuk
Ah,aku terpuruk.


*******

Harus ku endapkan seberapa dalam lagi
Segala kecewa yang ku kemas rapi
Aku manusia memiliki sebentuk hati
Tak mungkin tahan disakiti berulang kali

Kini sabarku tinggalah ampas
Terlalu sering kau peras merampas
Kau menjauh membiarkanku terhempas
Tak peduli lagi akan hatiku yang memanas

Lepas sudah segenggam asa yang tersisa
Kau tlah buat aku mati rasa
Merasakan sakit semakin kentara
Aku tak mau lagi mengenal CINTA
.

*******
Pernah aku terpaksa mengecup pedih
Juga segala kelam di ranjang pengasingan
Menjerit bersama tangis sesal
Meskipun jiwaku terpasung ketakutan
Ingin aku mengumpat caci tanpa henti
Sekeras mungkin hingga langit pecah;
'Aku muak sembunyi!'

Mauku tak cuma terbaring di pengasingan
Dirajam sepi terpasung takut menerus
Ah,aku tak lagi kebal menahan
Mengutuk aku kah sang waktu
Seakan ini tlah jadi takdir penderitaan
Andai demikian. . .
Bolehkah akhirnya ku akhiri dengan mati?
Dengan darah mengitari nadi
Aku tak tahan hidup dengan sepi.

*******
Nalarku kembali tak waras
Melontarkan marah segala pecah
Diam sejenak lalu berderai
Meluap tangis diantara tirakat
'Aku tak kuat lagi'

Remuk sabarku diludahi
Tidak adakah ertimu tentang rapuh?
Tentang setiaku merajut cinta?
Menjadikannya hangat simpul tulus
Agar awet tak kunjung pupus
Tapi seluruhnya kau tabur pengkhianatan
Menjadikanku tak waras oleh cinta
Yang semu tak terpetik setiamu

Cintaku tlah keliru
.

*******

Pernah aku terpaksa mengecup pedih
Juga segala kelam di ranjang pengasingan
Menjerit bersama tangis sesal
Meskipun jiwaku terpasung ketakutan
Ingin aku mengumpat caci tanpa henti
Sekeras mungkin hingga langit pecah;
'Aku muak sembunyi!'

Mauku tak cuma terbaring di pengasingan
Dirajam sepi terpasung takut menerus
Ah,aku tak lagi kebal menahan
Mengutuk aku kah sang waktu
Seakan ini tlah jadi takdir penderitaan
Andai demikian. . .
Bolehkah akhirnya ku akhiri dengan mati?
Dengan darah mengitari nadi
Aku tak tahan hidup dengan sepi.


*******
Akankah tetap sunyi selalu
Jiwa terkungkung tak bebas
Hendak berlaripun seakan tak mampu
Diliput takut tak mau mendongak
Hanya tuk sekedar mencuri terang

Ah,Jiwa ini hampir tak waras jadinya
Menunggu bangkit sekuncup berani
Mengangkat wajah agar tersadar
Bahwa aku linglung menata hidup
Bahwa itu salah dan keliru

Tapi kenapa takutku menjerat
Mengurung jiwaku dalam bui sunyi
Aku mau berontak!
Aku mau lari!
Aku mau....

Kenapa begitu lemah ragaku
Kenapa harapanpun seakan sirna
Ditelan kabut pagi hari
Lenyap,tak kembali
.

*******
Titik bening menggantung diujung
Enggan jatuh disentuh beliung
Meratap nanar menepi dipinggir semenanjung
Berpeluk sunyi dibawah teduh payung
Ah,perawan manis rupanya bertudung
Nampak gundah memandang mendung
Mungkinkah ia tengah berkabung
Gulana apa tengah ia kandung
Hingga mengerutkan elok si pipit lesung
Ah,perawan manis cantik bertudung
Tak usahlah engkau bingung
Abang datang bawakan kembang lembayung


*******

Senja mulai pergi
Tapi aku terkurung sepi
Dalam gulita ruang kehampaan
Dalam sunyi yg ku jadikan teman
Tapi sewajah mu menemani
Mendengarkan suara hati
Meskipun tangis tak henti-henti
Aku bahagia sedetik lalu
Namun kini dipikat sendu
Menahan sakit tepat di ulu
Dg tangis kian tersedu
Habiskan malam makin kelabu
.

*******

Tak sampai kah warta bahasa hati ku
Yang ku titip pada angin berdesir
Tuk menilik cinta di seberang
Bahwa penanti mengharap balas

Tersesatkah ia pada kerumunan ragu
Atau tak terbaca penafsir asmara
Gundah aku menanti jawab
Rasa ku tergantung menunggu pasti

Detik,menit,bahkan hitungan hari
Yang ku nanti tak juga singgah
Balasan cinta dari tiga kata
Aku mencintai kamu
.

*****

~* DIMANA KEADILAN ITU *~



Rasa keadilan terlanjur berkarat
Ditelanjangi zaman yang begitu dungu
Cukong-cukong menjadi pengerat
Bak tikus-tikus gendut pulang berburu
Biadab. . .sungguh..


*******

~* IBU ...*~



Ketika tangisku mengusik lelapmu
kau hampiriku dan tenangkanku
Kau dekap aku dalam pelukmu
Beri kehangatan untukku

Ketika aku belajar berjalan
Kau tuntun aku menopang badan
Menjagaku,memegangku erat
Karena aku belum mampu sendiri

Namun,ketika aku telah dewasa
Ku buat engkau menangis setiap malam.
Ku buat engkau khawatir
Karena ku pergi tanpa ingat pulang

Ibu. .
Maafkan aku yang tertunduk di hadapmu
Ma'afkan aku yang menyakitimu
Ibu. .
Aku mencintaimu. .


*******

Ku miliki sekeping cinta
Dan ku ingin membawanya pergi
Meletakkannya di ruang hatimu
Dan takkan ku biarkan cinta itu lari
Membiarkanmu kesepian tanpa kasih sayang
Membiarkanmu sendirian tanpa pelukan hangat
Dan izinkanlah sayap sayap cintaku
Membawamu terbang jauh
Mengantarkanmu menuju istana cintaku
Dan jadilah mahkota cinta bagi hatiku...

*******

Mengering sudah. . Samudra air mata ini
Semenjak luka it bermuara dalam relung hati
Terkikis perih mengendap dalam sanubari

Meng0yak jiwaqu yang terlanjur terdiam
Karena sembilu menyisakan kepedihan

Dalam hela nafas panjang
Aku merenung. .
Tentang makna dari rasa ini
Tentang Pedih. .
Tentang air mata, ,
Tentang jiwaku. .

Sakit hati ini karena mu
Yang menghantui hari indahku
Yang buat aku mengalirkan air mata yang sia sia
Yang membuatku kalut tenggelam dalam luka itu

Sakit hati ini. .
Ingin ku hapus dalam mem0ri . .
Ingin ku buang. ,menjauh dari hariku

Perlu kau tahu. .
Diri ini bisa sendiri tanpamu. .
Dan akan kembali,
Menggapai harapan yang ku dambakan
Sebuah kebahagiaan lain yang menantiku di ujung persimpangan. .


*******

Tuhan. .dalam pagi kali ini
Aku ingin mengeluhkan tentang sebuah jati diri
Tuhan. .mengapa aku tak mengerti tentang diri ini
Yang terkadang tak bisa memaknai seulas kata
Yang tersirat dalam lubuk batin ini

Tuhan. . Aku ini siapa?
Mengapa serasa bertubi2 tanya merasuki diriku
Aku terpaut dalam bingung
Aku tersesat dalam jalanku sendiri

Tuhan. .aku hampir menyerah
Mencari jawaban jati diri ini
Aku terpedaya oleh kata menyerah
Aku termenung oleh kata pasrah

Mengapa seperti ini Tuhan?
Andai aku menapaki jalan ku
Mengikuti jejak yang tak nampak ada ujung
Lalu aku melangkahkan kaki ini
Jejak jejak itu lenyap
Terkubur pasir yang tersapu angin
Lalu. . Kini apa?
Apa yang bisa ku jadikan penuntunku
Tuk mencari jati diri ini
Dalam perjalanan panjangku yang tak pernah ku temui yang ku mau

Tuhan. .
Diri ini Mengharapkan setitik penerang tuk kau kirimkan
Penerang unt jalanku yang merintang
Penerang unt jiwaku yang hampir hilang


********

 ~* HAI LANGIT *~


Hei langit,menangislah denganku
Temani aku habiskan malam
Menghitung jejak jejak kenangan
Lalu membuangnya jauh
Hilang,lenyap dari memori

Menangislah denganku
Biar aku berteriak pada lingkarmu
Agar tak ada yang tahu
Aku menjerit sakit

Temani aku sampai muara ini kering
Sampai diriku lelah
Sampai diriku lemah
Sampai sakit ini terobati

Menangislah,temani aku
.

********

Dulu redup tanpa bias terang
Kosong tanpa terisi
Ruang hati yang mulai merapuh
Hingga tak terasa hidup
Lalu...
Aroma aroma asing berhembus
Menyelinap memasuki celah
Membuatku merasakan damai
Terus membelenggu sekat jiwa
Namun keraguan membiarkanku lemah
Inikah yang ku nanti nanti?
Atau hanya penawar yang kan hilang
Keyakinanku meleleh terbakar
Aku...
Ah...
Mengapa goyah menerpaku?
Menguliti yakin pada serambi
Tuhan...
Aku tak tahu...


*******

Kotak ketenangan terkunci rapat
Kegundahan membelit tak lepas
Maut menantang pesakitan
Jiwa pun hampir melayang

Tak ada liru catatan pertukaran
Namun garis merah membelenggu
Mungkin pertanda nyawa kan meregang
Diliputi gundah berlapis bimbang

Aku takut memintal arah hidup
Aku takut akan tetap sama
Hanya mati,tanpa nafas
Tanpa damai...


*******
Dulu redup tanpa bias terang
Kosong tanpa terisi
Ruang hati yang mulai merapuh
Hingga tak terasa hidup
Lalu...
Aroma aroma asing berhembus
Menyelinap memasuki celah
Membuatku merasakan damai
Terus membelenggu sekat jiwa
Namun keraguan membiarkanku lemah
Inikah yang ku nanti nanti?
Atau hanya penawar yang kan hilang
Keyakinanku meleleh terbakar
Aku...
Ah...
Mengapa goyah menerpaku?
Menguliti yakin pada serambi
Tuhan...
Aku tak tahu...


*******


MERAH PUTIH

Di suatu masa saat aku masih berpijak di bumi pertiwi
Berdiri tegak bersama bangsa ini
Ku teguhkan hati tuk setia hormatkan diri
Mengiringi setiap langkah jiwa kami
Kala itu,langit dan bumi adalah saksi
Saksi atas kebulatan tekad kami
Saksi atas kesetiaan bangsa ini
Mengiringi MERAH PUTIH menuju puncak tertinggi
Berkibarlah MERAH PUTIH kami
Tunjukkan bahwa engkaulah jati diri kami

*******


Benci ini. .
Bagai duri2 yang menusuk tiap relung hati juga jiwaku
Memenjarakan aku dalam bui2 penuh amarah
Aku ingin melawan,menentang, memerangi
Tapi dayaku hanya sejengkal nyawa bunga yang hampir mati
Aku karam dalam bayang2 kebencian
Aku Tak mampu sekuat karang lautan menahan debur 0mbak
Aku Tak bisa seperti kej0ra yang tetap bercahaya ketika malam
Kebencian ini tlah buatku tak bergeming
Benci. . Hilanglah..


*******

Senja membuta tertutup mendung
Tak terbias oleh rona indah
Lalu awan deraikan air mata
Dalam tarian memilukan
Dipermainkan angin menghempas tiada mengiba
Guntur pun kan singgah
Beradu dg langit kelam menghitam
Amat Tak indah lukisan senja ini
Tak sajikan pes0na mengg0da
Tak pedulikan denting waktu yg memaksa hari
Senja ku tak seelok hamparan puspa mewangi
Tapi buruk,memaparkan kelam
Senja ku terenggut bayang hitam
.

*******
Mulai datang kembali rasa takut itu
Menyelimuti kemurungan hati ini
Entah mengapa ada dan slalu ada
Apa yang ku takuti?
Takut kehilangankah?
Takut dibenci?
Hah,aku tak tahu
Aku tak tahu apa yang ku takuti
Semua itu datang tanpa ku minta
Rasa takut yang tak ku mengerti
.

*******

Benci ini. .
Bagai duri2 yang menusuk tiap relung hati juga jiwaku
Memenjarakan aku dalam bui2 penuh amarah
Aku ingin melawan,menentang, memerangi
Tapi dayaku hanya sejengkal nyawa bunga yang hampir mati
Aku karam dalam bayang2 kebencian
Aku Tak mampu sekuat karang lautan menahan debur 0mbak
Aku Tak bisa seperti kej0ra yang tetap bercahaya ketika malam
Kebencian ini tlah buatku tak bergeming
Benci. . Hilanglah..


*******
Kesalku saling bertaut membuat sarang kerumitan.
Lebih rumit dari benang-benang tipis ngeloyor tak tau jalan.
Sampai deretan keras putih ini malah membuat derit-deritan.
Bukan mau pasang kekuatan tak ada faedah berjajaran.
Tapi duri-duri runcing telah menusuk ulu hati di tepian.
Kesalku ini menguntum tangkaian kembang kekecewaan.
Bukan kembang wangi yang kau jumpai di pertokoan.


*******

Peri2 kecil. . Bawa aku temui dirinya
Ingin ku pandang sebentuk wajah yang buat ku merindu
Ingin ku dekap dirinya dalam peluk ku

Peri peri kecil. .
T0l0ng jaga dia saat tangan ini tak bisa menjamahnya
T0l0ng hapuskan air matanya saat ia menangis untuk ku
Dan bisikkan padanya sebuah kata tentang cinta
Tentang rasa sayangku
Tentang aku yang selalu merindunya
.

********

Detik pun berdentang lagi
Mendekati menit perpisahan ini
Di atas tanah kenangan terpatri
Kau lambaikan ratapan pilu tentang hati
Kini pun berpisah lagi
Dan segala kenang pun menghilang lagi
Ketika denting telah mengalun pergi
Waktu pun berlalu
Tanpa ku sadar aku merindu
Hadirmu ku harap selalu
Untuk menyapa salam rinduku
Mengenang kenang masa lalu
Saat cinta indah ini bersatu
.

*******
Diam,mungkin cuma itu
Lisanku tak akan berlagu
Akan diam membisu
Aku tak mau bercurah lagi

Aku kan kembali dalam diam
Menyepi pada padang gulita
Di balik rerimbunan pilu

Aku kan menjauh
Akan tertunduk saja
Menatap kering tanah
Beriring tetesan air mata lara

Aku kan diam lagi
Tak kan menyapamu
Juga bumi tempat pijakku
Aku kan berpaling
Dan tetap diam
.

*******

Puspa senja menyiratkan indah
Dibalik lambaian nyiur tepi pantai
Menyajikan bias damai lewat anugrah indah
Dari khaliq sang pencipta semesta ini
Gulita pun kan segera nampak
Menyerukan warta peringatan
Malam kan segera menjelang
Namun tak berarti malam menyuram
Karena berlian terang kan mengawang
Pada angkasa yang membahana
.

*******
Aku tau beribu jarum menusuk ulu hatimu
Meninggalkan luka yang tak kan mudah sembuh
Menyisakan bekas yang tak mungkin hilang
Atau mematahkan penopang lelah untuk sandaranmu
Aku juga tau kau hampir menyerah
Ingin menyudahi irama menyakitkan ini
Ingin mengetikkan kata berakhir pada cerita ini
Namun,kau tak perlu terus bermuram
Karena aku disini menemanimu,untukmu
.

*******

Aku damai,amat damai
Walau bulir air mata brguguran
Walau hati ini tengah gundah
Walau senyum ini pun memudar
Aku menikmati sendu ini
Aku menikmatinya
Walau brkali-kali goyah
Ah,mengapa kau menangis jua?
Ku mohon tepis air mata itu
Jangan menangis karena ku
Biarkan saja aku sendiri
Karena ini milikku,hanya milikku
Aku tak mengharap iba mu
Biar ku nikmati sendiri
Sendiri,dengan detik yg berlalu
.

********
Ada yang beda pada persimpangan ini
Tak ada guratan-guratan senyum berjejer
Hanya tertunduk tiap wajah yang ku temui
Menatap tanah gersang yang terpecah mengering
Kemana rona-rona ceria yang dulu terlukis
Kemana mereka yang menyadurkan sajak bahagia
Mengapa hanya ada raut kemurungan juga sendu
Mengapa tak mendongakkan wajah penuh tawa
Kemana rumpun-rumpun ceria yang dulu
Aku merindukannya,sangat...


********
Aku damai,amat damai
Walau bulir air mata brguguran
Walau hati ini tengah gundah
Walau senyum ini pun memudar
Aku menikmati sendu ini
Aku menikmatinya
Walau brkali-kali goyah
Ah,mengapa kau menangis jua?
Ku mohon tepis air mata itu
Jangan menangis karena ku
Biarkan saja aku sendiri
Karena ini milikku,hanya milikku
Aku tak mengharap iba mu
Biar ku nikmati sendiri
Sendiri,dengan detik yg berlalu
.

*******

Ada sederet kejora membagi gemilang
Pada langit gelap sang malam sunyi
Menabur secercah rupa penerang
Bagi mimpi-mimpi yang nampak suram

Kejora mengaduh di pangkuan rembulan
Rembulan yang kini berganti purnama
Mengharap kemilaunya tak meredup
Agar terangnya tetap mengawang hingga pagi
Agar terangnya tetap menemani mimpi
Bagi insani yang mengarung dalam buaian lelap
 
*******

Kau tahu hati ini mengering
Layaknya tanah merah yang tandus
Tanpa tetesan penyejuk
Tanpa benih-benih
Tak ada yang bersemi
Semuanya mati,hilang
Juga hati yang merasa terpupus
Ia terluka karena acuhmu
Bahkan hampir remuk
Karena kau telah goreskan pedih
Saat ini,cintamu yang ku mau
Agar hati ini tetap bertahan
Tapi sia-sia,percuma
Karena kau...
Tak kan pernah perduli
Tentang laranya hati juga aku


********


Ku miliki sekeping cinta
Dan ku ingin membawanya pergi
Meletakkannya di ruang hatimu
Dan takkan ku biarkan cinta itu lari
Membiarkanmu kesepian tanpa kasih sayang
Membiarkanmu sendirian tanpa pelukan hangat
Dan izinkanlah sayap sayap cintaku
Membawamu terbang jauh
Mengantarkanmu menuju istana cintaku
Dan jadilah mahkota cinta bagi hatiku


*********


Petikkan ku dawai cinta
Tuk menghibur hati yang terluka
Nyanyikan ku senandung sayang
Agar jiwaku tak sepi
Agar seberkas sinar terang
Dapat masuk ke dalam celah hati
Di hidupku yang suram

M0h0n bisikkan padaku
Pujian indah tentang cinta
Biar diri ini bisa mengerti
Tentang hidup yang dijalani
Biar langkah ini tak salah menapak jalan
Karena hanya s'orang diri
Berdiam di gelap malam

Beri aku seucap kata
Tuk ku ingat selalu di hati
Tuk ku simpan untuk kenangan
Tuk ku bawa pergi
Menuju duniaku yang abadi


********

Tak ada yang tenangkanku
Di saat duri duri gelisah itu datang
Menyakiti jiwa ku yang tak tenang
Kemanakah kau?

Tak ada yang menghapus air mataku
Di Saat ku terpuruk menangisi kisah lara ku
Membiarkannya menetes jatuh
Tak pedulikan diriku juga
Dimanakah kau?

Ketika diri ini lelah berharap
Ketika diri ini makin sendiri
Semua musnah perlahan
Segala bahagiaku yg tersisa

Kemanakah kau?
Dimanakah kau?
Saat aku membutuhkanmu
Saat aku inginkan hadirmu. .
Kau tak peduli.
Tak peduli lagi. .


*******
Angin menghempas kasar helaian hitam
Menampar kebisuan tak menyuara
Ah..aku tersadar sejenak
Tetapi,kembali merunduk membisu

Aku tak pahami p0t0ngan cerita dalam pikir ku
Semua bertaut tanpa ku minta
Menyatu bagai benang2 rumit menyimpul

Letih,,aku tak mampu berpikir
Seakan batuan2 menghantam keras
Mer0b0hkan tameng hati yg ku miliki

Pikirku membuyar
Tertunduk pada diam kepasrahan
Ya Tuhan.. . Diriku hampir tenggelam ke dasar
Deretan awan2 menghitam memayungi hatiku
Suram hati ini, ,
Tanpa dian mu menelusupi celah hati
.

********

Ingin ku melayang terbang
Menjauh dari bingar kejamnya dunia
Mengarungi luas cakrawala
Tak akan kembali lagi

Menggpai sejuta bintang tuk ku simpan
Menyentuh pelangi tuk warnai hariku

Tapi ku masih nyanyikan lagu sendu
Membisu dalam bui duka ku
Mengarungi khayal semu dalam tidur panjangku
Masih terpaku dalam sesal yg berlalu . .


*******
Malam berlarung dalam mimpi ilusi
Mengumbar angan dalam rajutan
Entah tuk hibur diri mengais semu
Entah tuk cari penawar penat menguasai
Ini malam heningku
Ini pengantar jejak mimpi ku
Malam. . Malam unt hati laraku







~*MUTIARAKU *~





~* DALAM CANDA RIANGMU,ANAKKU *~


Riuh… ramai… gaduh… dan penuh kegembiraan
Taman hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih.


Badan terasa sejuk…
Segar tak terkirakan
Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati.
Burung camar jantung menukik pelan
Hinggap di pohon tulang iga putih
Matanya melihat kearah taman hati.


Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik
Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang
Bersenda gurau diangan yang tinggi
Hati pun gembira…
Jiwa pun lega.



Ya Allah…
Abadikan keadaan ini
Agar menjadi pedoman
Bagi hati kami yang saling menyatu
Mentari sanubari tersenyum riang
Alam jiwa bergembira ria.



Serentak…
Jiwa jiwa riang berdansa di sekitar taman hati.


Oooh…
Indahnya fantasi cinta.


*Peluk ciumku untuk kalian,anakku.

:*

~* BENCANA ALAM *~


~* UNTUK ACEHKU TERCINTA *~





Menatap hari ini...
Wajah langit terlihat demikian tembaga
Pun rembulan di langit malam.
Sepertinya bukan lagi milik kita.


Percakapan acapkali menjelma menjadi bahasa api.
Yang liar berkobar membakar diri.
Menghancurkan segala tanpa kompromi.

Meski deras air mata harus tertumpah.
Juga puluhan jiwa harus rubuh ke tanah.

Ku menatap hari ini...
Memanglah setiap diri...
Bersegera pulang kembali...
Pada kedalaman nurani.



*Ainiya Faida Azmi
Kenawat Lut,4 November 2014.

~* NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH,YANG KAMU DUSTAKAN? *~

** Matematika Wudhu, Anatomi Manusia & Hitungan Hari **

 



Seorang dokter ahli bedah yang berprofesi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang.Bertahun-tahun menggeluti ilmu bedah dan anatomi, akhirnya dokter tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia dan sama dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun hijriah.

Kebanyakan manusia tidak pernah memperhatikan jumlah tulangnya sendiri, bahkan seorang dokter.


Sekalipun. Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa adalah 206 ruas (Henry Netter, 1906). Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun.


Dalam kaitannya dengan ritual wudhu, pembasuhan anggota wudhu kebanyakan sebanyak 3 kali, dan ada yang 1 kali (membasuh kepala dan telinga). Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian-bagian tubuh yang dibasuh pada saat wudhu;

A. Lengan dan tangan (30 buah)
1 buah tulang lengan atas
2 buah tulang lengan bawah
8 buah tulang pergelangan tangan
19 buah tulang telapak dan jari-jari

B. Tungkai dan kaki (31 buah)
2 tungkai bawah
8 buah tulang pergelangan kaki
21 buah tulang telapak dan jari-jari

C. Wajah (12 buah)
1 buah tulang dahi
1 buah tulang baji
1 buah rahang atas
1 buah rahang bawah
1 buah tulang air mata
1 buah tulang pelipis
2 buah tulang hidung
2 buah tulang pipi

D. Rongga mulut dan hidung (41 buah)
32 gigi geligi
1 buah tulang langit-langit
1 buah rahang
7 buah sekat dan karang hidung

E. Kepala dan telinga (12 buah)
2 buah tulang pelipis
2 buah tulang ubun-ubun
1 buah tulang
1 buah tulang baji
1 buah tulang dahi
1 buah tulang belakang kepala
6 buah tulang pendengaran.


Bagian tubuh poin A – D
Bila dijumlahkan : 30+31+12+41= 114.


Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena saat wudhu, dilakukan pembasuhan sebanyak 3 kali, menjadi :
114 x 3= 342.

Poin E tidak dikalikan 3 karena saat wudhu, kepala dan telinga dibasuh hanya 1 kali.
 Angka 342 dijumlahkan dengan 12 didapatkan angka 354.

Angka ini sama dengan jumlah seluruh jumlah hari dalam 1 tahun hijriah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia.

Dengan demikian membasuh anggota tubuh saat wudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh tubuh.
Apakah ini suatu kebetulan?

SUBHANALLAAH....

~* PUISI CINTA UNTUK ANAKKU *~


~* SELAMAT HARI JADI,PUTRAKU SAYANG *~


Mahtuah


Hari ini,tepat tujuh tahun usiamu,anakku.

Anakku, belahan jiwaku…..
Waktu berlalu tanpa pernah kita sadari
Namun pelukan sayang ibu tak pernah kehilangan arti
Dekapan hangat ibu juga selalu menyertai
Do'a tulus ibu melekat erat dalam ayunan langkah merajut mimpi.


Anakku, jendela sanubariku…..
Perjuangan itu kini sudah dihadapan
Saatnya menjalani hidup dengan penuh kemandirian
Hadapi tantangan dengan senyuman
Sapa setiap kesulitan dengan keikhlasan
Raih bintang dengan penuh harapan.


Anakku, lentera hidupku…..
Hidup ini tidak terlalu mudah dijalani
Ada kesulitan yang akan memperkaya hati.

Tapi…..
Jadilah pemenang layaknya juara sejati
Dengan rendah hati dan luhur budi
Bertabur kasih bersulam pekerti.


Anakku, bintang harapanku…..
Ayunkan langkah dengan ringan hati
Gapai setiap mimpi yang ada di sanubari
Bentangkan asa agar menjadi nyata.


Tuhanku, ijinkan aku memohon…
Lindungilah anakku dalam teduh karunia-Mu
Bimbing anakku di setiap persimpangan yang membuatnya bimbang
Beri kemuliaan budi agar membuatnya berarti
Teteskan kebesaran jiwa agar membuatnya bermakna
Sentuh hatinya dengan semangat tulus untuk berbagi
Tanamkan keyakinan terhadap kebaikan
Penuhi tekadnya dengan kerja keras dan pantang menyerah
Teguhkan pribadinya agar tidak mudah goyah.

~* BERSAMAMU DI BAWAH NAUNGAN YANG INDAH *~



Sewangi bunga mawar yang mekar di pagi hari.
Sehangat nya sinar mentari.
Sebening mata air di pegunungan himalaya.
Seputih salju di kutub utara.


Semerdu kicauan burung pipit yang sedang bernyanyi.
Selermbut dan sesuci bayi yang sedang lahir.
Setajam angin yang berhembus di malam hari.
Semanis senyum teman teman ku kepada ku.
Serumit pembuatan candi borobudur.

Seagung orang yang mempunyai cinta suci kepada lawan jenis nya.
Setulus orang tua kepada anak anak nya.
Semulia orang yang berjihad,,
Seindah syurga firdaus.


Ingin ku bertemu dengan manusia yang seperti itu.
Yang wajah nya teduh oleh cahaya wudhu nya.
Suara nya lembut karena banyak istighfar nya.
Mata nya berbinar binar menatap masa depan nya.


Siapakah dia ?



Semoga dia adalah kalian wahai sahabat...
Para sahabat terbaik yang di rahmati Allah.


Yaa Allah...

Kami tunduk dan bertekuk lutut kepada Mu,,,
Kami mengakui kekuasaan Mu...
Dari ufuk barat dan ufuk timur.


Teramat mudah bagi Mu untuk menghancur kan diri kami.
Kami berserah jiwa dan raga ini,,
Kepada Mu Allah...
Tanpa perlawanan.


Yaa Allah Yaa Rahman,,,
Pemilik hidup dan mati ku.



Sesungguh nya aku malu meminta kepada Mu,,
Karena sudah terlalu banyak pinta yang aku panjat kan.



Namun jika aku boleh meminta,,,,
Berikan lah aku kesempatan untuk menjadi dewasa,,
Untuk bisa membahagiakan orang orang yang aku cintai.


Untuk bisa melihat mereka tersenyum,,,
Untuk melihat rona bahagia di wajah mereka,,,
Untuk bisa menjadi teladan bagi mereka.


Yaa Allah,,,,,
Jadikan lah kehidupan ku sebaik baik nya kehidupan,,
Agar tidak sia sia sisa umur ku berlalu,,,
Dan tuntun lah kami selalu untuk kebaikan dunia dan akherat kami,,
Yaa Allah....Yaa Rahman....Ya Rahiim...


.......Aamiin allahumma aamiin........


 Salam senyum santun erat silaturahmi wa ukhwah fillah.


^_^